Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tingkat Kepuasan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial terhadap Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Medan Area Selatan Tahun 2017 Nurul Riani Siregar; Elman Boy; Isti Ilmiati Fujiati; Desi Isnayanti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.876 KB) | DOI: 10.30596/anatomica

Abstract

Abstrak: Dukungan dan komitmen yang tinggi dari Pusat Kesehatan Masyarakat diperlukan untuk menciptakan layanan primer yang berkualitas bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Salah satu cara dalam menilai keberhasilan Puskesmas adalah tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta BPJS terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas Medan Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang menggunakan kuesioner terhadap 85 responden yaitu peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Medan Selatan. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan Customer Satisfaction Index (CSI). Berdasarkan metode CSI ditemukan bahwa tingkat kepuasan peserta BPJS dalam setiap dimensi keandalan 70,4%, daya tanggap 71,6%, jaminan 73,6%, tangible 69,4%, dan empati 73,8%. Simpulan, kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Medan Selatan (71,8%), skor ini dengan metode CSI adalah kategori puas. Namun, berdasarkan standar BPJS termasuk dalam kategori tidak puas.Kata kunci: BPJS kesehatan, kepuasan pasien, perawatan kesehatan, puskesmas. Customer Satisfaction Index of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial on Health Service at Puskesmas Medan Area Selatan in 2017 Abstract: The support and high commitment from Public Health Center are necessary needed to create quality primary service for Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Health participants. One that can assess the success of Public Health Center is the level of patient satisfaction. This research aimed to determine the level of BPJS participant satisfaction toward health services in South Medan Area health centers. This study used cross-sectional design with a questionnaire with 85 respondents that are BPJS Health participants in South Medan Area health centers. Data analysis technique using statistic descriptive and Customer satisfaction index (CSI).  Based on the method of CSI found that the level of satisfaction of BPJS participants in each dimension reliability 70.4%, responsiveness 71.6%, assurance 73.6%, tangible 69.4%, and empathy 73.8%.  Conclusion, Patient satisfaction in health care in South Medan Area health centers (71.8%), this score with CSI method are the satisfied category. However, based on BPJS standards included in the unsatisfied category.Keywords: BPJS Health, Health Care, Patient Satisfaction, Public Health Center
Efektifitas Peer Feedback Pada Pembelajaran Tutorial Problem Based Learning (PBL) Desi Isnayanti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v4i2.6922

Abstract

Masih banyak mahasiswa yang belum berperan aktif dalam diskusi tutorial. Hal ini mungkin dikarenakan feedback yang diberikan tutor belum efektif dan metode atau strategi pembelajaran mahasiswa yang kurang efektif. Peer Feedback dapat mendorong dan memotivasi mahasiswa pada pembelajaran tutorial PBL dengan mengetahui kemampuan atau usaha mereka pada proses tutorial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas peer feedback pada pembelajaran tutorial melalui pengukuran motivasi dan skor Maastricht-Peer Activity rating Scale (MPARS). Penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan metode one group pretest-posttest design. Intervensi peer feedback diberikan dengan menggunakan MPARS sebanyak 4 kali pada pembelajaran tutorial PBL. Populasi terdiri dari 98 mahasiswa tahun ketiga FK UMSU.  Metode penarikan sampel dengan systematic random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner motivasi (SMQ II) yang diberikan pada pre dan post intervensi. Uji analisis yang digunakan adalah uji t dan uji Friedman. Hasil analisis uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang bermakna motivasi pretest dan postest mahasiswa dengan nilai p= 0,000. Hasil analisis Friedman didapatkan perbedaan  yang bermakna skor MPARS antara intervensi 1, 2, 3, dan 4 dengan nilai p= 0,001. Hasil pemberian feedback dengan  M-PARS efektif dalam meningkatkan motivasi belajar di tutorial, hal ini karena adanya peningkatan motivasi belajar pada mahasiswa dan adanya peningkatan rerata M-PARS pada setiap intervensi.Kata kunci: peer feedback, M-PARS, motivasi belajar.
Perbandingan Kesiapan Belajar Mandiri Pada Setiap Angkatan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Fahrul Fadhli Panjaitan; Desi Isnayanti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.444 KB) | DOI: 10.30596/amj.v3i2.3471

Abstract

Abstrak: Problem based learning (PBL) menuntut mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kesiapan belajar mandiri-nya. Kesiapan belajar mandiri setiap mahasiswa berbeda-beda, dipengaruhi oleh faktor internal (jenis kelamin, usia, manajemen diri, cara belajar dan motivasi belajar instrinsik) dan faktor eksternal (lingkungan belajar, waktu belajar dan motivasi belajar ektrinsik). Melalui pendekatan PBL diharapkan pembentukan kesiapan belajar mandiri mahasiswa akan semakin meningkat pada setiap tahunnya. Maka dari itu peneliti ingin melakukan penelitian perbandingan kesiapan belajar mandiri pada setiap angkatan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, untuk mengetahui apakah semakin meningkat tingkatan mahasiswa memiliki kesiapan belajar mandiri yang baik pula. Tujuan: Mengetahui perbandingan kesiapan belajar mandiri pada setiap angkatan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional, dengan uji anova. Hasil: uji ANOVA didapatkan hasil p adalah 0,396 (p>0,05) yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna kesiapan belajar setiap angkatan. Kesimpulan: Perbedaan tingkat pendidikan (angkatan) tidak mempengaruhi nilai kesiapan belajar mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Kata Kunci: kesiapan belajar mandiri, self-directed learning readiness, problem-based learning.
Hubungan Kesiapan Belajar Mandiri terhadap Nilai Blok Pertama pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Tahun Ajaran 2018/2019 Rima Rahmi Putri Harahap; Desi Isnayanti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v4i1.4764

Abstract

Latar Belakang: Pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar mandiri yang dapat didukung oleh kesiapan belajar mandiri (SDLR). Tingkat SDLR dapat mempengaruhi dan memperkirakan keberhasilan belajar seseorang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 129 mahasiswa tahun pertama FK UMSU tahun ajaran 2018/2019 yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil: Sebagian besar mahasiswa memiliki skor SDLR tinggi dengan 97 mahasiswa, kemudian disusul dengan skor SDLR sedang sebanyak 32 mahasiswa (24,8%), dan tidak ada mahasiswa dengan skor SDLR rendah (0%). Dari nilai ujian akhir blok, sebagian besar siswa memperoleh prestasi lulus dengan jumlah 55 siswa (42,6%). Dari uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai P sebesar 0,568. Artinya tidak ada korelasi antara kesiapan belajar mandiri dengan skor blok pertama. Kesimpulan: Kesiapan belajar mandiri tidak ada hubungan dengan nilai blok I mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara tahun ajaran 2018/2019.Kata kunci: kesiapan belajar mandiri, pembelajaran mandiri, SDLR, prestasi belajar, skor blok pertama.
Pengaruh Problem Based Learning pada Proses Penalaran Klinik Desi Isnayanti
Buletin Farmatera Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.779 KB) | DOI: 10.30596/bf.v3i1.1671

Abstract

Penalaran klinik adalah proses kognitif atau berpikir dalam mengambil keputusan yang digunakan seorang dokter untuk mengevaluasi dan menangani pasien. Penalaran klinik merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang dokter. Melalui proses berpikir inilah, dokter akan membuat keputusan yang tepat dan mengambil tindakan yang terbaik dalam penanganan masalah pasien. Salah satu pembelajaran yang baik dalam pengembangan penalaran klinik adalah melalui metode adult learning, yaitu salah satunya dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Oleh karena, PBL dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah berupa kasus klinik atau masalah kesehatan lainnya, sehingga dapat juga mendorong kemampuan problem solving dan penalaran klinik mahasiswa. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar penalaran klinik dan hubungannya dengan Problem Based Learning.
Hubungan Antara Gangguan Pendengaran dengan Prestasi Akademik Siswa Kelas VI di Sekolah Dasar Muhammadiyah 8 Medan Tekto Yudo Frassetyo Darmito; Muhammad Edy Syahputra Nasution; Siti Masliana Siregar; Desi Isnayanti
Buletin Farmatera Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.768 KB) | DOI: 10.30596/bf.v3i2.1867

