Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : academic physiotherapy conference proceeding

Physiotherapy Management of Medial Collateral Ligament (MCL) Repair: A Case Study Dewanto, Adetya Priyo; Purwatama, Galeh; Zena, Dimas; Maghfiroh, Rinna Ainul
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2023: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The Medial Collateral Ligament (MCL) is a ligament located inside the knee joint that connects the femur to the tibia on the inner or medial side. The MCL's major role is to keep the knee joint stable and to avoid excessive sideways or valgus movements. Injury to the MCL might caused by valgus forces and sudden rotational extension of the knee, which frequently occurs during athletic activities causing the knee to be in a rotational position when the force is applied. As a result, the MCL is sprained or overstretched. If the force applied to the knee is greater, the ligament will rupture. Case Report: The patient is a 30-year-old male who has a ruptured right MCL. He had intraoperative surgery 1 day after his injury for reconstruction. After two weeks, the patient returned to the physiotherapy clinic, where he had difficulties bending and straightening his knee, the quadriceps’ muscle strength appeared to decrease, and he had difficulty in walking. Rehabilitation had been done twice a week and included activities to facilitate the improvement of joint range of motion and muscle strength. Conclusion: The present case concluded that the training program provided can enhance knee joint range of motion following MCL surgery. The findings of this case pointed to the necessity for bigger patient groups to be studied with long-term examination of the safety and efficacy for the MCL’s exercise program.
Manajemen Fisioterapi pada Kasus pasca Laparotomi Debulking Histerektomi Total Salpingooforektomi Bilateral Limfadenektomi Pelvic Kanan: Studi Kasus Maharani, Klarisa Salsa Bila; Maghfiroh, Rinna Ainul; Muflihah, Nurul
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Neoplasma ovarium kistik merupakan salah satu tumor ginekologis yang sering memerlukan tindakan pembedahan mayor seperti laparotomi debulking dan histerektomi total. Prosedur ini berdampak besar pada sistem muskuloskeletal dan fungsi dasar tubuh, termasuk nyeri, gangguan pernapasan, serta penurunan kemampuan fungsional.Case Presentation: Pasien perempuan usia 39 tahun didiagnosis dengan neoplasma ovarium kistik susp. maligna dan menjalani prosedur pembedahan berupa laparotomi debulking, histerektomi total, salpingooforektomi bilateral, omentektomi, dan limfadenektomi pelvic kanan. Pasien mengalami keluhan nyeri hebat pascaoperasi, keterbatasan mobilisasi, gangguan pernapasan, serta belum mampu buang angin.Management and Outcome: Intervensi fisioterapi dilakukan sejak pre-operasi hingga tiga hari pascaoperasi, terdiri dari deep breathing exercise, general active exercise, abdominal strengthening, pelvic floor exercise, mobilisasi bertahap, dan edukasi postur. Evaluasi menunjukkan penurunan nyeri (NRS diam dari 6 ke 0), peningkatan kekuatan otot abdomen (MMT dari 1 ke 3), perbaikan kontrol pernapasan (Borg Scale dari 3 ke 0.5), serta peningkatan skor Kenny Self Care Index pada kemampuan fungsional dasar pasienDiscussion: Intervensi fisioterapi yang diberikan terbukti efektif dalam menurunkan nyeri dan sesak napas, serta meningkatkan kekuatan otot dan kapasitas fungsional. Latihan seperti abdominal strengthening dan pelvic floor exercise mendukung stabilisasi core dan kontrol kandung kemih. Mobilisasi dini mempercepat pemulihan, dan edukasi postur membantu mencegah komplikasi gerak dan nyeri.Conclusion: Fisioterapi pascaoperasi mayor ginekologis yang diberikan secara bertahap dan komprehensif berperan penting dalam mempercepat pemulihan fisik, mengurangi keluhan, dan meningkatkan kemandirian aktivitas pasien.
Nilai Prediktif Kebugaran Kardiovaskular untuk Deteksi Dini Risiko Kesehatan pada Remaja: Cross-Sectional Study Rinna Ainul Maghfiroh; Arif Pristianto
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2026: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kebugaran kardiovaskular pada remaja merupakan indikator penting kesehatan jangka panjang, tetapi data skrining awal pada remaja Indonesia masih terbatas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebugaran kardiovaskular (VO₂max) dengan parameter hemodinamik sederhana, yaitu tekanan darah sistolik (SBP), tekanan darah diastolik (DBP), dan denyut jantung (HR) pada remaja. Metode: Studi cross-sectional dilakukan pada 78 remaja di Surakarta. VO₂max diestimasi menggunakan Cooper 12-Minute Run Test. HR dan tekanan darah diukur dengan pulse oximeter dan sphygmomanometer digital yang telah dikalibrasi. Analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan korelasi Pearson/Spearman digunakan sesuai distribusi data dengan batas signifikansi p<0,05. Hasil: Sebagian besar responden berada pada kategori VO₂max sangat buruk atau buruk (91,0%). Tekanan darah diastolik menunjukkan proporsi kategori hipertensi yang lebih besar dibandingkan tekanan darah sistolik. VO₂max berhubungan bermakna dengan SBP dan DBP (r=0,619; p<0,001) serta HR (r=0,310; p=0,009). Kesimpulan: Kebugaran kardiovaskular yang diukur melalui VO₂max berhubungan signifikan dengan tekanan darah dan denyut jantung pada remaja, menunjukkan bahwa kapasitas aerobik dapat menjadi indikator penting dalam pemantauan kesehatan kardiovaskular sejak dini.