Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study

Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Siswa Sekolah Menengah Atas Moulita, Moulita
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 5, No 1 (2019): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i1.2261

Abstract

The objective of the research is to find out how the intercultural communication competence possessed by the students of Sultan Iskandar Muda High School Medan. Through qualitative approach by applying case study method, the problem in this research will be answered by using an intercultural communication competence model developed by Chen and Starosta which consists of three components: affective, cognitive, and behavioral. The results of the study shows that the research subjects in general have had intercultural communication competence especially on elements: cultural knowledge, self-concept, open-mindedness, nonjudgmental, social relaxation, interaction management, and social skills.Keywords: intercultural communication competence, students, Sultan Iskandar Muda High School
Persepsi Remaja terhadap Konten Prank di Media Sosial Moulita Moulita
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 2 (2021): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i2.4882

Abstract

Beberapa jenis konten prank yang diajukan dalam penelitian ini adalah prank gembel/ pengemis, prank ojol, prank tes kejujuran, prank giveaway, prank di tempat umum/wisata, prank teman/keluarga, prank gold digger, prank melibatkan polisi, prank bom, dan prank horor. Penelitian ini dilakukan bertujuan  memperoleh gambaran tentang persepsi remaja mengenai konten prank di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Responden penelitian adalah para pelajar Sekolah Menengah Atas di Kota Medan yang berjumlah 200 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui aplikasi Google Form. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain konten prank yang paling disukai adalah prank tes kejujuran, prank giveaway, prank gembel/pengemis, serta prank teman/keluarga. Jenis-jenis konten prank yang tidak disukai adalah prank bom, prank yang melibatkan polisi, prank ojek online, dan prank gold digger. Persepsi terhadap nilai-nilai positif yang terdapat dalam konten prank menurut responden adalah kedermawanan, kesetiakawanan, serta pantang menyerah, sementara persepsi mengenai nilai negatif antara lain merugikan orang lain, memberi contoh buruk, dan dapat menimbulkan kemarahan. Kesimpulan yang diperoleh bahwa Konten prank dikemas sedemikian rupa untuk memberikan hiburan bagi para penontonnya, diperlukan kebijaksanaan dan kecerdasan semua pihak dalam mengakses dan memproduksi konten yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi khalayak dan masyarakat.
Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Siswa Sekolah Menengah Atas Moulita Moulita
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 1 (2019): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i1.2261

Abstract

The objective of the research is to find out how the intercultural communication competence possessed by the students of Sultan Iskandar Muda High School Medan. Through qualitative approach by applying case study method, the problem in this research will be answered by using an intercultural communication competence model developed by Chen and Starosta which consists of three components: affective, cognitive, and behavioral. The results of the study shows that the research subjects in general have had intercultural communication competence especially on elements: cultural knowledge, self-concept, open-mindedness, nonjudgmental, social relaxation, interaction management, and social skills.Keywords: intercultural communication competence, students, Sultan Iskandar Muda High School
KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE DI KOTA MEDAN Moulita; Mazdalifah; Fatma Wardy Lubis
JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v9i2.10063

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis kekerasan berbasis gender online (KBGO) serta respons pengguna media sosial di Kota Medan terhadap perilaku kekerasan yang mereka terima. Populasi dalam penelitian adalah warga Kota Medan berusia 15 – 64 tahun. Sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan presisi 7% sehingga diperoleh sampel berjumlah 200 orang. Sampel penelitian dipilih secara purposif yaitu mereka yang pernah mengalami kekerasan online. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui aplikasi Google Form pada bulan Juli 2021. Penelitian menerapkan teknik analisis data deskriptif. Jenis KBGO yang paling banyak diterima oleh responden adalah cyberstalking yaitu pelaku mengawasi atau menguntit kegiatan responden melalui media sosial, komentar kasar di media sosial, serta impersonasi yaitu pelaku menyamar dengan nama atau identitas orang lain yang aktif secara online untuk tujuan menyakiti, mengintimidasi, menipu, atau mengancam responden. Sikap terbanyak responden terhadap perilaku kekerasan online tersebut adalah memblokir akun pelaku, dan mendiamkan saja. Responden paling sering mendapatkan kekerasan online melalui Platform Instagram, Facebook, dan WhatsApp.