Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Accuracy of Detection and Diagnosis of Oral Lesions by Clinical Dental Students Tirtania, Carinna; Priandini, Dewi; Nadiah, Najla; Gunardi, Indrayadi; Sathyamoorthy, Hrishikesh
Journal of Dentistry Indonesia Vol. 31, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: To determine the accuracy of diagnosing oral lesions through clinical photos taken by clinical dental students (CDS). Methods: The observational analytic study was conducted on 100 CDS to evaluate 140 clinical photos of oral lesions. The gold standard was evaluated by three oral medicine specialists. Data analysis will be performed using accuracy and kappa tests. Results: The accuracy rate of lesion detection in CDS is high (88.55%) with substantial agreement (κ = 0.66). However, the accuracy rate of diagnosis is low (38.21%) with no agreement (κ = -0.30). Participation in the clinical Oral Medicine module positively influenced detection accuracy, with the highest rate among students who had completed the module (96.18%). However, diagnostic accuracy remained low across all groups. Conclusion: CDS demonstrates good detection abilities but struggles with accurate diagnosis. Participation in the clinical Oral Medicine module is beneficial for improving detection abilities. Further efforts are needed to enhance diagnostic skills and ensure that CDS are well-prepared for clinical practice.
Availability, type, brand, and price as preference of shade matching tools for dentists in Jakarta’s dental sector: a cross-sectional study Octarina, Octarina; Tirtania, Carinna; Maringka, Stella Maria Fidela; Rinanti, Astri; Razak, Fathilah Abdul
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 37, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v37i3.63476

Abstract

Introduction: Shade selection in aesthetic dental procedures remains a challenge in dentistry. This challenge arises due to the high complexity of natural tooth color. The use of a shade guide as a form of communication between dentists and dental technicians is highly subjective, leading to the emergence of digital methods that offer a higher level of accuracy and consistency. The purpose of this research is to assess the type, brand, and price as preference of shade matching tools for dentists in Jakarta’s dental sector. Methods: The survey was conducted as a descriptive observational study using cluster sampling through questionnaires and a review of shade matching product catalogs from 30 dental suppliers, 4 dental clinics, and 7 dental laboratories in Jakarta. Results: There is a variety in the price and availability of shade matching products sold by dental suppliers in Jakarta, with VITA branded products dominating the market, including VITAPAN Classical (25%), VITA Classical (15%), VITA 3D Master (12%), and Ivoclar Vivadent (12%). In both clinics and dental laboratories, all respondents reported using visual methods, with VITA Classical and VITA 3D Master being the most commonly used products. Conclusion: Shade matching products available from dental suppliers, as well as their use in clinics and laboratories in Jakarta, are predominantly based on visual methods, with VITA Classical and VITA 3D Master being the most preferred shade guides. Digital shade matching methods are rarely encountered, mainly due to product complexity, cost, distribution limitations, and lack of training.Ketersediaan, tipe, merk, dan harga sebagai preferensi alat pencocokan warna oleh dokter gigi di sektor kedokteran gigi jakarta: survei potong lintangPendahuluan: Pemilihan warna dalam prosedur estetika menjadi tantangan dalam kedokteran gigi. Tantangan ini muncul karena warna alami gigi memiliki kompleksitas yang tinggi. Penggunaan shade guide sebagai bentuk komunikasi antara dokter gigi maupun teknisi laboratorium bersifat sangat subjektif sehingga muncul metode digital yang menawarkan tingkat akurasi dan konsistensi yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi jenis, merek, dan harga sebagai preferensi alat pemilihan warna bagi dokter gigi di Jakarta. Metode: Survei dilakukan sebagai penelitian observasional deskriptif menggunakan sampling klaster dengan mengajukan pertanyaan serta penelahaan katalog produk shade matching pada 30 dental supplier, 4 klinik gigi, dan 7 laboratorium gigi yang ada di Jakarta. Hasil: Terdapat berbagai variasi dalam harga dan ketersediaan produk shade matching yang di jual dental supplier di Jakarta, dengan dominasi produk bermerek VITA, yaitu VITAPAN Classic (25%), VITA classical (15%), VITA 3D Master (12%) dan Ivoclar Vivadent (12%). Pada klinik dan laboratorium gigi didapatkan hasil bahwa seluruhnya menggunakan metode visual dengan produk yang paling banyak digunakan yaitu VITA Classical (27%) dan 3D Master (36%). Simpulan: Produk shade matching yang tersedia di dental supplier serta penggunaannya di klinik dan laboratorium Jakarta didominasi metode visual dengan VITA Classical dan 3D Master menjadi shade guide yang paling digemari. Metode pencocokan warna dengan metode digital jarang ditemui disebabkan kompleksitas produk, kendala harga, distribusi, dan kurangnya pelatihan. 
Hubungan Kasus Demam Berdarah Dengue dengan Angka Bebas Jentik Tahun 2023 dan 2024 (Kajian di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan) Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Widyanto, Susilo; Andika, Steve Yosua; Tjingson, Natalia; Fantastika, Adela Dayu; Cikagri, Alifia Adinda; Tirtania, Carinna; Mulia, Maria Gresela; Nathania, Sabrina; Wongkar, Michelle Alicia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4128

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang menjadi perhatian khusus bagi Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan karena jumlah kasus yang meningkat dari tahun 2023 menjadi 2024. Dalam menanggulangi masalah tersebut, salah satu upaya yang digencarkan pada masyarakat adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Melalui PSN, puskesmas mengajak masyarakat dan kader untuk mengontrol nyamuk yang menjadi reservoir penyakit DBD. Salah satu indikator pengendalian nyamuk penyebab DBD yang dicatat melalui PSN adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) yang didefinisikan sebagai persentase rumah bebas jentik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ABJ dengan kasus demam berdarah (DBD) yang tercatat pada tahun 2023 dan 2024 di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Metode: Desain studi pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Data sekunder pada penelitian ini merupakan hasil rekap penyakit pada tahun 2023 dan 2024, dilengkapi hasil wawancara dengan petugas pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) DBD di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Hasil: Jumlah kasus DBD yang ditemukan di Puskesmas Grogol Petamburan sebanyak 56 kasus pada tahun 2023 dan 253 kasus pada 2024. Surveilans juga mencatat ABJ pada kedua tahun dengan rata-rata persentase sebesar 99,02% dan 99,1% secara berurutan. Hasil uji korelasi tidak menemukan adanya hubungan antara DBD dengan ABJ, baik pada tahun 2023 maupun 2024. Kesimpulan: Angka kasus DBD tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan naik atau turunnya angka ABJ di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan.