Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Partisipasi Generasi Z Dalam Tren Budaya Fear of Missing Out Dalam Media Sosial: Studi Netnografi Pada Akun @Skintific.Id di Aplikasi Tiktok Arsieta, Siti Maliga; Sulistyo, Ponco Budi; Gusfa, Henni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.63161

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok generasi yang tumbuh dan berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital serta penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kedekatan yang intens dengan platform digital, khususnya media sosial seperti TikTok, membentuk dinamika interaksi sosial yang unik dan memengaruhi cara Generasi Z memaknai tren, identitas, serta konsumsi. Salah satu fenomena yang muncul dalam konteks ini adalah fear of missing out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal informasi, pengalaman, atau tren tertentu, yang pada akhirnya dapat mendorong perilaku konsumtif, termasuk dalam industri kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendasari perilaku Generasi Z dalam tren FOMO pada akun TikTok @skintific.id serta mengidentifikasi bentuk partisipasi yang mereka lakukan dalam tren tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Social Construction of Technology (SCoT) untuk memahami bagaimana teknologi media sosial dimaknai dan digunakan oleh Generasi Z. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima partisipan yang merupakan pengikut akun @skintific.id, serta observasi terhadap konten dan interaksi pada akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima aspek utama yang mendasari perilaku FOMO Generasi Z, yaitu kebutuhan akan koneksi sosial, aktualisasi diri, ketergantungan pada media sosial, perasaan rendah diri, serta dorongan untuk mengikuti tren. Selain itu, ditemukan empat bentuk partisipasi Generasi Z di TikTok, yaitu partisipasi pasif, aktif, kreatif, dan transaksional.
Pelatihan Keterampilan Public Speaking bagi Pelaku Usaha Pariwisata Guna Meningkatkan Pelayanan Kepada Wisatawan Ponco Budi Sulistyo; Sofia Aunul
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i02.2969

Abstract

Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19 di tanah air, memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor pariwisata di Indonesia. Pertumbuhan sektor pariwisata juga terjadi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Dalam konteks ini masyarakat perlu diberi peran sebagai pemimpin, karena berdasarkan kenyataan bahwa masyarakat mempunyai pengetahuan tentang potensi alam dan budaya serta nilai jualnya sebagai daya tarik wisata, maka masyarakat harus menjadi subjek pengembangan pariwisata. Untuk itu dalam rangka mendukung peningkatan usaha pariwisata, perlu dilaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) bagi pelaku usaha pariwisata khususnya skala mikro dan kecil, serta duta pariwisata guna meningkatkan kualitas pelayanannya kepada wisatawan. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana di Desa Bojongmenteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada tanggal 21 Februari 2023.  Metode yang digunakan adalah penyajian materi, diskusi interaktif, simulasi dan praktik, serta evaluasi pelaksanaan untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasilnya menunjukkan bahwa program ini berjalan efektif dan tujuan program tercapai yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan public speaking kepada pelaku usaha pariwisata dan duta pariwisata, di mana 65,79 persen peserta menyatakan sangat puas dan 34,21 persen peserta menyatakan puas terkait manfaat yang diperoleh dengan mengikuti kegiatan ini.