Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

9. ANALISIS PERBANDINGAN OPERASIONAL ANTARA VISUAL DOCKING GUIDANCE SYSTEM DAN MARSHALLING Muhammad Umar Abdulloh; Mufti Arifin; Cynthia Rahmawati; Muchammad Furqon Muchaddats; T. Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkatnya lalu lintas udara,efisiensi operasional bandar udara menjadi semakin penting, terutama dalam proses parkirpesawat. Visual Docking Guidance System dan marshalling merupakan dua metodeutama yang digunakan untuk memandu pesawat menuju tempat parkir. VDGS merupakansistem otomatis yang memanfaatkan sensor dan algoritma canggih untuk memandu pesawatdengan cepat dan akurat, sehingga meningkatkan efisiensi dan keselamatan denganmengurangi ketergantungan pada faktor manusia. Sebaliknya, marshalling melibatkanpersonel darat yang memberikan panduan manual dengan sinyal visual, sehinggamenawarkan fleksibilitas yang besar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisilingkungan. Namun, metode ini berisiko tinggi terhadap kesalahan manusia, yang dapatmeningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan atau kerusakan. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis perbandingan antara VDGS dan marshalling dengan fokus padaefisiensi, akurasi, keselamatan, dan kepuasan pengguna. Studi literatur yang dilakukanmengintegrasikan hasil penelitian dari jurnal yang diterbitkan dalam dekade terakhir,Penelitian yang dilakukan oleh Mathavara menunjukkan bahwa marshalling memiliki risikoyang signifikan terkait dengan kesalahan manusia, yang dapat memengaruhi keselamatanoperasi penerbangan. Kesalahan dalam proses penyusunan dapat meningkatkan risikokecelakaan dan insiden, mengingat metode ini sangat bergantung pada keterampilankomunikasi dan penilaian individu dari penyusun. Di sisi lain, VDGS, dengan fitur-fiturotomatisnya, dapat mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dan meningkatkankeselamatan operasional yang menunjukkan bahwa VDGS unggul dalam hal efisiensi danakurasi, sementara penyusunan tetap relevan dalam situasi yang memerlukan penyesuaianmanual. Sebagai kesimpulan, VDGS menawarkan keuntungan yang signifikan dalam halkecepatan dan keselamatan, sementara penyusunan tetap penting dalam menghadapikondisi operasional yang dinamis. Manajemen risiko terhadap kesalahan manusia dalampenyusunan adalah kunci untuk memastikan keselamatan dan efisiensi dalam proses parkirpesawat.
6. PERANCANGAN ALAT ANGKUT MESIN LAS GUNA MEMPERBAIKI POSTUR KERJA MENGGUNAKAN RULA DI WORKSHOP KAMPUS A UNSURYA Daniel Simanjuntak; W. Tedja Bhirawa; Indramawan; T. Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat angkut sebagai alat bantu untukmahasiswa Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) saat melakukanpemindahan dan penangkatan mesin las di workshop kampus A Unsurya. Dengan demikianpenulis mengambil judul menjadi “Perancangan Alat Angkut Mesin Las Guna MemperbaikiPostur Kerja Menggunakan RULA di Workshop Kampus A Unsurya”. Maksud dan tujuandibuatnya alat bantu dan dirancang berupa alat angkut berbentuk troli agar dapatmeminimalisir waktu pemindahan dan mencegah timbulnya rasa sakit saat pemindahanmesin las di workshop kampus A Unsurya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metodeNordic body map, Antropometri dan RULA, dimana data yang diperoleh dalam penelitianini dilakukan dengan penyebaran kusioner keluhan dan keinginan mahasiswa, pengukurandari 20 sampel mahasiswa Teknik Industri Unsurya, serta perancangan alat angkut mesinlas sebagai alat bantu dilakukan dengan menganalisis postur kerja dengan RULA. Setelahpengumpulan sampel data kemudian diolah untuk mendapatkan hasil yang sesuai denganantropometeri pengguna. Data antropomonetri yang digunanakan dalam perancangan iniadalah Tinggi badan berdiri (Tbb), Tinggi siku berdiri (Tsb), Lebar bahu (Lb) dan DiameterLingkar Genggam (Dlg). Berdasarkan perhitungan data persentil yang digunakan dalamperancangan alat angkut mesin las yaitu P50, P95, P95. Hasil dari penelitian ini bertujuanagar penggunaan alat angkut mesin las yang lebih ergonomis, sehingga dapat membantumahasiswa saat melakukan aktivitas pemindahan dan pengangatan mesin las di workshopkampus A Unsurya. Berdasarkan hasil penyebaran kusioner keluhan dan keinginanmahasiswa diperoleh keluhan terbesaradalah sakit pada punggung 95% dan sakit padapinggang 75%. Hasil penelitian ini menemukan beberapa fakta bahwa perancangan alatangkut mesin las dapat memperbaiki postur kerja. Hasil skor RULA dengan menganalisispostur kerja diperoleh skor yaitu 6 artinya memiliki level resiko sedang dimana perludilakukan pemeriksaan dan perubahan segera dilakukan. Sedangkan dimensi ukuran alatangkut mesin las yang diikur sebagai berikut: tinggi alat angkut 112 cm, lebar alat angkut43,04 cm, panjang alat angkut 45 cm dan diameter pegangan 4,75 cm.
8. PENERAPAN CRITICAL PATH METHOD DALAM PROSES TRANSIT PESAWAT DI BANDARA NARITA Vita Kartika; Mufti Arifin; Chintya Rahmawati; Muchammad Furqon Muchaddats; T. Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Efisiensi waktu transitpesawat udara pada suatu bandara, yang merupakan fase kritis dalam operasional bandarudara yang memerlukan manajemen waktu yang optimal bertujuan untuk menjamin efisiensidan keselamatan. Penelitian ini berfokus pada penerapan Critical Path Method (CPM) untukmenganalisis dan mengelola waktu transit pesawat udara di Bandar Udara Narita, Jepang,salah satu hub internasional dengan frekuensi penerbangan tinggi dan kompleksitasoperasional yang signifikan. Dengan menggunakan CPM, penelitian ini mengidentifikasi jalurkritis dalam serangkaian aktivitas transit pesawat udara yang meliputi penanganan ramp,penanganan kargo dan surat, pengendalian muatan, serta penanganan penumpang danbagasi. Dengan demikian, manajemen waktu yang efektif melalui metode CPM dapatmenjadi alat penting dalam meningkatkan kinerja operasional bandar udara, terutama dalammengelola proses transit pesawat udara yang kompleks