Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN BIDAN DALAM MENGHADAPI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN: LITERATURE REVIEW Nasution, Ria Niari; Nasution, Nadhiati Awlia; Terawan, Vita Murniati; Sari, Puspa; Arisanti, Nita; Susiarno, Hadi; Nurihsan, Juntika
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 4 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i4.2336

Abstract

Violence against women is a complex health problem that can affect their lives and even those around them. Cases of violence against women have an impact on physical, psychological/mental, reproductive, and economic health and even have an effect on the health of children who are cared for by the mothers of victims of violence. The prevalence of violence against women in Indonesia in the Simfoni PPA data reported and recorded during 2020-2023 increased by 2,774 cases. Violence against women requires the active role of professional health workers, especially midwives, in conducting screening, approach and support, following up on collaborations/referrals, In addition, midwives must also develop themselves through special learning or training so that they are able to provide education to increase awareness. This study aimed to explore the management of midwifery implementation regarding violence against women. The method used in this literature review study is based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) checklist. Searches were conducted from PubMed, Science Direct, and Sage Journals to identify articles published between January 1, 2020, and May 1, 2024 with the keywords “violence against women, intimate partner violence, midwifery care of violence, health care of violence”. The results of the review from 703 journals obtained 9 relevant journals regarding the management of midwifery implementation including early detection through routine screening, training and education for midwives, collaboration/referral with various other sectors, empowering women, documentation, and evaluation.
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PEREMPUAN I’anah, Fauzah Cholashotul; Terawan, Vita Murniati; Akbar, Ieva Baniasih; Mose, Johannes C.; Herawati, Dewi Marhaeni Diah
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.874

Abstract

Anemia lebih sering terjadi pada remaja khususnya pada negara berkembang dan kekurangan zat besi merupakan penyebab paling utama yang memengaruhi 50% anemia pada perempuan. Daun kelor mengandung zat gizi makornutrien dan mikronutrien yang tinggi dan dapat meminimalkan risiko anemia. Tujuan dari riset ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja perempuan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian systematic review dan meta analisis dengan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses Protocols (PRISMA-P) yang dilakukan secara sistematis dengan mengikuti tahapan atau protokol penelitian yang benarserta hanya menggunakan studi primer dari penelitian Kuantitatif Quasi Eksperimental. Hasil meta analisis Z sebesar 2.32 dengan p value adalah 0.02 menunjukkan p value < level of significance (?=0.05) dan didapatkan juga mean difference sebesar -2.39 pada 95% confident interval antara [-4.41; -0.38]. Karena pada 95% confident interval tidak memuat titik nol yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kadar hemoglobin antara grup experimental dengan grup kontrol dari keseluruhan studi. Kesimpulan riset ini terdapat pengaruh ekstrak daun kelor dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja perempuan. Diharapkan bagi orang tua yang memiliki anak remaja perempuan menyediakan makanan dengan bahan dasar daun kelor untuk memenuhi kebutuhan gizi agar tidak terjadi ataupun mengobati anemia pada remaja perempuan.