Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Profil Penggunaan Obat Tradisional oleh Konsumen Apotek Karanganyar Wahyu Eka Sakti; Anwar Sodik; Chondrosuro Miyarso; Widiastuti, Tri Cahyani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.49997

Abstract

Obat tradisional merupakan obat yang berasal dari bahan alam. Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Data dari studi pendahuluan yang telah dilakukan  di beberapa apotek di Kecamatan Karanganyar menunjukan bahwa Apotek Karanganyar memiliki penjualan obat tradisional paling banyak serta memiliki penyediaan obat tradisional paling lengkap di-Kecamatan Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penggunaan obat tradisional oleh konsumen Apotek Karanganyar, Kabupaten Kebumen. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observational yang bersifat deskriptif. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling dan jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 100 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan sembilan pertanyaan. Hasil penelitian menunjukan jenis obat tradisional yang digunakan oleh responden adalah jamu (65%), obat herbal terstandar (28%) dan fitofarmaka (7%). Mayoritas responden menggunakan bentuk obat tradisional cairan yang diminum (40%)  dan beralasan memilih obat tradisional karena lebih aman (90%), dan menggunaan obat tradisional didasari oleh keinginan sendiri (73%). Obat tradisional yang digunakan oleh responden adalah buatan pabrik (100%) dan responden merasa menjadi lebih baik setelah mengonsumsi obat tradisional (100%). Penyakit yang sering diatasi dengan menggunakan obat tradisional yaitu batuk (14%) dan ambeien (25%). Obat tradisional yang paling banyak digunakan  adalah jamu dengan bentuk sediaan cairan obat dalam. Dari hasil penelitian ini disarankan  dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai evaluasi rasionalitas penggunaan obat tradisional yang ada di masyarakat.
Herbal Plants for Lowering Blood Pressure in Hypertension Patients at UPTD WKJ Tegal Anwar Sodik; Ayu Nissa Ainni; Titi Pudji Rahayu; Laeli Fitriati; Safitri, Safitri
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a major risk factor for cardiovascular diseases, including atherosclerosis, heart failure, kidney failure, and stroke. The long-term use of chemical medications poses the risk of side effects that may damage certain organ functions. Thus, alternative therapies are needed to reduce dependence on medication and help maintain the quality of life of hypertensive patients. One alternative treatment that can be considered for lowering blood pressure is herbal therapy. The herbal plants examined in this literature study are Orthosiphon aristatus and celery. Orthosiphon aristatus contains apigenin compounds that act as diuretics, while celery contains flavonoids that work by dilating blood vessels, allowing blood to flow more freely and thereby reducing blood pressure. Research objective to identify herbal plants and their active compounds used as hypertension therapy based on prescriptions at UPTD WKJ Tegal. The research method used is a literature study developed based on prescriptions for hypertension patients at UPTD WKJ Tegal. According to the journal findings on celery leaves, the difference in blood pressure before and after administration of celery leaf decoction was measured. The average difference (mean) in diastolic blood pressure was 11.33 mmHg, and the difference in systolic blood pressure was 8.67 mmHg. This indicates a significant reduction in blood pressure after administering celery leaf decoction for five consecutive days. In the study on Orthosiphon aristatus leaves, the frequency of urination in elderly patients before administration of Orthosiphon aristatus infusion was 3.00 times (range 2–6). After administering the infusion once daily for seven consecutive days, the frequency increased to 6.00 times (range 3–9), with an average difference of 2.2 times in urination frequency. This demonstrates that the infusion of Orthosiphon aristatus leaves has a diuretic effect on elderly hypertensive patients. Celery (Apium graveolens) and Orthosiphon aristatus herbal plants have been shown to effectively reduce blood pressure in patients with hypertension
Uji Efek Analgetik Ekstrak Metanol Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) pada Mencit Putih Jantan dengan Metode Induksi Asam Asetat 1% Evelyne Citra Dewi; Muhammad Husnul Khuluq; Anwar Sodik
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 7 No 2 (2024): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v7i2.3908

Abstract

Nyeri merupakan perasaan sensoris serta emosional tidak menyenangkan, berhubungan dengan kerusakan jaringan. Daun melinjo salah satu tanaman yang bermanfaat sebagai obat tradisional untuk mengobati nyeri. Penggunaan obat tradisional efek sampingnya lebih rendah dibandingkan obat kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik dan dosis terbaik ekstrak metanol daun melinjo pada mencit yang diinduksi asam asetat 1%. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan subjek penelitiannya mencit sebanyak 25 ekor yang dibagi 5 kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok terdiri 5 ekor mencit. Kelompok perlakuan terdiri kontrol negatif CMC-Na 1%, kontrol positif ponstan, kelompok ekstrak metanol daun melinjo dosis 50, 100, 150 mg/kgBB, penginduksi nyeri diberikan asam asetat 1%. Pengamatan dilakukan dengan mengamati geliat mencit untuk dihitung % proteksinya. Data kemudian diuji statistik One Way Anova dan Post-Hoc LSD atau Games-Howell. Hasil ekstrak metanol daun melinjo dengan dosis 150 mg/kgBB memiliki efek analgetik paling baik karena memiliki % proteksi 78,04%, serta memberikan efek yang signifikan pada mencit yang diiinduksi asam asetat 1%. Ekstrak metanol daun melinjo memiliki efek analgetik terbaik pada mencit secara signifikan (p<0,05) dan nilai mean differencenya lebih besar.