Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Influence of sulfuric acid concentration on the surface roughness of titanium alloy plates Fantastika, Adela Dayu; Suwandi, Trijani; Putri, Tansza Setiana
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 10, No 2 (2024): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/majkedgiind.93789

Abstract

The surface roughness of an implant material (titanium alloy) is an important factor in optimizing osseointegration. Various efforts have been made to optimize the roughness of implant materials, such as acid etching. Previous research showed etching with sulfuric acid ((H2SO4)) at a temperature of 60 °C for 60 minutes could increase roughness. However, further research is needed regarding the concentration of H2SO4 that can optimize surface roughness. This research aimed to determine the concentration of H2SO4 that can be used to obtain optimal roughness. This study used a pre-test and post-test group design by immersing titanium alloy plates in a solution of saline water (negative control), 12.17 M HCl (positive control), and (H2SO4) at various concentrations, namely 6.94 M, 9 M, and 11.06 M for 60 minutes at 60 °C. Next, a surface roughness test and Scanning Electron Microscopy (SEM) were carried out. The research results were analyzed statistically using the Shapiro-Wilk, Wilcoxon, Kruskal-Wallis, and Mann-Whitney tests. The results showed that in the (H2SO4) group, there were significant differences before and after treatment (p < 0.05). The higher the concentration of (H2SO4) used, the higher the surface roughness value. The SEM test showed that the group with a higher (H2SO4) concentration had a rougher topography and more visible grooves. In conclusion, etching with (H2SO4) can increase the surface roughness of titanium alloys, and (H2SO4) at a concentration of 11.06 M led to the highest roughness value in this study.
Hubungan Kasus Demam Berdarah Dengue dengan Angka Bebas Jentik Tahun 2023 dan 2024 (Kajian di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan) Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Widyanto, Susilo; Andika, Steve Yosua; Tjingson, Natalia; Fantastika, Adela Dayu; Cikagri, Alifia Adinda; Tirtania, Carinna; Mulia, Maria Gresela; Nathania, Sabrina; Wongkar, Michelle Alicia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4128

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang menjadi perhatian khusus bagi Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan karena jumlah kasus yang meningkat dari tahun 2023 menjadi 2024. Dalam menanggulangi masalah tersebut, salah satu upaya yang digencarkan pada masyarakat adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Melalui PSN, puskesmas mengajak masyarakat dan kader untuk mengontrol nyamuk yang menjadi reservoir penyakit DBD. Salah satu indikator pengendalian nyamuk penyebab DBD yang dicatat melalui PSN adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) yang didefinisikan sebagai persentase rumah bebas jentik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ABJ dengan kasus demam berdarah (DBD) yang tercatat pada tahun 2023 dan 2024 di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Metode: Desain studi pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Data sekunder pada penelitian ini merupakan hasil rekap penyakit pada tahun 2023 dan 2024, dilengkapi hasil wawancara dengan petugas pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) DBD di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Hasil: Jumlah kasus DBD yang ditemukan di Puskesmas Grogol Petamburan sebanyak 56 kasus pada tahun 2023 dan 253 kasus pada 2024. Surveilans juga mencatat ABJ pada kedua tahun dengan rata-rata persentase sebesar 99,02% dan 99,1% secara berurutan. Hasil uji korelasi tidak menemukan adanya hubungan antara DBD dengan ABJ, baik pada tahun 2023 maupun 2024. Kesimpulan: Angka kasus DBD tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan naik atau turunnya angka ABJ di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan.