Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Jombang Kiswoyo, Farichatun Nisa'; Ilmianto, Ramadhany
PANOPTIKON: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergantian sebuah kebijakan harus disiapkan secara matang agar tidak timbul masalah di masa depan. Jika hal ini tidak dilakukan, maka dalam masa transisinya akan menemui banyak kendala. Begitu pula pergantian kebijakan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang disinyalir menemukan banyak masalah dalam implementasinya, tak terkecuali tentang pengelolaan tambang dalam hal ini adalah perizinan dan pengawasan tambang sesuai pembagian urusan konkuren yang diamanatkan UU Pemerintahan Daerah. Tulisan ini bertujuan untuk mencari tahu apa saja kendala yang muncul akibat transisi kebijakan ini. Penelitian ini bertipe kualitatif dan mengambil lokasi di Kabupaten Jombang, di mana sebelumnya Kabupaten Jombang sama sekali belum pernah mengeluarkan izin di bidang pertambangan batuan. Informan dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang yang dipilih secara bertujuan (purposive) berdasarkan pengetahuan informan tentang pengelolaan pertambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala dominan yang muncul dalam implementasi kebijakan di masa transisi adalah kendala kapasitas khususnya sumber daya manusia, ambivalensi tentang sasaran akibat belum terbitnya peraturan pelaksanaan UU Pemda, pengelolaan keuangan, penyalahgunaan kekuasaan dan praktik rent seeking.
Praktik Thrifting Pada Kalangan Masyarakat Kelas Atas Konsumen Jombang Thrift Style Amelia, Karin Tria; Tazid, Abu; Nafisah, Khudrotun; Nisa, Farichatun; Akbar, Bambang Widianto
Journal of Public Power Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v8i2.8201

Abstract

Thrifting pada mulanya dilandasi karena alasan ekonomi dan konsumsi yang bertujuan untuk keberlanjutan tetapi pada perjalanannya globalisasi dan perkembangan zaman membuat keadaan sosial budaya mengalami perubahan. Kegiatan berbelanja barang bekas yang kerap dilakukan oleh masyarakat golongan kelas bawah, kini sudah berubah bahkan menjadi gaya hidup yang bahkan dapat mencerminkan golongan kelas atas. Topik kajian dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana masyarakat kelas atas merepresentasikan gaya hidup nya melalui thrifting terutama konsumen Jombang Thrift Style. Penelitian ini difokuskan kepada masyarakat kelas atas konsumen Jombang Thrift Style dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive, kemudian dikaji menggunakan teori masyarakat konsumsi yang dikemukakan oleh Jean Paul Budrillard. Informan dalam penelitian ini terdiri dari anggota komunitas Jombang Thrift Style dan masyarakat kelas atas konsumen Jombang Thrift Style. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa komunitas Jombang Thrift Style berperan dalam perkembangan thrifting di Kabupaten Jombang. Hadirnya komunitas Jombang Thrift Style juga mampu menghadirkan gaya hidup baru bagi masyarakat kelas atas. Representasi thrifting pada masyarakat kelas atas adalah sebagai berikut: bentuk thrifting dalam simulasi dan simulakra; thrifting menjadi bentuk hyperreality; thrifting mengakibatkan desublimasi simbolis. Motif utama masyarakat kelas atas konsumen Jombang Thrift Style melakukan thrifting adalah sebagai bentuk representasi eksklusifitas golongannya.
Makna Kejahatan Cyber Harassment Pada Generasi Zillenial Di Era Digital Network Society Nafisah, Khudrotun; Tazid, Abu; Lutfiyah, Izzatul; Nisa, Farichatun
Journal of Public Power Vol. 8 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v8i1.8103

Abstract

Cyber harassment merupakan kata-kata yang dikirimkan secara pribadi berupa cacian dan makian yang dilakukan secara terus menerus secara digital. Jenis teknologi yang digunakan biasanya adalah media sosial seperti Instagram, telegram, twitter dsb. Generasi zillenial yang dianggap sebagai generasi digital dianggap sebagai generasi yang lahir dan tumbuh dengan teknologi. Sehingga diperlukan pengetahauan dan pemahaman terkait dengan harassment guna meminimalisir tingkat kejahatan cyber pada generasi zillenial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori Fenomenologi milik Alfred Schutz. Dalam meneliti fenomena ini, penulis melakukan wawancara pada 10 subjek dengan fokus penelitian menggunakan because motive atau motif sebab dan in order to motive atau motif tujuan. Penelitian ini menghasilkan tuga temuan terkait dengan harassment yaitu pemenuhan kepuasan dan balas dendam, pemenuhan narsistik, serta pengisi waktu luang