Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN LITERATUR TERHADAP PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERBAHASA ARAB DI KALANGAN PELAJAR M, Reza; Anwar Rudi; Rasuki
BARA AJI: Jurnal Keilmuan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol 2 No 02 (2025): BARA AJI: Jurnal Keilmuan Bahasa Arab dan Pengajarannya
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/baraaji.v2i02.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan literatur terhadap pengembangan keterampilan berbahasa Arab di kalangan pelajar. Dengan menggunakan metode library research, penelitian ini mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, termasuk buku teks, artikel jurnal, dan laporan penelitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis literatur yang efektif dalam pembelajaran bahasa Arab, menilai bagaimana literatur dapat meningkatkan keterampilan berbahasa siswa, dan memberikan rekomendasi untuk integrasi literatur dalam kurikulum pembelajaran bahasa Arab.Hasil penelitian menunjukkan bahwa literatur berperan penting dalam meningkatkan berbagai aspek keterampilan berbahasa Arab. Penggunaan teks-teks sastra Arab, seperti cerita pendek, puisi, dan novel, membantu siswa memahami struktur bahasa, memperluas kosakata, dan memperkaya wawasan budaya mereka. Literasi sastra juga terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis melalui penulisan respons terhadap teks, mengembangkan keterampilan berbicara melalui diskusi kelompok, dan memperkuat keterampilan mendengarkan melalui aktivitas mendengarkan bacaan atau diskusi. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa integrasi literatur dalam pembelajaran bahasa Arab harus dilakukan secara sistematis dan terencana, dengan pemilihan teks yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dan relevansi materi dengan kebutuhan pembelajaran. Guru perlu melakukan pemilihan literatur yang selektif dan menyusun aktivitas yang mendukung tujuan pembelajaran untuk mencapai hasil yang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan literatur sebagai bagian integral dari kurikulum bahasa Arab. Dengan implementasi yang tepat, literatur dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan membantu mereka mengembangkan keterampilan bahasa secara menyeluruh. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan strategi pengajaran yang lebih efektif dalam memaksimalkan manfaat literatur dalam pendidikan bahasa Arab.
Nahdlatul Ulama's Cultural Strategy Against Wahhabism and Radicalism and Its Impact on Islamic Education Rahman, Mufiqur; Mo’tasim; Fahruddin, Ahmad Hanif; Masrufah; Rasuki
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 4 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i4.216

Abstract

This study explores the strategic role of Nahdlatul Ulama (NU) in suppressing Wahhabism and radicalism in Sumenep Regency through cultural and religious moderation initiatives. As Indonesia's largest Islamic organisation, NU serves as a vital civil society actor in preserving the country's pluralistic religious landscape, particularly in rural and archipelagic areas. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews, focus group discussions, observations, and document analysis involving NU leaders, educators, and government officials. The primary data consisted of field findings from participants, while secondary data included institutional documents, reports, and literature relevant to NU programs. Data were analysed using thematic analysis through interactive cycles of reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that NU Sumenep exercises agency by mapping radical-affiliated institutions, labelling mosques, launching ideological training for cadres (PKPNU), and promoting religious moderation through media and higher education networks. These initiatives represent a contextualised model of grassroots resistance to exclusivist ideologies. NU's agency, grounded in the Ahlussunnah wal Jama’ah tradition and aligned with national policy frameworks, contributes to ideological resilience and reinforces a moderate Islam that is inclusive, tolerant, and nationally committed. Furthermore, these efforts significantly influence Islamic education in Sumenep by strengthening curricula of religious moderation, shaping institutional identity in Islamic schools and pesantren, and providing preventive frameworks that reduce the penetration of Wahhabi-oriented teachings within educational environments.
KONSEP TASAWUF PERSPEKTIF NEO-SUFISME Wijaya, Nur Rahmad Yahya; Rasuki
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.604 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v10i1.225

Abstract

Some say that the essence of Sufism is in fana' (ecstasy, self-destruction before God) and kasyf (disclosure to God) because through both, ma'rifah (direct relationship with God) as the goal of Sufism occurs. Neo-Sufism, as a new Sufism movement, rejects or doubts the ecstatic-mystical-philosophical elements of classical Sufism, and therefore prefers elements of puritanism (its compatibility with Islamic orthodoxy) and changes its escapist character (escape from the world) to activism (positive attitude towards, and self-involvement in, the world). The aim of this study is to further examine the differences between the nature of classical Sufism and neo-Sufism and to further assess neo-Sufism. As a method, the answers found regarding the nature of (classical) Sufism are used as a benchmark for assessing neo-Sufism. On this basis, it was later discovered that neo-Sufism cannot be called Sufism. That was because of his denial or doubt about kasyf as the essence of Sufism, with which, the goals of Sufism, such as ma'rifah and other Sufism experiences (al-ahwa al-sufiyyah) occur. Without the experience of Sufism there can be no Sufism.
Pergeseran Ideologi dan Gerakan Islam: Dari Salafi, Fundamentalisme ke Islamisme Rasuki; Nur Rahmad Yahya Wijaya
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 11 No. 1 (2023): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v11i1.303

Abstract

This paper discusses the shifting ideology and Islamic movements that have occurred in several countries with Muslim-majority populations. By explaining some of the thoughts of Salafi and Fundamentalist ideologues such as Ibn Taimiyyah, Ibn Qayyim al-Jauziyah, Muhammad Ibn Abdul Wahab, apart from maintaining the purity of Islamic teachings, these two ideologies became the embryos for the brith of the ideology and movement of contemporary Islamism. Ideologists of Islamism such as Al-Maududi, Al-Banna responded to the dynamics of problems in Muslim society in general by voicing alternatives by proposing Islam as the final option by establishing an Islamic state and implementing Islamic law in the institution of an Islamic caliphate.