Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Media Kartu Kuartet terhadap Pengetahuan dan Sikap Konsumsi Buah Sayur pada Anak SDN 009 Loa Janan Marthonius, Marthonius; Sri Hazanah; Dian Ardyanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i1.2573

Abstract

Data Dinkes Samarinda anak di atas 10 tahun kurang mengonsumsi sayur (63,3%) dan buah (62,1%). Asupan buah dan sayur yang tidak mencukupi dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media Kartu Kuartet terhadap pengetahuan dan sikap mengenai konsumsi buah dan sayur pada anak SDN 009 Loa Janan Ilir dengan Motode desain kuantitatif dan Quasi Experiment dengan rancangan Pre-Post Test Non-Randomize Kontrol Grup. Populasi penelitian adalah Responden usia 11-12 tahun dengan sampel 36 responden menggunakan total sampling. Penelitian menunjukkan mayoritas responden perempuan (32 siswi, 88,9%) dan laki-laki (4 siswa, 11,1%). Usia responden 11 tahun (32 siswa, 88,9%) dan 12 tahun (4 siswa, 11,1%). Pada saat intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap dari Pretest 27,8% (10 siswa) menjadi Posttest 100% (36 siswa). Analisis intervensi menggunakan media kuartet dengan uji Wilcoxon menunjukkan pengetahuan p-value 0,000 (p<0,005) dan sikap p-value 0,000 (p<0,05), menunjukkan ada pengaruh.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI DETEKSI DINI PENDERITA TUBERKULOSIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA KONTAK SERUMAH PENDERITA TUBERKULOSIS DI KECAMATAN SUNGAI KUNJANG KOTA SAMARINDA Era Tiara Putri Bulaan; Joko Sapto Pramono; Dian Ardyanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11209

Abstract

Background: Mycobacterium tuberculosis is the bacterium that causes TB disease, which most commonly affects the lungs. Tuberculosis is transmitted from person to person through the air. When a person with pulmonary tuberculosis coughs, sneezes, or spits, tuberculosis bacteria are released into the air. A person can become infected by inhaling small amounts of these bacteria. Objective: This study aims to determine the effect of using the TB early detection application on the knowledge and attitudes of household contacts of TB patients. Method: This methodology used quantitative research with a quasi-experimental research design. The population of this study was household contacts of tuberculosis patients with the number of index cases of tuberculosis from 3 health centers in Sungai Kunjang sub-district as many as 85 patients and the number of samples in this study was 32 samples, the technique taken using purposive sampling technique. Data collection in this study was conducted on household contacts of tuberculosis patients in Sungai Kunjang Subdistrict, Samarinda City. Data analysis in this study used bivariate analysis with Wilcoxon test. Results: The results of the study on the use of tuberculosis early detection application on knowledge obtained p-value of the intervention group of .004 < 0.05, so there is an effect of early detection application and the control group with a p-value of .006 < 0.05, so there is an effect of using the screening sheet. The study of the use of tuberculosis early detection application on attitude obtained the p-value of the intervention group of .019 < 0.05, it is known that there is an influence on the use of early detection application while the control group p-value is .018 < 0.05, it is known that there is an influence on the screening sheet Conclusion: The results of this study can improve knowledge and attitudes regarding the prevention of tuberculosis and minimize the transmission of tuberculosis. Latar Belakang: Mycobacterium tuberculosis ialah bakteri yang menyebabkan penyakit TB, yang paling umum mempengaruhi paru-paru. Tuberkulosis ditularkan dari orang ke orang melalui udara. Saat penderita tuberkulosis paru batuk, bersin, atau meludah, bakteri tuberkulosis dilepaskan ke udara. Seseorang dapat terinfeksi dengan menghirup sejumlah kecil bakteri ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi deteksi dini penderita TB terhadap pengetahuan dan sikap pada kontak serumah penderita TB. Metode: Metodologi ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini kontak serumah penderita tuberkulosis dengan jumlah kasus indeks tuberkulosis dari 3 puskesmas di kecamatan Sungai Kunjang sebanyak 85 pasien dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 sampel, teknik yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada kontak serumah penderita tuberkulosis di Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Analisi data pada penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan uji wilcoxon. Hasil: Hasil dari penelitian penggunaan aplikasi deteksi dini tuberkulosis terhadap pengetahuan diperoleh p-value kelompok intervensi sebesar .004 < 0,05, maka adanya pengaruh aplikasi deteksi dini serta kelompok kontrol dengan p-value sebesar .006 < 0,05, maka adanya pengaruh penggunaan lembar sceering. Penelitian penggunaan aplikasi deteksi dini tuberkulosis terhadap sikap diperoleh p-value kelompok intervensi sebesar .019 < 0,05, maka diketahui adanya pengaruh penggunaan aplikasi deteksi dini sedangkan p-value kelompok kontrol sebesar .018 < 0,05, maka diketahui adanya pengaruh terhadap lembar screening. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai pencegahan tuberkulosis dan menimalisir penularan tuberkulosis.
Pencegahan Infeksi Menular Seksual pada Perilaku Seks Multipartner Remaja di Kota Samarinda Renatha Widyarisa Kristiono; Joko Sapto Pramono; Dian Ardyanti
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5403

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STIs) are infections transmitted through sexual contact and can be caused by bacteria, viruses, fungi, or parasites. STIs can affect anyone and may result in serious health consequences, particularly concerning the reproductive system. Adolescents are in a developmental phase characterized by high curiosity about sexual behavior, placing them at greater risk for unsafe sexual practices. Data shows that 59% of women and 74% of men have engaged in premarital sex. This study aims to examine STI prevention efforts among adolescents with multiple sexual partners in Samarinda City. This research employed a qualitative approach using a case study design. The study involved seven informants: one key informant, four main informants, and two supporting informants. Data were collected through in-depth interviews. Research shows that adolescents have good knowledge about sexually transmitted infections (STIs) and their types, but their attitude toward prevention remains low. Most informants did not use contraceptives during sexual intercourse. Lifestyle and external factors, such as peer influence and the use of online dating apps, also contribute to multi-partner sexual behavior. Adolescents' sexual activities range from physical intimacy, such as kissing, to engaging in sexual intercourse with more than one partner. Some informants consider this behavior to be common in modern relationships. Preventive measures taken by adolescents include using contraceptives during intercourse and maintaining genital hygiene. While adolescents demonstrate sufficient knowledge about STIs, their attitudes and preventive practices need significant improvement
Pengaruh Pendidikan Kesehatan ISPA Melalui Video Animasi pada Pengetahuan Sikap Ibu di Posyandu Melur Samarinda Ahmad Hawary; Dian Ardyanti; Emelia Tonapa
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 6 (2024): November : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v2i6.848

Abstract

According to WHO, 13 million toddlers in the world die every year and most of these deaths occur in developing countries. Riskesdas data (2018), the prevalence of ARI in Indonesia ranks first as a disease with the highest number of cases of 60,126 people. ARI prevention efforts can be done by providing health education about ARI to mothers who have toddlers at the integrated health post. Uses a one group pre-test post-test design. The intervention of this study was through health education with animated video media. This study was conducted at the integrated health post in Melur Loa Janan Ilir. Respondents in this study were 30 mothers who had toddlers who were confused with the total sampling technique. Data collection was done by filling out questionnaires. Data analysis using the Wilcoxon test. This study shows that there is an effect of knowledge after being given the Wilcoxon test intervention p-value 0.000. and attitudes after being given test intervention p-value 0.001. There is a significant effect on the knowledge and attitudes of respondents between before and after being given the research intervention using animated video media.
Eksplorasi Aspek Pemicu Stres Pada Atlet Di Sekolah Khusus Olahraga Internasional Kalimantan Timur Sinthya Khairun Nisa; Nino Adib Chifdillah; Dian Ardyanti; Badar
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7264

Abstract

Atlet pelajar di Sekolah Khusus Olahraga Internasional Kalimantan Timur menghadapi berbagai tekanan dalam proses latihan dan kompetisi, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Tekanan-tekanan ini dapat memicu stres yang berpengaruh terhadap kondisi mental dan performa atlet. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi aspek-aspek pemicu stres pada atlet berdasarkan pendekatan bio-psiko-sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan, terdiri dari 1 informan kunci (kepala sekolah), 6 informan utama (atlet), dan 3 informan pendukung (pelatih). Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling, berdasarkan kriteria keterlibatan aktif dalam kegiatan keolahragaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan fisik disebabkan oleh padatnya jadwal latihan, kurangnya istirahat, dan terbatasnya fasilitas. Kecemasan muncul menjelang pertandingan karena tekanan performa, ketakutan gagal, dan pengaruh lingkungan sosial termasuk media sosial. Tekanan pelatih dirasakan dalam bentuk tuntutan tinggi, pendekatan otoriter, serta komunikasi yang tidak selalu suportif. Ketiga aspek ini saling berkaitan dan berdampak langsung terhadap kondisi stres pada atlet. Ketiga aspek pemicu stres tersebut perlu ditangani secara menyeluruh melalui pendekatan yang melibatkan pelatih, institusi, dan lingkungan sosial atlet. Diperlukan penguatan edukasi tentang manajemen stres, pelatihan komunikasi suportif bagi pelatih, serta pendampingan psikologis yang berkelanjutan bagi atlet. Peneliti juga memperoleh pengalaman penting dalam menggali dan memahami dinamika psikososial atlet remaja.