Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KKN DAN COLLABORATIVE GOVERNANCE MENGGAGAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI TINGKAT DESA Fauzi, Ahmad; Haukilo, Apryanto Gebyanus Putra
JianE (Jurnal Ilmu Administrasi Negara) Vol. 6 No. 3 (2024): JianE: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jan.v6i3.8549

Abstract

Pembangunan berkelanjutan merupakan tantangan global yang memerlukan kolaborasi efektif antara berbagai pemangku kepentingan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai program pengabdian Masyarakat mahasiswa, memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Artikel ini mengkaju peran KKN dalam konteks Collaborative Governance, yang mengedepankan partisipasi aktif masyarakat, sinergi sumber daya dan peningkatan kapasitas lokal. Melalui program KKN, mahasiswa tidak hanya memberikan Pendidikan dan penyuluhan tentang praktik berkelanjutan, tetapi juga memberdayakan masyrakat untuk mandiri untuk mandiri secara ekonomidan sosial. Pendekatan Collaborative Governance memungkinkan terjalinnya hubungan yang saling percaya antara mahasiswa dan masy arakat, sehingga menciptakan solusi yang relevan dan efektif. Namun, fantangan seperti keterbatasan sumber daya, perbedaan persepsi, dan kompleksitas koordinasi perlu diatasi agar dampak program KKN dapat maksimal. Dengan demikian, KKN yang diintegrasikan dengan prinsip-prinsip Collaborative Govemance diharapkan dapat menjadi model yang cfektif dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045.
Sustainable Cultural Tourism Development in Tamkesi Traditional Village: Findings from the 6A Framework Analysis Haukilo, Apryanto Gebyanus Putra; Pala, Aplonia; Uskono, Nikolaus; Fritantus, Yohanes; Botha, Hendrikus Hironimus; Bimolo, Theodecilda
International Journal of Research and Community Empowerment Vol. 4 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/ijorce.v4n1.p82-92

Abstract

Cultural tourism in traditional Indonesian villages holds significant potential for preserving cultural heritage while driving local economic growth. Tamkesi Traditional Village in North Central Timor, East Nusa Tenggara, is one of the most iconic heritage sites with unique architecture and cultural traditions. This study aims to analyze the development of cultural tourism in Tamkesi using the 6A tourism framework, namely Attractions, Amenities, Supporting Services, Activities, Accessibility, and Available Packages, and collaborative governance principles. A qualitative descriptive approach was used, involving in-depth interviews with local stakeholders, direct observation, and document analysis. The findings indicate that despite Tamkesi’s strong appeal and cultural authenticity, its tourism development faces limitations in amenities, accessibility, supporting services, and structured tour packages. Collaborative governance among local communities, government agencies, and tourism actors is identified as a crucial strategy to address these gaps and promote sustainable cultural tourism development. The study concludes that integrated planning and community-based collaboration are essential for strengthening all components of the 6A framework. This research contributes to the achievement of SDG 11 by supporting cultural heritage preservation and sustainable settlements, and to SDG 17 by reinforcing multi stakeholder partnerships to ensure effective and sustainable cultural tourism governance.