Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Digital Transformation and the Impact of Business Law in Global Economic Regulation Politics Ryan Rudyarta; Fikri Ardiyansyah; Moh Ibrohim; Bella Nanda Ardhya
International Journal of Humanities and Social Sciences Reviews Vol. 2 No. 4 (2025): International Journal of Humanities and Social Sciences Reviews
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhs.v2i4.477

Abstract

Digital transformation is reshaping the way economic value is created, exchanged, and governed across borders. This study aims to analyze how digital transformation redefines the paradigm of business law in the era of globalization, as well as the interaction between business law and global regulatory politics in responding to the challenges of the digital economy. A normative legal approach is employed, grounded in the analysis of digital business law regulations within the global political-economic system. Data is collected through literature review of statutory frameworks, international policy instruments, and scholarly works. The findings reveal that digital transformation not only changes how transactions are conducted, but also reconfigures the locus of economic power through the control of data, algorithms, and digital platform infrastructure. Consequently, the legal paradigm shifts from merely regulating market actors’ behavior to designing a digital justice architecture that emphasizes accountability, algorithmic transparency, interoperability, and contestability. At the global level, the interaction between business law and digital regulatory politics reflects ongoing tensions between market openness and data sovereignty producing regulatory pluralism while simultaneously encouraging convergence toward principles of fair, adaptive, and responsive digital governance. This study concludes that business law in the digital era must serve not only as a regulatoryinstrument governing transactions, but as an architect of the global economic order one that safeguards innovative growth without compromising market fairness and fundamental rights, while enabling the strengthening of adaptive national regulatory frameworks aligned with evolving global dynamics.
Sosialisasi Pemasaran Produk Pertanian dalam Mendukung Perekonomian pada Masyarakat Ekonomi ASEAN Fikri Ardiyansyah; Moh Ibrohim; Akhmad Hidayatullah; Bella Nanda Ardhya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol.1 No. 2. November 2025
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi ekonomi kawasan melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut pelaku usaha mikro di sektor pertanian untuk memiliki kapasitas pemasaran yang lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif. Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Kelurahan Cilenggang merupakan salah satu komunitas yang memiliki potensi besar dalam produksi dan pengolahan produk pertanian, namun menghadapi keterbatasan dalam memahami strategi pemasaran modern, pengembangan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran KWT Mawar melalui program sosialisasi yang mencakup penguatan konsep dasar pemasaran, strategi branding, pengembangan kemasan produk, pemanfaatan media sosial, dan penggunaan platform digital sebagai sarana pemasaran efektif di era MEA. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari observasi awal, pemetaan kebutuhan pelatihan, penyusunan modul sosialisasi, penyampaian materi secara partisipatif, serta pendampingan praktik. Kegiatan ini memberikan dampak nyata terhadap penguatan kapasitas ekonomi perempuan melalui peningkatan nilai jual produk pertanian dan perluasan akses pasar. Program ini membuktikan bahwa penguatan literasi pemasaran berbasis digital merupakan salah satu strategi kunci untuk meningkatkan daya saing produk pertanian lokal di era integrasi ekonomi MEA. Keberlangsungan kegiatan serupa sangat diperlukan untuk memastikan transformasi pemasaran yang lebih berkelanjutan dan memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan anggota KWT Mawar.
Financial Technology (Fintech) sebagai Katalis Inklusi Keuangan: Analisis Pengaruhnya terhadap Aksesibilitas Pembiayaan dan Kinerja Keuangan UMKM di Indonesia Kasiyat; Moh. Taufan Nugroho; Bayu Fitri Hutami; Bella Nanda Ardhya; Dyah Ayu Siti Fatimah
Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen (JUIIM)
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/6rv01482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh adopsi Financial Technology (Fintech) terhadap inklusi keuangan, aksesibilitas pembiayaan, dan kinerja keuangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dan data primer dari 320 pelaku UMKM di 10 provinsi pada periode Januari–Juni 2024, penelitian ini menguji lima hipotesis yang dikembangkan dari kerangka teori Technology Acceptance Model (TAM), Teori Difusi Inovasi, dan Resource-Based View (RBV). Hasil pengujian membuktikan bahwa adopsi fintech berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan (? = 0,612; p < 0,001), aksesibilitas pembiayaan (? = 0,534; p < 0,001), dan kinerja keuangan UMKM (? = 0,487; p < 0,001). Inklusi keuangan juga terbukti memediasi secara parsial hubungan antara adopsi fintech dan kinerja keuangan UMKM (indirect effect = 0,259; p < 0,001). Nilai R² untuk variabel kinerja keuangan sebesar 0,623 mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan 62,3% variasi kinerja keuangan UMKM. Temuan ini memperkuat urgensi pengembangan ekosistem fintech yang inklusif sebagai strategi nasional dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan stabilitas keuangan Indonesia.
Pengaruh Employee Engagement dan Work-Life Balance terhadap Kinerja Karyawan Generasi Z dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi Bella Nanda Ardhya; Ryan Rudyarta
Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen (JUIIM)
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/1pcj6647

Abstract

Meningkatnya kehadiran Generasi Z dalam dunia kerja telah menciptakan tantangan baru bagi organisasi dalam mengelola sumber daya manusia secara efektif. Karyawan Generasi Z cenderung memprioritaskan pekerjaan yang bermakna, fleksibilitas, pengembangan karier, serta keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (work-life balance). Oleh karena itu, organisasi perlu memahami faktor-faktor yang memengaruhi kinerja mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee engagement (keterikatan karyawan) dan work- life balance terhadap kinerja karyawan Generasi Z dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Employee engagement mencerminkan keterikatan emosional dan psikologis karyawan terhadap pekerjaan dan organisasinya, sedangkan work-life balance mengacu pada kemampuan individu dalam menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi. Kepuasan kerja dipandang sebagai faktor psikologis penting yang dapat menjelaskan hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Generasi Z dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Analisis difokuskan pada pengujian pengaruh langsung maupun tidak langsung employee engagement dan work-life balance terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employee engagement dan work-life balance berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keterikatan karyawan, keseimbangan kehidupan kerja, dan kepuasan kerja guna meningkatkan kinerja karyawan Generasi Z. Dengan demikian, organisasi perlu mengembangkan kebijakan dan praktik manajemen sumber daya manusia yang mampu memenuhi kebutuhan serta karakteristik Generasi Z agar dapat mencapai kinerja organisasi yang optimal.