Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyelesaian Konflik Laut Cina Selatan antara Republik Filipina dan Republik Rakyat Tiongkok melalui Permanent Court Of Arbitration Pada Tahun 2023 Fikri Ardiyansyah; Rudyarta, Ryan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1469

Abstract

Tujuan penelitian ini ingin menjelaskan mengenai latar belakang penyelesaian konflik laut cina Selatan antara republik filipina dan republik rakyat tiongkok melalui permanent court of arbitration. Skripsi ini dibuat berdasarkan pada kerangka dasar pemikiran dengan menggunakan teori keamanan internasional dan teori hukum internasional. Dalam mencari sumber data, metode yang digunakan oleh peneliti yakni metode kualitatif. Dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Putusan arbitrase internasional menegaskan bahwa pulau- pulau yang diklaim oleh Tiongkok tidak memenuhi syarat untuk hak zona ekonomi eksklusif (ZEE) atau landas kontinen yang luas. Filipina dianggap sebagai pemilik sah atas area yang termasuk dalam zona ekonomi eksklusifnya sesuai dengan UNCLOS. Selain itu, keputusan ini menekankan bahwa tindakan Tiongkok dalam membangun pulau dan menempatkan infrastruktur di wilayah sengketa melanggar hak-hak Filipina dan prinsip hukum internasional. Selain itu, berdasarakan hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis kepada pihak Kementerian Luar Negeri yang menjelaskan bahwa konflik laut cina Selatan antara pemerintah tiongkok dan filipina merupakan konflik laten yang sangat sulit untuk penyelesaiannya.
Strategi Indonesia dalam Menekan Ketergantungan Impor Gandum dan Kedelai (2010–2023): Perspektif Ketahanan Ekonomi Nasional Moh Ibrohim; Fikri Ardiyansyah; Ryan Rudyarta
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1513

Abstract

Ketergantungan Indonesia terhadap komoditas gandum dan kedelai pada rentang waktu 2010 hingga 2023 memperlihatkan tren yang meningkat. Meskipun secara data Indonesia memiliki potensi besar dalam hal pertanian domestik. Ketergantungan ini memiliki implikasi terhadap ketahanan ekonomi nasional, terlebih dalam konteks krisis global, tekanann geopolitik dan gejolak harga pangan dunia. Penelitian ini akan menganalisis strategi pemerintah Indonesia dalam rangka menekan dan melepas ketergantungan impor dua komoditas vital tersebut dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis sekunder. Temuan dari penelitian ini adalah meskipun beberapa strategi telah diterapkan seperti diversifikasi pangan lokal, insentif produksi kedelai nasional, dan peningkatan kerjasama bilateral telah diterapkan ditinjau dari efektifitasnya masih terbatas dikarenakan lemahnya koordinasi lintas sektor, keterbatasan lahan dan tekanan pasar global. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting tentang pentingnya reformasi pangan dan ivenstasi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
Digital Transformation and the Impact of Business Law in Global Economic Regulation Politics Ryan Rudyarta; Fikri Ardiyansyah; Moh Ibrohim; Bella Nanda Ardhya
International Journal of Humanities and Social Sciences Reviews Vol. 2 No. 4 (2025): International Journal of Humanities and Social Sciences Reviews
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhs.v2i4.477

Abstract

Digital transformation is reshaping the way economic value is created, exchanged, and governed across borders. This study aims to analyze how digital transformation redefines the paradigm of business law in the era of globalization, as well as the interaction between business law and global regulatory politics in responding to the challenges of the digital economy. A normative legal approach is employed, grounded in the analysis of digital business law regulations within the global political-economic system. Data is collected through literature review of statutory frameworks, international policy instruments, and scholarly works. The findings reveal that digital transformation not only changes how transactions are conducted, but also reconfigures the locus of economic power through the control of data, algorithms, and digital platform infrastructure. Consequently, the legal paradigm shifts from merely regulating market actors’ behavior to designing a digital justice architecture that emphasizes accountability, algorithmic transparency, interoperability, and contestability. At the global level, the interaction between business law and digital regulatory politics reflects ongoing tensions between market openness and data sovereignty producing regulatory pluralism while simultaneously encouraging convergence toward principles of fair, adaptive, and responsive digital governance. This study concludes that business law in the digital era must serve not only as a regulatoryinstrument governing transactions, but as an architect of the global economic order one that safeguards innovative growth without compromising market fairness and fundamental rights, while enabling the strengthening of adaptive national regulatory frameworks aligned with evolving global dynamics.