Samsul Fajeri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP AKIDAH AHLUSUNAH WALJAMA'AH MENURUT MUHAMMAD AMIN AL-KURDI DALAM KITAB TANWIRUL QULUB Rif'an Syafruddin; Samsul Fajeri; Mahmuddin
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 3 No. 01 (2025): January - June 2025
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas konsep doa menurut Imam Ghazali dalam kitab Muk syafah al-Qul b. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pemahaman mendalam terhadap makna dan hakikat doa dalam kehidupan spiritual seorang muslim, serta relevansi ajaran Imam Ghazali yang terkenal sebagai salah satu ulama besar dalam dunia Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, di mana data utama bersumber dari kitab Muk syafah al-Qul b karya Imam Ghazali, serta didukung oleh literatur lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Imam Ghazali, doa merupakan inti ibadah dan sarana utama seorang hamba untuk berkomunikasi dengan Allah Swt. Doa tidak hanya sekadar permohonan, tetapi juga bentuk pengakuan atas kelemahan manusia dan ketergantungan mutlak kepada Allah Swt. Imam Ghazali menekankan pentingnya keikhlasan, kesungguhan, serta adab-adab dalam berdoa, seperti memulai dengan pujian kepada Allah, dan memilih waktu-waktu mustajab. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa doa harus diiringi dengan usaha (ikhtiar) dan tawakkal, serta tidak tergesa-gesa dalam mengharapkan pengabulan doa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep doa menurut Imam Ghazali sangat relevan untuk memperdalam spiritualitas dan memperkuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
NILAI-NILAI FILOSOFIS DALAM PRAKTIK PENGOBATAN MELALUI RUQYAH Samsul Fajeri; Ramlan Thalib; Mawardah
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 3 No. 01 (2025): January - June 2025
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Penelitian ini membahas nilai-nilai filosofis praktik ruqyah dari perspektif akidah di Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya minat masyarakat terhadap ruqyah sebagai metode penyembuhan spiritual yang diyakini mampu memperkuat keimanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat memaknai dan mengaplikasikan ruqyah sebagai bagian dari pengamalan akidah Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan praktisi dan warga, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif untuk mengungkap pola pemikiran dan perilaku keagamaan masyarakat dalam praktik ruqyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruqyah dipahami sebagai bentuk ibadah dan penguatan akidah, yang mencakup keyakinan terhadap Allah (ilahiyyat), mengikuti sunnah Nabi (nubuwwah), menerima hal-hal gaib (sam’iyyat), serta penyucian jiwa (ruhaniyyat). Nilai-nilai tersebut memperkuat prinsip tauhid dan memberikan dampak positif terhadap spiritualitas masyarakat. Praktik ruqyah di desa ini menjadi cerminan integrasi antara pengobatan spiritual dan pemahaman akidah dalam kehidupan sehari-hari.
AKIDAH ISLAM DAN TANTANGAN RASIONALISME MODERN TELAAH PERAN AKAL DAN WAHYU DALAM PEMIKIRAN ISLAM Anisa Dewi; Nor Ismi; Siti Noorhayati; Samsul Fajeri
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 4 No. 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Rasionalisme modern menempatkan akal sebagai otoritas utama dalam menentukan kebenaran, sehingga dalam banyak hal cenderung mengesampingkan peran wahyu dan realitas metafisik. Paradigma pemikiran semacam ini menjadi tantangan serius bagi akidah Islam yang menjadikan wahyu sebagai sumber kebenaran absolut, sementara akal diposisikan sebagai sarana untuk memahami, menalar, dan menguatkan kebenaran wahyu tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep akidah Islam serta menganalisis secara kritis tantangan rasionalisme modern terhadapnya, khususnya dalam konteks relasi antara akal dan wahyu dalam pemikiran Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah sumber-sumber klasik dan kontemporer dalam bidang ilmu kalam dan filsafat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam tidak menolak peran akal, bahkan mengakui urgensinya dalam memahami ajaran agama, namun tetap memberikan batasan agar akal tidak melampaui otoritas wahyu. Dengan demikian, integrasi yang harmonis antara akal dan wahyu menjadi pendekatan fundamental dalam menjaga kemurnian akidah Islam sekaligus mempertahankan relevansinya di tengah dinamika pemikiran rasionalisme modern.