Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penguatan Ekosistem Wirausaha Masyarakat Melalui Kolaborasi, Seminar Wirausaha dan Pembuatan NIB Di Desa Rada Kabupaten Bima Juryatina, Juryatina; Ruwaidah, Ruwaidah; Ekahidayatullah, M.; Nurhidayatika, Nurhidayatika
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i4.1273

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem wirausaha masyarakat di Desa Rada, Kabupaten Bima, melalui kolaborasi, seminar wirausaha, dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Desa Rada memiliki potensi besar dalam sektor wirausaha, namun pengembangan usaha masyarakat masih terkendala oleh kurangnya pengetahuan tentang manajemen usaha, akses legalitas, dan jaringan pemasaran. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif diperlukan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, seminar wirausaha, dan pendampingan langsung kepada masyarakat dalam proses pembuatan NIB. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya legalitas usaha, sementara seminar wirausaha difokuskan pada peningkatan keterampilan manajemen usaha, strategi pemasaran, dan pengelolaan keuangan. Selain itu, pendampingan pembuatan NIB dilakukan secara teknis untuk memastikan pelaku usaha memiliki dokumen legal yang diperlukan. Kegiatan melibatkan 30 peserta. Hasil pengabdian menunjukan adanya peningkatan pemahaman dalam pengelolaan usaha (15%), pemasaran digital (25%), dan inovasi produk (20%), sebagaimana diukur melalui analisis pretest dan posttest. Sebanyak 15 rencana bisnis disusun oleh peserta, dengan fokus pada usaha lokal seperti kerajinan kuliner khas dan lainnya. Pendampingan intensif selama dua minggu membantu 10 usaha kecil menerapkan strategi baru, meningkatkan penjualan hingga 50%, serta memfasilitasi pembuatan Nomor ijin berdagang (NIB) untuk memberikan legalitas dan akses layanan usaha. Program ini menunjukkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam menciptakan ekosistem wirausaha yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat Desa Rada secara ekonomi.
Urgensi Peningkatan Literasi Biologi di Bima sebagai Upaya Perlindungan Sumber Daya Alam Ekahidayatullah, M.
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2025): Pedagogos : Jurnal Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/https://doi.org/10.33627/gg.v6i2

Abstract

Bima, sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam, menghadapi tantangan serius akibat degradasi lingkungan, seperti pembukaan lahan tanpa perencanaan, erosi, dan banjir. Minimnya literasi biologi di masyarakat menjadi salah satu penyebab utama permasalahan ini, karena kurangnya pemahaman terhadap ekosistem dan pentingnya konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti urgensi peningkatan literasi biologi di Bima sebagai upaya perlindungan sumber daya alam. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian pustaka sebagai sumber data utama. Analisis data dilakukan melalui sintesis literatur terkait pendidikan biologi, pelestarian lingkungan, dan kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi biologi berperan strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan lingkungan melalui pendekatan edukasi, partisipasi pemuda, teknologi, dan integrasi kearifan lokal. Upaya kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dinilai krusial untuk memastikan keberlanjutan pelestarian lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi biologi yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan dan program berbasis komunitas sebagai strategi untuk menghadapi tantangan lingkungan di Bima.
Urgensi Peningkatan Literasi Biologi di Bima sebagai Upaya Perlindungan Sumber Daya Alam Ekahidayatullah, M.
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2025): Pedagogos : Jurnal Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/https://doi.org/10.33627/gg.v6i2

Abstract

Bima, sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam, menghadapi tantangan serius akibat degradasi lingkungan, seperti pembukaan lahan tanpa perencanaan, erosi, dan banjir. Minimnya literasi biologi di masyarakat menjadi salah satu penyebab utama permasalahan ini, karena kurangnya pemahaman terhadap ekosistem dan pentingnya konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti urgensi peningkatan literasi biologi di Bima sebagai upaya perlindungan sumber daya alam. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian pustaka sebagai sumber data utama. Analisis data dilakukan melalui sintesis literatur terkait pendidikan biologi, pelestarian lingkungan, dan kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi biologi berperan strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan lingkungan melalui pendekatan edukasi, partisipasi pemuda, teknologi, dan integrasi kearifan lokal. Upaya kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dinilai krusial untuk memastikan keberlanjutan pelestarian lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi biologi yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan dan program berbasis komunitas sebagai strategi untuk menghadapi tantangan lingkungan di Bima.
Development of Artificial Intelligence (AI)-Based Digital Evaluation Applications to Improve Quality of Feedback for PGSD Students’ Formative Juryatina, Juryatina; Imammuddin, Muh. Rukhi; Nasir, Muh.; Azmin, Nikman; Ekahidayatullah, M.; Agustiarrahman, Agustiarrahman
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 4 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i4.9526

Abstract

The objective of this study was the development and implementation of an artificial intelligence (AI)–based digital assessment application to improve the quality of formative feedback for students of the Primary School Teacher Education (PGSD) Program at Nggusuwaru University. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which included needs analysis, design, development, limited implementation, and evaluation. Expert validation placed the application in the “valid” category (mean score 3.31), while practicality testing by lecturers and students produced a mean score of 3.20 (“practical”). Pretest–posttest effectiveness testing in two classes (n = 40) showed a significant improvement in learning outcomes (increase of 6–7 points; p < 0.05). The quality of formative feedback was also rated positively by students, with an average response time of 4–5 seconds and perception scores above 3.2. System log analysis during two weeks of implementation recorded an average session duration of 9–10 minutes, page load times of under 3 seconds, an error rate reduction from 4.5% to 3.8%, and uptime over 98%, indicating good system stability. Qualitative findings supported the quantitative results, showing that the application accelerated formative feedback but still required refinement of feedback language and performance optimization under low-network conditions. These findings indicate that the AI-based digital assessment application is feasible for supporting formative evaluation of PGSD students and has the potential for wider implementation in higher education.
Evaluasi Praktik Asesmen Diagnostik IPA Untuk Mengidentifikasi Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar Juryatina, Juryatina; Haris, Abdul; Uyun, Nurul; Ekahidayatullah, M.
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1722

Abstract

Diagnostic assessment is a crucial component of the learning process to identify students’ understanding gaps from the outset. However, in elementary schools, its implementation is often limited to conventional written tests that do not fully reflect students' learning needs. This study aims to describe the implementation of diagnostic assessment in science learning for fifth-grade students at SDN Jala, Bima Regency. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. Thematic analysis was used to uncover patterns and significant findings related to assessment practices. The results indicate that diagnostic assessments were conducted through oral questions and initial learning tasks, but not in a systematic or in-depth manner. Teachers tend to rely on general initial evaluations without using structured instruments to identify misconceptions or individual student needs. These findings highlight the need for teacher training and capacity building in designing and applying more effective diagnostic assessments. The results are essential as a basis for improving the quality of science learning through assessments that can accurately portray students’ readiness and understanding at the beginning of instruction.
Kolaborasi Social Emotional Learning (SEL) dan Experiential Learning: Dampaknya Terhadap Keterlibatan Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas Ekahidayatullah, M.; Azriansah, Muhammad; Juryatina, Juryatina
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1788

Abstract

Keterlibatan belajar siswa merupakan faktor kunci dalam efektivitas proses pendidikan, namun data nasional dan lokal menunjukkan tingkat keterlibatan yang masih rendah, terutama di wilayah non-perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kolaborasi pendekatan Social Emotional Learning (SEL) dan Experiential Learning terhadap keterlibatan belajar siswa SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan model non-equivalent control group design, melibatkan dua kelas XI IPA di SMA Negeri 3 Bolo, masing-masing berjumlah 30 siswa. Kelompok eksperimen menerima perlakuan pembelajaran berbasis kombinasi SEL dan experiential learning, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui angket keterlibatan belajar, lembar observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji-t independen, analisis tematik, dan triangulasi data. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor keterlibatan belajar siswa kelompok eksperimen (M = 72.63) secara signifikan lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (M = 68.27), dengan nilai signifikansi p = 0.005 dan effect size (Cohen’s d) sebesar 0.71. Observasi menunjukkan peningkatan keterlibatan, terutama pada dimensi perilaku dan emosional. Wawancara mengungkapkan bahwa siswa merasa lebih termotivasi, nyaman, dan mampu mengelola emosi selama pembelajaran.
Bioaktivitas Ekstrak Teripang Pasir (Holothuria scabra) Pulau Sumbawa Sebagai Kandidat Bahan Farmasi Alami Nehru, Nehru; Nasir, Muh.; Ekahidayatullah, M.
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3945

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi potensi antibakteri fraksi ekstrak teripang pasir (Holothuria scabra) asal perairan Sumbawa terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Senyawa bioaktif diisolasi melalui ekstraksi bertingkat menggunakan heksana, etil asetat, etanol, butanol, aseton, dan air. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram, dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditetapkan untuk fraksi yang paling aktif. Hasil menunjukkan variasi aktivitas yang bergantung pada jenis pelarut. Terhadap E. coli, fraksi butanol memberikan hambatan paling kuat dan konsisten (21,75–24,5 mm), mendekati kontrol positif, diikuti fraksi etil asetat dan etanol yang menunjukkan aktivitas sedang namun bervariasi (10,5–24,75 mm). Fraksi non-polar seperti heksana hanya menghasilkan hambatan lemah (4,5–5,5 mm), sementara fraksi air dan aseton memberikan efek minimal. Sebaliknya, S. aureus jauh lebih sensitif. Fraksi etanol menghasilkan zona hambat 34,75 mm, setara dengan kontrol positif, sedangkan fraksi butanol (26,95 mm) dan etil asetat (27–29 mm) juga menunjukkan aktivitas kuat. Fraksi heksana, air, dan aseton tetap berada pada kategori lemah. Secara keseluruhan, potensi antibakteri meningkat seiring meningkatnya polaritas pelarut, menegaskan bahwa senyawa aktif utama teripang pasir—seperti saponin, sterol, dan lipid polar—terkonsentrasi pada fraksi polar dan semi-polar. Temuan ini memperkuat bahwa Holothuria scabra memiliki potensi kuat sebagai sumber alami agen antimikroba, terutama terhadap bakteri Gram positif.
Evaluation of Science Learning through Artificial Intelligence-Based Formative Feedback among Primary School Teacher Education Students Muh Nasir; Juryatina Juryatina; Mei Indra Jayanti; M Ekahidayatullah
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.20462

