Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Self Management Behaviour dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di RS An-Nisa Ameliani, Indri; Sartika, Imas; Rohmah, Meynur
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v7i2.528

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Penanganan hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat dilakukan secara non-farmakologis dengan menerapkan pola hidup sehat, perilaku manajemen diri dan melakukan perawatan diri. Self management behaviour adalah serangkaian kegiatan yang dapat membantu pasien hipertensi untuk mengontrol tekanan darah tetap stabil. Tujuan: Mengetahui hubungan self management behaviour dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di RS An-Nisa. Metode Penelitian: Kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 135 responden yang menderita hipertensi. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner Hypertension Self Management Behaviour Questionnaire (HSMBQ) dan lembar observasi tekanan darah. Adapun teknik pengambila sampel menggunakan accidental sampling dengan analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Asymp.Sig (2-sided) sebesar 0,006 < 0,05. Kesimpulan: Ada Hubungan Self Management Behaviour dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di RS An-Nisa. Semakin baik self management behaviour maka tekanan darah dapat terkontrol, sebaliknya jika self management behaviour kurang maka tekanan darah tidak dapat terkontrol. Tekanan darah yang tidak terkontrol akan mengakibatkan terjadinya komplikasi pada penyakit itu sendiri.
Terapi Aktivitas Kelompok dengan Terapi Butterfly Hug Terhadap Tingkat Kecemasan Lansia di Panti Werdha Kasih Ayah Bunda Ameliani, Indri; Siti Robeatul Adawiyah; Adilah Salsabila; Ahmad Kurtusi; Aninda Rizki Maulida; Anis Nurfaidah; Anisa; Dida Ningtias; Dita Faradillah; Dwi Sinta
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i3.503

Abstract

Introduction: The elderly are individuals who have entered the age of 60 years and above. The World Health Organization (WHO) classifies the elderly in several categories: middle age (45-59 years), elderly (60-74 years), elderly (75-90 years), and very old age (90 years). As they age, the elderly are more prone to experiencing anxiety disorders that can impact their quality of life. Objective: The purpose of Butterfly Hug Group Activity Therapy is to reduce anxiety in the elderly. Method: This group activity therapy has 3 stages, namely the orientation stage, the work stage with the administration of butterfly hug therapy, and the termination stage. Result: The population in this activity was the elderly totaling 13 people by distributing the "Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS)" pre-test and post-test anxiety level questionnaires. The results of the pre-test questionnaire before therapy were obtained by 4 elderly people with moderate anxiety, 8 elderly people experienced mild anxiety, and 1 elderly person had no anxiety. Meanwhile, the post-test results after butterfly hug therapy were obtained, 1 elderly person experienced mild anxiety and 12 elderly people had no anxiety. Conclusion: Butterfly Hug therapy can provide positive benefits for the elderly who have been intervened such as, reducing anxiety and anxiety, improving comfort, and improving sleep quality. For the elderly, it also helps reduce mind distractions and improves the ability to focus and concentrate.
Efektifitas Kombinasi Virgin Coconut Oil dengan Massage Effleurage Untuk Mencegah Luka Tekan Ameliani, Indri; Rohmah, Meynur; Safa'ah, Hilyatus; Husnaini, Husnaini; Febrianti, Nadia; Kurnia, Kurnia
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1365

Abstract

Latar Belakang : Immobilisasi yang berkepanjangan menyebabkan kerusakan jaringan akibat tekanan terus-menerus pada tonjolan tulang. Kondisi ini menyebabkan pembentukan luka tekan, yang dapat dicegah melalui intervensi pencegahan. Peningkatan hidrasi kulit dan sirkulasi darah perifer merupakan kunci dalam mencegah luka tekan. Minyak kelapa murni yang dikombinasikan dengan massage effleurage berpotensi menjadi terapi non-farmakologis yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas minyak kelapa murni dengan pijat effleurage dalam mencegah luka tekan pada pasien yang terbaring di tempat tidur. Metode : Dilakukan tinjauan literatur menggunakan diagram alur PRISMA melalui pencarian di basis data Google Scholar, PubMed, dan Semantic Scholar. Strategi pencarian menggunakan kerangka kerja PICO: luka tekan dan minyak kelapa murni dan massage effleurage. Kriteria inklusi meliputi pasien yang terbaring di tempat tidur berisiko mengalami luka tekan, intervensi yang melibatkan minyak kelapa murni dengan massage effleurage , studi quasi-eksperimental dan uji coba terkontrol acak, publikasi dari tahun 2020 hingga 2025, serta artikel dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Hasil : Analisis enam artikel menunjukkan bahwa minyak kelapa murni dengan massage effleurage secara signifikan mengurangi skor Skala Braden, mengurangi insiden luka tekan, dan meningkatkan kenyamanan pasien. Minyak kelapa murni diberikan dengan dosis 5-10 ml per area menggunakan teknik massage effleurage selama 10-15 menit, 2-3 kali sehari pada area berisiko. Simpulan : Penerapan minyak kelapa murni dengan teknik massage effleurage telah terbukti efektif, aman, ekonomis, dan mudah diterapkan sebagai strategi berbasis bukti untuk mencegah luka tekan.