Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi Life Review Therapy dengan Modifikasi Puzzle untuk Pemeliharaan Fungsi Koqnitif Lansia Ausrianti, Rizka; Kontesa, Meria; Putri, Peni Deka; Oswi, Dindry Dinah; Desi, Dzakiyah Azzahra Hasan
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5047

Abstract

Lanjut usia didefinisikan sebagai individu yang berada dalam tahapan usia late adulthood, juga dikenal sebagai tahapan dewasa akhir, dengan kisaran usia dari 60 tahun ke atas. Tubuh akan mengalami berbagai masalah kesehatan atau penyakit degenerative seiring bertambahnya usia. Salah satu penyakit degenerative yang paling umum adalah demensia, yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif di seluruh tubuh secara bertahap dan berdampak pada aktifitas kehidupan sehari-hari (AKS). Demensia memang tidak bisa dicegah tetapi ada salah satu cara yang bisa dilakukan untuk pemeliharaan fungsi kognitif pada lansia, yaitu dengan menyusun puzzle yang didesain khusus untuk memelihara fungsi kognitif adalah puzzle yang dimodifikasi menggunakan dengan mengacu pada metode life review therapy. Permasalahan: berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi pengabdi, permasalahan yang di alami saat ini yaitu: kurangnya pemahaman lansia dan keluarga terkait pertumbuhan dan perkembangan lansia serta proses degenerative yang dialami lansia dan stimulasi perkembangan lansia, belum optimalnya program posyandu yang telah dilakukan di wilayah kerja puskesmas kuranji serta tingginya angka kejadian lansia yang mengalami demensia yaitu sebanyak 71 %. Solusi : Peningkatan pemahaman lansia dan keluarga melalui kegiatan edukasi terkait pertumbuhan dan perkembangan lansia serta proses degenerative yang dialami lansia dan stimulasi perkembangan lansia, mengembangkan program stimulasi kognitif lansia terutama stimulasi kognitif dengan permaninan modifikasi puzzle. Edukasi di hadiri oleh 27 orang lansia dan 25 orang keluarga yang merawat lansia. Kegiatan dimulai dari tahap penyusunan proposal, perizinan dan persiapan pada bulan Juni – Desember 2024. Sebelum dilakukan sosialisasi dan latihan didapatkan bahwa sebahagian besar pengetahuan orang tua yaitu 52 % cukup, dan setelah diberikan edukasi yaitu 60 % baik. Terdapat penurunan rerata demensia pada lansia dengan adanya life review therapy modifikasi puzzle dengan rerata pretest menunjukkan 19 dan postest menunjukkan 24. Diharapkan life review therapy dengan modifikasi puzzle dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas untuk mengatasi masalah kemandirian lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif.
Pengelolaan Penyakit Tidak Menular (Diabetes Melitus) melalui Program ”MASDARIN” (Masyarakat Sadar DM Secara Independen)” Efendi, Zulham; Adha, Dedi; Edyyul, Ilham Akerda; Desi, Dzakiyah Azzahra Hasan; Johanda, Aknes Putri; Azmir, Agung Putri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5368

Abstract

Peran sentral tenaga kesehatan dalam pengelolaan penderita diabetes tipe 2 di Indonesia masih lebih diutamakan daripada perawatan berpusat pada pasien, keluarga, dan masyarakat. Orang-orang yang menderita diabetes melitus tipe 2 dan anggota keluarganya terus dianggap sebagai objek yang tidak bergerak dan bukan sebagai mitra dalam pengobatan. Pasien dan keluarga mereka, termasuk nilai, budaya, dan spiritualitas, belum memiliki kesempatan untuk membuat keputusan penting seperti meminum obat. Pengelolaan diabetes melitus tipe 2 menjadi lebih buruk dan belum tuntas. Melalui program MASDARIN, penting untuk mendorong masyarakat untuk mengelola diabetes secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan mendampingi komunitas di mana anggota keluarganya berada. Hasil pendampingan melalui program MASDARIN menghasilkan peningkatan pemahaman keluarga dan penderita DM tentang DM dan cara pengendaliannya; peningkatan pelibatan aktif anggota keluarga; kemampuan keluaraga untuk memilih pilihan yang lebih baik; dan peningkatan rasa nyaman klien karena dikelola oleh orang yang sangat dikenal dan dekat dengan klien, seperti pasangan hidup (suami-istri) dan anak dewasa yang sangat memahami sifat dan sifat individu yang menderita DM. Disarankan untuk menyebarkan program MASDARIN ke komunitas yang lebih luas dan memberikannya kepada orang-orang yang memiliki diabetes awal.