Mual dan muntah pasca kemoterapi (chemotherapy-induced nausea and vomiting/CINV) merupakan salah satu efek samping paling sering dialami oleh anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut (ALL). Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup anak, tetapi juga berpotensi mengganggu kepatuhan terhadap pengobatan, sehingga berdampak pada keberhasilan terapi secara keseluruhan. Berbagai pendekatan farmakologis telah digunakan untuk mengatasi CINV, namun belum sepenuhnya efektif. Oleh karena itu, intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi peppermint (Mentha piperita) menjadi alternatif yang menjanjikan karena sifatnya yang aman, murah, dan mudah diakses. Meskipun demikian, bukti ilmiah terkait efektivitasnya pada populasi anak masih terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan tersebut.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efektivitas aromaterapi peppermint dalam menurunkan intensitas mual dan frekuensi muntah pada anak ALL pasca kemoterapi. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental pretest–posttest control group dengan total sampel 30 anak, dibagi dalam kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Intervensi diberikan berupa inhalasi aromaterapi peppermint (2 tetes, 10 menit, 2 kali sehari) selama lima hari pasca kemoterapi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur mual adalah Pediatric Nausea Assessment Tool (PeNAT) dan Visual Analog Scale (VAS), sementara frekuensi muntah dihitung berdasarkan catatan klinis harian. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada kelompok intervensi. Skor mual turun dari 6,20 ± 1,05 menjadi 3,10 ± 0,98 (p=0,001), sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p=0,072). Frekuensi muntah juga menurun dari 3,00 ± 1,00 kali/hari menjadi 1,20 ± 0,77 kali/hari (p=0,002), berbeda signifikan dibandingkan kontrol (p=0,006). Temuan ini menegaskan bahwa aromaterapi peppermint efektif mengurangi CINV pada anak ALL pasca kemoterapi.Luaran penelitian berupa bukti ilmiah efektivitas aromaterapi peppermint, penyusunan protokol standar yang akan diajukan sebagai HAKI, artikel ilmiah untuk jurnal nasional terakreditasi Sinta 3, serta bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dan keluarga pasien. Hasil penelitian diharapkan memberi kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup pasien kanker anak sekaligus menjadi dasar pengembangan terapi adjuvan non-farmakologis di IndonesiaKata Kunci : aromaterapi peppermint; mual dan muntah; leukemia limfoblastik akut; pasca kemoterapi; intervensi non-farmakologis