Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Anti-Streptolysin O in Human Immunodeficiency Virus Patients Setiawan, Doni; Nurmalasari, Ary; Ridla Firdaus, Nabil; Maulana, Ilham
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan (October 2024)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v11i2.663

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a pathogenic virus that attacks and damages the human immune system so that the body becomes weak in fighting viral or bacterial infections. The purpose of this study was to determine the description of Anti Streptolysin O examination in HIV patients at Imbanagara Health Center. This research method is descriptive, with a sample size of 35 HIV-positive people in Imbanagara. Measurements used qualitative and semi-quantitative procedures with a black background slide instrument. The examination was conducted at the Imbanagara Health Center in June 2023. The results of this study obtained positive results for as many as three people (9%) with an average ASTO level of 400 IU/mL and negative results for as many as 32 people (91%).
Stabilitas Spesimen Urine Positif Amfetamin yang Diawetkan dengan Kitosan Febriani, Riska; Nurmalasari, Ary; Ridla Firdaus, Nabil; Setiawan, Doni
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.11907

Abstract

Amfetamin merupakan salah satu napza golongan psikotropika golongan II dengan potensi penyalahgunaan tinggi. Spesimen urine yang menggandung amfetamin banyak digunakan untuk dalam pemeriksaan toksikologi klinik dan forensik. Stabilitas analit selama penyimpanan menjadi faktor kritis terhadap keakuratan hasil. Degradasi senyawa aktif dalam urine dapat terjadi akibat pengaruh mikroorganisme, sehingga diperlukan pengawet alternatif yang aman dan efektif. Kitosan, yang merupakan polimer alami dengan kemampuan antimikroba, memiliki kemungkinan untuk dijadikan pengawet alternatif guna memperpanjang stabilitas amfetamin dalam urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kitosan 0% dan 2% dalam mempertahankan stabilitas amfetamin pada spesimen urine pada suhu ruang 25–27 °C dan suhu 2–8 °C selama empat minggu.   Metode penelitian ini adalah eksperimen murni (true experimental design) dengan enam kelompok perlakuan dan dua kali pengulangan per kelompok (n=2). Spesimen urine positif amfetamin diperiksa dengan menggunakan rapid test imunokromatografi. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis setelah uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi tidak normal (p=0,006). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antarkelompok perlakuan (p=0.960). Namun, penambahan kitosan 1% dan 2% pada suhu 2–8 °C mampu mempertahankan stabilitas hingga minggu kedua. Sedangkan tanpa dan dengan penambahan kitosan 1% dan 2% pada suhu ruang 25–27 °C hanya stabil hingga 1 minggu. Disimpulkan bahwa penambahan kitosan pada suhu 2–8 °C memperpanjang durasi stabilitas amfetamin di dalam spesimen urine.