Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Strategy of Islamic Religious Education in Facing the Challenges of Multiculturalism in the Muslim Community of Suro Lembak Village, Kepahiang Regency Tambunan, Zulham Luthfi; Astuti, Winda; Budiyono, Tri; Asiyah, Asiyah
-
Publisher : AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/arrasyid.v4i2.21856

Abstract

This study aims to analyze the strategies of Islamic religious education in addressing the challenges of multiculturalism in Suro Lembak Village, Kepahiang Regency, focusing on how Islamic education fosters harmony among religious communities amidst cultural and religious diversity. Using a qualitative approach and library research methods, the data sources include books and journals related to Islamic education and multiculturalism. Descriptive analysis was employed to identify relationships between categories and derive relevant theories. The main findings reveal that Islamic religious education in Suro Lembak Village is implemented through formal and non-formal educational institutions, religious outreach (dakwah), and collaborative interfaith activities. Institutions such as madrasas and Quranic learning centers (TPA) teach Islamic values that promote tolerance and respect for differences, while dakwah emphasizes the importance of coexistence and interfaith dialogue to strengthen social harmony. Collaborative activities between religious groups have also successfully enhanced community solidarity. Despite the effectiveness of these strategies, the study notes several limitations, such as a lack of educators with expertise in multiculturalism, insufficient local policy support, and limited societal perceptions of diversity. The study suggests that teacher training, the development of contextually relevant teaching materials, and local government policy support are essential to strengthening multicultural education in the village.
PERAN BANI UMAYYAH DALAM PEMBENTUKAN TRADISI KEILMUAN PENDIDIKAN ISLAM Tambunan, Zulham Luthfi; Dedek, Rahmad; Ramedlon, Ramedlon
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.37723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran pendidikan Islam pada abad ke-19 dan seterusnya, serta menggambarkan profil pendidikan Islam pada masa kemunduran tersebut. Fokus utama penelitian ini adalah faktor sejarah, sosial, dan politik yang berperan dalam penurunan kualitas dan relevansi pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka, seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunduran pendidikan Islam disebabkan oleh perpecahan politik internal dunia Islam, pengaruh kebijakan kolonialisme yang mengutamakan pendidikan Barat, serta transisi pasca-kolonial yang kurang mendukung lembaga pendidikan Islam. Akibatnya, lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti pesantren dan madrasah kehilangan relevansi dan peran mereka dalam menghasilkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Pembelajaran agama lebih terisolasi dari perkembangan ilmu pengetahuan modern, sehingga menghambat kemajuan sosial, ekonomi, dan budaya umat Islam. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya reformasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu agama dengan sains dan teknologi, serta dukungan lebih besar dari pemerintah untuk revitalisasi lembaga pendidikan Islam agar mampu bersaing dalam era globalisasi dan teknologi modern.