Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) IPABERBASIS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI KELAS Sayyida Nafisa; Muhamad Rohadi; Ali Ahmad; Akmal Fadhillah; Maura Febrianti Z; Yulia Rahmadhar
Jurnal Padamu Negeri Vol. 2 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/vrrpc385

Abstract

This study aims to discus development of Student Worksheets (LKPD) based on the Problem Based Learning (PBL) model to enhance student engagement and activity in science learning. Through a Research and Development approach, this study identifies the needs and requirements for creating effective LKPD. The methods employed include the Define, Design, Develop, and Disseminate phases. The findings indicate that the developed LKPD encourages students to actively participate, think critically, and collaborate in groups. Thus, the use of PBL-based LKPD is expected to improve student learning outcomes and the overall quality of education.
PENGUATAN KARAKTER NASIONALIS DAN MANDIRI PADA SISWA SEKOLAH DASAR: STRATEGI DAN IMPLEMENTASI Nurul Hidayah; Silfa Ayu Prastika; Maulida Nur Khasanah; Desi Fitria Sari; Ali Ahmad; Indik Syahrabanu; Ika Yatri; Muhammad Azhar Nawawi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i3.17068

Abstract

Character education in elementary schools plays a crucial role in shaping a young generation imbued with national spirit and independence. However, its implementation is fraught with challenges. This study aims to underscore the significance of integrating nationalism and independence values into education to address the increasingly concerning moral and character issues in Indonesia. Employing a descriptive qualitative approach through previous literature case studies, the research reveals that fostering nationalist character involves teaching Pancasila values, conducting flag ceremonies, and engaging in Scout activities. On the other hand, promoting independent character is achieved through contextual learning, educational visits, and promoting proficient use of the Indonesian language. Challenges include insufficient teacher comprehension, inadequate support for facilities and infrastructure, and the pervasive influence of globalization. Proposed solutions encompass integrating character education into the curriculum, instilling positive values, bolstering school culture, and enhancing teacher training. In conclusion, there is a pressing need for improved collaboration among schools, parents, and the community to nurture nationalist and independent character traits.
The Analisis Kinerja Sistem Zero Down Time (ZDT) dengan Modifikasi Konfigurasi Jaringan Secara Real Time Ali Ahmad
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 20 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v20n2.3036

Abstract

Keandalan dan kontinuitas pasokan tenaga listrik sangatlah penting bagi para pelaku industri, dimana energi listrik dari PLN menjadi senjata utama dalam proses produksi. Pada beberapa kasus produksi dari sebuah perusahaan sangat membutuhkan keandalan dan kestabilan tegangan listrik yang dikirimkan karena sangat mempengaruhi proses produksi dan kualitas produk yang dihasilkan, untuk memenuhi point keandalan dan kestabilan ini dirancanglah sistem pasokan Zero Down Time (ZDT) dimana sistem pasokan ZDT ini memiliki backup berlapis untuk mengantisipasi kegagalan dari setiap skema pasokan yang disiapkan sehingga kecil kemungkinan pelanggan mengalami pemadaman dalam waktu yang lama. ZDT ini merupakan implementasi dari konfigurasi spindel digabungkan dengan konfigurasi spot load dengan total 4 fedeer 20 kV dari 2 Gardu Induk 150/20 kV dan 3 Trafo Tenaga 150/20 kV berbeda sehingga keandalan pasokan terjaga di sisi pelanggan. Pada skema utama pelanggan tidak akan merasakan padam sama sekali sementara pada skema backup utama dan backup kedua pelanggan hanya merasakan kedip tegangan pada saat perpindahan sumber pasokan terjadi.