KUSUMADEWA, BAGUS SURYA
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASPEK PSIKIATRI TRADISI OMED OMEDAN DI BANJAR KAJA, KELURAHAN SESETAN, KOTA DENPASAR KUSUMADEWA, BAGUS SURYA; KURNIAWAN, I GDE YUDHI; MAHARDIKA, I KOMANG ANA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3443

Abstract

The Omed-Omedan tradition is a unique cultural practice originating from Banjar Kaja, Denpasar, Bali. Held annually the day after Nyepi, this tradition involves young men and women in a ritual of mutual pulling, believed to strengthen communal bonds and foster community mental resilience. This study aims to explore the psychiatric aspects of the Omed-Omedan tradition, highlighting the social, emotional, and spiritual impacts of participation in this activity. Beyond fostering closeness among residents, the tradition serves as a means for individuals to develop self-control, identity, and maturity. A holistic cultural psychiatry approach is applied to understand the tradition's influence on participants' mental health. ABSTRAKTradisi Omed-Omedan merupakan salah satu tradisi unik yang berasal dari Banjar Kaja, Denpasar, Bali. Dilaksanakan sehari setelah Hari Raya Nyepi, tradisi ini melibatkan pemuda-pemudi dalam ritual tarik-menarik yang diyakini dapat mempererat kebersamaan dan menguatkan mentalitas komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspek psikiatri yang terdapat dalam tradisi Omed-Omedan, serta menyoroti dampak sosial, emosional, dan spiritual dari partisipasi dalam kegiatan ini. Tradisi ini tidak hanya menciptakan kedekatan antarwarga tetapi juga melatih pengendalian diri serta menumbuhkan identitas dan kedewasaan pada pesertanya. Pendekatan psikiatri budaya yang holistik diterapkan untuk memahami pengaruh tradisi ini terhadap kesehatan mental peserta.
PENILAIAN SKOR PANSS DAN WHOQOL-BREF PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN REGIMEN PENGOBATAN ANTIPSIKOTIK YANG BERBEDA: STUDI DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI ARYDA, LUH NYOMAN TRIWIDAYANI; MAHARDIKA, I KOMANG ANA; KUSUMADEWA, BAGUS SURYA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3846

Abstract

Schizophrenia is a complex mental disorder that affects thoughts, perceptions, emotions, and behaviors, having a significant impact on individuals, families, and health systems. This study aims to evaluate the relationship between demographic characteristics, schizophrenia subtypes, comorbidities, and antipsychotic treatment regimens with the severity of schizophrenia symptoms using the PANSS scale and the quality of life of patients using WHOQOL-BREF. The study was conducted descriptively analytically with a cross-sectional approach on 88 schizophrenia patients at the Bali Mental Hospital. The results showed that the majority of patients were in the normal PANSS category (55.7%) and had quality of life at the intermediate functioning level (58%). Gender factors and comorbidities had a significant relationship with PANSS scores, while schizophrenia subtype factors and treatment regimen did not show a significant effect. Patients without comorbidities and using a combination of more than two antipsychotics tend to have a better quality of life. These findings emphasize the importance of a multidisciplinary approach, including comorbidity management, to improve clinical outcomes and quality of life of schizophrenia patients. ABSTRAKSkizofrenia merupakan gangguan mental kompleks yang memengaruhi pikiran, persepsi, emosi, dan perilaku, memberikan dampak signifikan pada individu, keluarga, dan sistem kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara karakteristik demografi, subtipe skizofrenia, penyakit penyerta, dan regimen pengobatan antipsikotik dengan keparahan gejala skizofrenia menggunakan skala PANSS serta kualitas hidup pasien menggunakan WHOQOL-BREF. Studi dilakukan secara deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 88 pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Bali. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada dalam kategori PANSS normal (55,7%) dan memiliki kualitas hidup pada tingkat intermediate functioning (58%). Faktor jenis kelamin dan penyakit penyerta memiliki hubungan signifikan terhadap skor PANSS, sedangkan faktor subtipe skizofrenia dan regimen pengobatan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Pasien tanpa penyakit penyerta dan menggunakan kombinasi lebih dari dua antipsikotik cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin, termasuk pengelolaan komorbiditas, untuk meningkatkan hasil klinis dan kualitas hidup pasien skizofrenia.
Hubungan Tingkat Stres, Academic Burnout, dan Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Bendesa, I Wayan Surya Surya Adi Pradhana; Syuhada, Irwan; Ruqayyah, Siti; Kusumadewa, Bagus Surya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18874

Abstract

ABSTRACT Sleep quality is an important aspect of an individual's health. However, decreased sleep quality among young adults, including medical students with high learning intensity has become an increasing global health problem. Factors such as stress levels, academic burnout, and smartphone addiction are known to play a role in sleep loss. High stress levels and burnout symptoms due to academic demands lead to fatigue, while excessive smartphone use can worsen sleep quality. This research aims to analyze the relationship of stress level with sleep quality, academic burnout with sleep quality, and smartphone addiction with sleep quality in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University. This research is a quantitative observational analytic with a cross-sectional research design. The sampling technique was carried out by stratified random sampling with a total sample of 83 respondents. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance value limit of p-value <0.05. The majority of respondents had poor sleep quality (68.7%), mild stress level (45.8%), low academic burnout (66.3%), and smartphoneaddiction (65.1%). Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between stress level and sleep quality (p=0.001), academic burnout and sleep quality (p=0.001), and smartphone addiction and sleep quality (p=0.001) in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University. There is a significant relationship between stress level, academic burnout, and smartphone addiction with sleep quality in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University. Keywords: Sleep Quality, Stress Levels, Academic Burnout, Smartphone Addiction.  ABSTRAK Kualitas tidur merupakan aspek penting bagi kesehatan individu. Penurunan kualitas tidur di kalangan dewasa muda, termasuk mahasiswa kedokteran dengan intensitas pembelajaran yang tinggi telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat. Faktor-faktor seperti tingkat stres, academic burnout, dan kecanduan smartphone diketahui berperan dalam penurunan kualitas tidur. Tingkat stres yang tinggi dan gejala burnout akibat tuntutan akademik menyebabkan kelelahan, sementara penggunaan smartphone yang berlebihan dapat memperburuk kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur, academic burnout dengan kualitas tidur, dan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Penelitian ini merupakan kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 83 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank spearman dengan batas nilai signifikansi p-value < 0.05. Mayoritas responden memiliki kualitas tidur buruk (68.7%), tingkat stres ringan (45.8%), academic burnout rendah (66.3%), dan kecanduan smartphone (65.1%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan kualitas tidur (p=0.001), academic burnout dengan kualitas tidur (p=0.001), dan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur (p=0.001) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Terdapat hubungan antara tingkat stres, academic burnout, dan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Tingkat Stres, Academic Burnout, Kecanduan Smartphone