Abstract

Abstract : There are 278 million people affected by hearing loss in the world. The absorption of information by listening is greater than reading. Primary school students with hearing loss have difficulty in learning various aspects of verbal communication compared to normal children. The purpose of this study is to determine the relationship between the hearing loss with the achievement of grade 6 students of a primary school. This is an analytical study with a cross-sectional approach to 52 students. The data obtained from physical examination of the ear, tuning fork examination, pure tone audiometry examination, and student’s academic achievement report cards. Hearing function, degree of hearing loss, and academic achievement in each subject are described in descriptive statistics. Fisher exact test is used to find the relationship between hearing loss and academic achievement in every subject at school. There was a significant relationship between hearing loss and academic achievement based on Indonesian subjects (p = 0,013), English (p = 0,026), and mathematics (p = 0,007). There is a significant relationship between the hearing loss and the achievement of grade 6 students of the primary school.Keywords: academic achievement, hearing disorder, primary school
Preventif Stunting Sebelum 1000 Hari Pertama Kehidupan Dengan Menerapkan Prinsip 3 M (Mengenali, Mencegah, Menerapkan) Gebby Nusantara; Cut Mourisa; Desi Isnayanti
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Mereka masih mengabaikan pentingnya nutrisi yang didapatkan sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Selain nutrisi yang harus tercukupi, pemeriksaan kesehatan seperti antenatal care (ANC) penting dilakukan secara rutin dan tepat waktu sehingga tidak menimbulkan berbagai masalah kesehatan terutama stunting. Stunting adalah masalah kekurangan gizi pada anak yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Stunting dapat terjadi sejak janin hingga tanda akan nampak pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Untuk itu kegiatan pengabdian masyarakat ini direalisasikan dengan mewujudkan program intervensi stunting dengan menerapkan prinsip 3M (Mengenali, Mencegah, Menerapkan). Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mencegah stunting sejak dini. Metode yang dilakukan adalah dengan melibatkan langsung masyarakat setempat selama kegiatan berlangsung yaitu dengan penyuluhan stunting di Polindes. Dengan adanya program ini, masyarakat sadar akan pentingnya asupan nutrisi dan pemeriksaan kehamilan yang rutin dan terjadwal.
Edukasi Kesehatan Tentang Penyakit Demam Tifoid Pada Anak MDTA Ar-Ridha Muhammad Ramadhani; Desi Isnayanti; Cut Mourisa
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Tifoid atau thypus abdominalis merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi atau Salmonella parathypi. Penyakit yang biasanya dikenal dengan sebutan Tipes atau thypus ini sangat berkaitan erat dengan higiene seseorang dan sanitasi lingkungan, seperti higiene perorangan yang rendah, lingkungan yang kotor, kebersihan tempat-tempat umum yang kurang serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung untuk hidup sehat. Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan terutama dalam melakukan upaya pecegahan sehingga terhindar dari penyakit demam tifoid. Metode: Sosialisasi dengan memberikan edukasi melalui media cetak (poster) kepada peserta MDTA Ar-Ridha.
Skrining Pengetahuan Ibu Mengenai Kebutuhan Gizi Balita di Lingkungan IV, V dan VI Kelurahan Kampung Baru Zidan Imana Putra Fauzi; Desi Isnayanti
Azkayra: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Sosial Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Azkayra: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55311/azkayra.v1i1.15

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan global yang serius, terutama di negara-negara berkembang. Stunting adalah kondisi ketika pertumbuhan fisik anak terhambat sehingga anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari yang seharusnya untuk usianya. Pentingnya skrining pengetahuan tentang gizi anak pada ibu sangatlah mendasar karena ibu memiliki peran sentral dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Skrining yang efektif dapat memberikan informasi awal tentang risiko stunting pada anak, memungkinkan intervensi yang tepat waktu, dan pencegahan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu mengenai kebutuhan gizi pada balita dan mengidentifikasi dampaknya pada perkembangan anak. Skrining pengetahuan melalui wawancara dari rumah ke rumah. Kuesioner yang ditanyakan mengarah pada gambaran pengetahuan yang dimiliki oleh ibu dari balita. Dari beberapa sampel di temukan bahwa tingkat pengetahuan ibu terhadap kebutuhan gizi balita masih tergolong rendah. Data menunjukkan pentingnya skrining pengetahuan ibu tentang kesehatan balita. Ada variasi signifikan dalam tingkat pengetahuan ibu, dari yang baik hingga yang perlu ditingkatkan. Hal ini menggaris bawahi kebutuhan akan program edukasi yang sesuai untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang isu-isu   kesehatan anak-anak. Keyword : Skrining, Gizi, Tingkat Pengetahuan, Balita .