Abstract

This study examines the use of Artificial Intelligence (AI)-based formative feedback in the evaluation of science (IPA) learning among Primary School Teacher Education (PGSD) students. It addresses the limitations of conventional evaluation, particularly delayed feedback and the limited opportunities for conceptual correction in science learning. The study employed a mixed-methods approach with an explanatory sequential design; the quantitative component used a one-group pretest–posttest pre-experimental design without a control group, involving 40 students across two classes. The intervention used a web-based AI-driven digital evaluation application that generated generative and personalized feedback. Quantitative data were collected through pretest–posttest scores and a questionnaire, while qualitative data were obtained through interviews and system log analysis. The results show a statistically significant increase in learning-outcome scores after implementation, with a moderate improvement (6–7 points) and a medium effect size (Cohen's d = 0.65). The quality of AI-based feedback was categorized as good (mean = 3.13), particularly in terms of speed and usefulness, with a response time of less than five seconds. Qualitative findings indicate that immediate feedback supported conceptual understanding, helped identify misconceptions, and encouraged reflective learning behavior; however, limitations were found in feedback clarity and network stability. Because of the absence of a control group, this improvement cannot be fully attributed to AI feedback. The findings are preliminary and context-bound, yet indicate a positive contribution of AI-based formative feedback as an adaptive evaluation tool that needs to be tested with stronger designs.
Model Pendampingan Digital Marketing Berbasis 4P Bagi Pelaku Usaha Kecil Desa Rada M. Ekahidayatullah; Juryatina Juryatina; Muh. Nasir; Nurul Uyun; Sukarni Sukarni; Nehru Nehru
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i4.2564

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku usaha kecil di Desa Rada dalam memanfaatkan digital marketing secara sederhana dan kontekstual melalui penerapan Model Pendampingan Digital Marketing 4P. Model ini terdiri atas empat tahapan, yaitu pengenalan, praktik, pendampingan, dan pemantapan, yang dirancang secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi dasar, praktik langsung pembuatan konten promosi, pendampingan perbaikan konten, serta penguatan melalui simulasi penerapan mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami alur dasar digital marketing, menghasilkan konten promosi sederhana, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan untuk menerapkan pemasaran digital secara mandiri. Pendekatan pendampingan berbasis praktik terbukti lebih efektif dibandingkan pelatihan satu arah karena mendorong keterlibatan aktif dan pembelajaran kontekstual. Kegiatan ini memberikan implikasi positif terhadap pengembangan usaha kecil berbasis produksi lokal dan berpotensi untuk direplikasi pada desa lain dengan karakteristik serupa. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pendampingan lanjutan dan monitoring berkala guna mendukung keberlanjutan penerapan digital marketing oleh pelaku usaha kecil.
Microbiological Assessment of Street Foods: Detection of Staphylococcus aureus and Salmonella spp Using Selective Culture Methods Liss Dyah Dewi Arini; M. Ekahidayatullah; Annisa Rahmawati; Anggraini Sih Prabandari; Mahjanah Husein
Biosel Biology Science and Education Vol. 15 No. 2 (2026): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/bs.v15i2.13806

Abstract

Food safety remains a major public health concern due to the risk of contamination by pathogenic microorganisms. Street food, which is widely consumed, has a high potential for microbiological contamination due to inadequate hygiene and sanitation practices. This study aimed to detect and estimate the presence of presumptive Staphylococcus aureus and presumptive Salmonella spp. in street food samples. A quantitative descriptive laboratory approach was employed using the spread plate method on selective media, namely Mannitol Salt Agar (MSA) and Sorbitol MacConkey Agar (SMAC). Ten types of street food samples were analyzed using serial dilutions (10⁻¹, 10⁻², and 10⁻³) with duplicate treatments. The results showed that most samples exhibited high levels of microbial contamination, with Total Plate Count (TPC) values ranging from 0 to 2.16 × 10⁶ CFU/g. Several samples exceeded the maximum microbial contamination limit of 10⁴ CFU/g established by the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM). The presence of colonies morphologically identified as presumptive Staphylococcus aureus and presumptive Salmonella spp. indicates potential contamination by pathogenic bacteria. These findings suggest that street food may pose a risk to public health if hygiene and sanitation practices are not properly maintained. Therefore, improved food handling practices and monitoring are necessary to ensure food safety. Keywords: Food Safety, Street Food, Staphylococcus aureus, Salmonella spp., Total Plate Count, Microbial Contamination