Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS DENGAN METODE ETHNONURSING LEININGER PREVALENSI KUSTA: SOSIAL, BUDAYA DAN PERAN TENAGA KESEHATAN Swastika, I Ketut; Bahari, Bahari; Payasan, Lalu Guntur; Abimulyani, Yumi; Susanto, Wibowo Hanafi Ari; Purba, Lilys Irianty Natalia
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 1 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i1.1805

Abstract

Leprosy has not been eliminated in six provinces in Indonesia, one of which is Papua. Mappi Regency, Papua, contributed one thousand cases of leprosy in the last five years and 100 active cases in 2020. The high leprosy prevalence in Mappi Regency is still a mystery of the main cause. It is necessary to explore the causes of the high prevalence of leprosy in the region. The study aimed to explore socio-cultural factors and the role of health workers on the prevalence of leprosy in Mappi Regency, Papua, Indonesia. The study method was Qualitative ethnonursing by purposive sampling. This research was conducted in Mappi Regency. Data saturation was obtained from fourteen informants: four leprosy patients, four leprosy patients' families, three health workers, and three stakeholders in Primary Health Center Kepi, Kota 2, Senggo, and Health Office Mappi. Data retrieval and processing with Leininger's Ethnonursing analysis was assisted by Atlas.ti application. The study result showed there were seven emerging themes, including social and cultural: leprosy is considered like a common disease, changes in economic situation, affordability and geographical conditions, leprosy care by patients, families, and communities, suboptimal practices of health workers, limited role of government, budget, and logistics, and expectations for handling leprosy cases. The study concluded that social and cultural factors and the role of health workers contribute to the prevalence of leprosy in Mappi District, Papua, Indonesia. Strengthening the role of families, communities, health workers, and government policies is needed to support the recovery of leprosy patients and reduce the prevalence of leprosy.
Analisis Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petugas Perawat Purba, Lilys Irianty Natalia; Purba, Ellen R.V; Manangsang, Frans; Rumaropen, Karolina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6338

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh tenaga kesehatan, khususnya perawat, merupakan elemen penting dalam mencegah infeksi dan menjaga keselamatan kerja. Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Tanjung Ria menunjukkan bahwa kepatuhan perawat dalam menggunakan APD masih bervariasi, dipengaruhi oleh ketersediaan APD, pemahaman prosedur, serta pelatihan keselamatan kerja yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penggunaan APD dan karakteristik perawat di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Ria. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel sebanyak 10 perawat dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan analisis dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) menggunakan APD saat bertugas. Karakteristik responden meliputi jenis kelamin perempuan sebanyak 70%, usia 26–35 tahun dan 36–45 tahun masing-masing 50%, pendidikan perguruan tinggi 100%, serta masa kerja beragam dengan 30% bekerja lebih dari 15 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan APD di Puskesmas Tanjung Ria sangat tinggi, dan keberhasilan ini kemungkinan besar didukung oleh faktor institusional seperti ketersediaan APD, pelatihan, dan pengawasan yang memadai.
Edukasi Upaya Pencegahan dan Pemeriksaan Malaria pada Masyarakat di Kampung Sereh Papua Purba, Elen R.V.; Manangsang, Frans; Rumaseb, Ester; Purba, Lilys Irianty Natalia; Sarwadhamana, Raden Jaka
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.557 KB) | DOI: 10.21927/jbd.2022.1(1).14-18

Abstract

Papua merupakan Provinsi dengan jumlah kasus malaria tertinggi di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah minimnya pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang pencagahan penyakit malaria serta kurangnya sumber infoemasi yang dapat di akses oleh masyarakat, khususnya masyarakat Kampung Sereh, distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Memberikan pendidikan kesehatan mengenai upaya pencegahan malaria kepada masyarakat atau kelompok dapat membentuk dan mempersiapkan masyarakat terhadap pencegahan primer penyakit malaria. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat Kampung Sereh tentang upaya pencegahan malaria. Pelaksanaan kegiatan dilakukan metode sosialisasi yaitu penyuluhan tentang upaya pencegahan malaria serta melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masayarakat.  Kegiatan diikuti oleh 36 orang yang berada di posyandu Kampung Sereh dan dilakukan pengukuran pretest dan postest untuk mengetahui efektivitas kegiatan. Hasil pengukuran sikap upaya pencegahan menujukan bahwa  terjadinya peningkatan sikap yang dimiliki oleh peserta tentang upaya pencegahan malaria sebelum dan setelah kegiatan sosialisasi.   Kata kunci: Upaya pencegahan, malaria, papua