Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR HB IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURANJI KOTA PADANG Nurhasanah Amir, Ade; Diana Morika, Honesty; Komala Sari, Indah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2151

Abstract

Kadar hemoglobin merupakan indikator biokimia untuk mengetahui status gizi ibu hamil. World Health Organization (WHO) merekomendasikan kadar hemoglobin ibu hamil ideal adalah ≥ 11 gr/dl dan tidak dibawah 10,5 gr/dl pada trimester II kehamilan. Tinggi rendahnya kadar hemoglobin selama kehamilan mempunyai pengaruh terhadap berat bayi lahir karena dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan. Salah satu penyebab terjadinya pendarahan diakibatkan oleh rendahnya kadar hemoglobin pada ibu hamil. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik menggunakan total sampling dengan jumlah 200 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan (46,0%) 92 ibu hamil dengan kadar hemoglobin anemia dan (54,0%) 108 ibu hamil dengan anemia. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin dipengaruhi oleh variabel usia kehamilan (p=0.018). Mayoritas responden yang mengalami anemia adalah pada trimester ke 2. Pada masa kehamilan trimester 2 ibu mengalami proses hemodilusi. Sebagai seorang ibu hamil pada trimester 2 memiliki risiko untuk mendapatkan anemia.Kata Kunci : Hemoglobin, Kehamilan
EDUKASI PIJAT BAYI DAN CAMPURAN MINYAK ESENSIAL OIL LAVENDER SEBAGAI STIMULASI PENINGKATAN KUALITAS TIDUR BAYI DI BOPPY BINKY FULLDAY CARE KOTA PADANG Nurhasanah Amir, Ade; Nurul Haq, Ruqaya Annisa; Jessica, Fanny; Yulia, Inelvi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2203

Abstract

Pijat Bayi merupakan terapi sentuh paling tua dan paling populer yang dikenal manusia serta salah satu bentuk stimulasi dini yang sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang serta kualitas tidur bayi .  Pijat bayi akan optimal sebagai stimulasi tumbuh kembang jika dilakukan secara rutin saat sehat, bukan pada saat sakit. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman minyak essesnsial yang tepat dan praktek tentang pijat bayi kepada masyarakat terkhususnya ibu yang memiliki bayi agar dapat melakukan secara mandiri pijat bayi kepada anaknya. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat bagaimana penggunaan minyak yang tepat sesuai dengan kebutuhan bayi dengan sasaran ibu nifas beserta bayinya yang berjumlah 12 orang, dan dilakukan selama 3 hari. Kegiatan pada hari pertama yaitu penyuluhan dengan memberikan pengetahuan tentang penggunaan campuran minyak essensial untuk kualitas tidur bayi dan pengaruhnya terhadap tumbuh kembang bayi, sedangkan hari kedua dilaksanakan pelatian pijat bayi kepada ibu dan bayi dipandu oleh instruktur bersertifikat. Kemudian di ambil Hari ketiga di Minggu berikutnya untuk melihat hasil. Hasil pengabdian menunjukkan ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang pijat bayi dan pengaruhnya terhadap tumbuh kembang bayi, serta adanya sikap positif dan mampu melakukan secara mandiri pijat bayi di rumah bahkan enjoy bersama bayinya.Kata Kunci: Baby Spa, Tumbuh Kembang, Minyak Essensial
GERAKAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI PADA MASYARAKAT Nurhasanah Amir, Ade; Arman, Eliza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1680

Abstract

Stunting merupakan kekurangan gizi kronis pada balita berdasarkan tinggi badan dan berat badan kurang menurut umur bila dibandingkan dengan standar baku WHO dengan niali Z-score kurang dari-2SD. Stunting menyebabkan perkembangan dan pertumbuhan tidak optimal. Dampak yang lebih serius akibat stunting seperti perkembangan motorik terlambat, terhambatnya pertumbuhan mental, meningkatkan risiko terjadinya kesakitan dan kematian pada anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua balita stunting di Wilah Kerja Andalas Kota Padang. Metode yang digunakan penyuluhan/ceramah dan diskusi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta sangat aktif bertanya. Kegiatan ini sangat efektif meningkatkan pengetahuan orang tua balita dalam pencegahan stunting.Kata Kunci : Edukasi,Pencegahan, Stunting
SKRINING TUMBUH KEMBANG BALITA DI KELURAHAN BATANG KABUNG KOTA PADANG sari, silvie permata; Herayono, Febby; Nurhasanah Amir, Ade
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30610

Abstract

Latar Belakang: Masa balita merupakan periode emas (golden age) yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan. Namun, deteksi dini terhadap gangguan tumbuh kembang masih rendah akibat kurangnya pengetahuan orang tua dan belum optimalnya pelaksanaan skrining di Posyandu. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining tumbuh kembang balita serta meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang. Metode: Kegiatan dilaksanakan di kelurahan Batang Kabung kota Padang pada bulan September tahun 2025. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pemeriksaan tumbuh kembang menggunakan instrumen SDIDTK, konseling hasil, serta edukasi stimulasi tumbuh kembang. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan penilaian peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Sebanyak 25 orang balita (n=25) mengikuti skrining. Terdapat peningkatan pengetahuan orang tua tentang pentingnya deteksi dini tumbuh kembang dari skor rata-rata pre-test 60,2 menjadi post-test 87,6. Kesimpulan: Kegiatan skrining tumbuh kembang efektif meningkatkan kesadaran orang tua dan kader terhadap pentingnya deteksi dini serta stimulasi tumbuh kembang balita.Kata kunci: tumbuh kembang, balita, skrining, SDIDTK, edukasi.