Articles
Hubungan Paritas Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah
Meilina Angita Exna Putri;
Afnani Toyibah;
Arika Indah Setyarini
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol 4 No 2 (2022): MAJORY
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31290/majory.v4i2.3193
Low Birth Weight Babies (LBW) are still very important in public health, with variables defined by WHO as weighing less than 2500 grams at birth. Birth with LBW is still a major factor in increasing mortality, morbidity and disability in neonates, infants and children, so that it can have a long-term impact on future life. This study aims to determine whether there is a relationship between parity and the incidence of low birth weight babies. This study uses a literature review design. Search journal articles using the PICO format and analysis was carried out. The search was carried out on several databases, namely Google Scholar, PubMed and DOAJ using keywords that had been determined by the researchers (Parity and Low Birth Weight Babies, Relationship and Parity Low Birth Weight Babies, Parity and LBW, or Parity and Low Birth Weight Babies, or The Relationship between Parity and Low Birth Weight Babies). Of the 10 journals from 2016 to 2020, which have been analyzed, there are 8 journals which state that there is a relationship between parity and the incidence of LBW. There is a relationship between parity and the incidence of low birth weight babies. The need for increased monitoring and provision of IEC to mothers with risk factors, so that they can overcome the incidence of LBW in early pregnancy
Tingkat Pengetahuan Wanita tentang Deteksi Dini Kanker Serviks dan Pemeriksaan Pap Smear
Victoria Adelina Khoirunisa;
Arika Indah Setyarini;
Ririn Indriani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1358
Kejadian kanker serviks meningkat setiap tahunnya dan urutan kedua sebagai penyebab kematian wanita terbanyak setelah kanker payudara. Tingginya kasus kanker serviks karena kurangnya pengetahuan sehingga banyak wanita yang enggan melakukan skrining khususnya dengan pemeriksaan Pap Smear, selain itu rasa takut, rasa malu, dan factor biaya yang menyebakan angka cakupan pemeriksaan Pap Smear masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan Pap Smear. Penelitian ini merupakan Studi Literatur menggunakan 10 jurnal publikasi 5 tahun terakhir dari database Google Schoolar, Pubmed, dan ProQuest sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini merupakan literatur review yang meringkas beberapa literatur yang relevan sesuai tema penelitian dengan pendekatan Traditional review. Jurnal yang direview menggunakan uji statistic chi square. Sebagian besar jumlah Responden dalam jurnal ini adalah 50 - lebih dari 100 Responden. Dari 10 jurnal hanya 6 jurnal yang membahas hubungan tingkat pengetahuan wanita tentang deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan Pap Smear dan terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan pemeriksaan Pap Smear, sedangkan 4 jurnal lainnya berisi pengetahuan dan pemeriksaan Pap Smear lebih dibahas secara masing masing.
Studi Literature tentang Efek Effleurage Massage terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif
Novidia Mardiani;
Herawati Masur;
Arika Indah Setyarini
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.689 KB)
Sebagian besar (90%) wanita mengalami nyeri yang hebat selama proses persalinan. Nyeri pada persalinan merupakan proses fisiologis yang normal. Nyeri yang tidak segera diatasi dapat meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu metode non farmakologi yang sangat efektif dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan adalah metode effleurage massage dimana massage ini dapat merangsang hormon endorfin yang berfungsi sebagai relaksasi sehingga ibu dapat merasakan pengurangan rasa nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh effleurage massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif. Desain penelitian ini yaitu Literature Review. Artikel di telusuri melalui database akademik Google scholar dan ResearchGate, menggunakan kata kunci massage effleurage, labor pain, nyeri persalinan, nyeri kala I fase aktif. Artikel jurnal terseleksi berjumlah sepuluh mulai tahun 2017-2019, yang membahas tentang pengaruh effleurage massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di berbagai wilayah di Indonesia. Setelah dilakukan Literature Review ditemukan bahwa Setelah dilakukan intervensi pada ibu bersalin kala I fase aktif persalinan didapatkan bahwa skala nyeri yang dialami oleh ibu sebagian besar menjadi rendah-sedang, sehingga Massage Effleurage sangat berpengaruh untuk mengurangi dan menurunkan rasa nyeri persalinan kala I fase aktif persalinan. Dalam hal ini tenaga kesehatan sangat berperan penting untuk melakukan intervensi kepada ibu bersalin dengan asuhan sayang ibu dengan cara mengurangi rasa nyeri saat bersalin menggunakan teknik massage effleurage yang terbukti dapat mengurangi rasa nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif setelah dilakukan identifikasi pada 10 artikel jurnal yang telah didapatkan oleh peneliti.
Dampak Promosi Kesehatan Menggunakan Media Audio Visual terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Inisiasi Menyusu Dini dan Asi Eksklusif: Studi Literatur
Shely Dinda Fatma Anggraeni;
Koekoeh Hardjito;
Arika Indah Setyarini
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.623 KB)
Banyak ibu tidak mengetahui tentang manfaat IMD. Pencapaian IMD di Indonesia masih sangat rendah, hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan dan sikap Ibu dalam pelaksanaan IMD. Diperlukan upaya khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap Ibu tentang IMD. Seringkali Ibu merasa tidak nyaman dengan lingkungan dengan menunjukkan respon kurangnya pengetahuan dan sikap tentang IMD. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang IMD dengan melakukan promosi kesehatan menggunakan media audiovisual. Sehingga dengan studi literatur ini mampu mengidentifikasi Dampak Promosi Kesehatan Menggunakan Media Audio Visual terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif. Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang inisiasi menyusu dini. Dengan menggunakan keyword ((((Health Promotion) AND Audiovisual media) OR Knowledge) AND Attitude) OR Early Initiation of Breastfeeding) AND Exclusive Breastfeeding) pada database untuk mencari literature review. 10 artikel terakreditasi diambil dari database Google Schoolar mulai tahun 2016-2020. Penyeleksian diambil dengan memerhatikan pico framework, kemudian artikel dianalisis satu persatu. Terdapat pengaruh pemberian promosi kesehatan menggunakan media audiovisual dan lebih efektif dibandingkan menggunakan media lainnya. Penggunaan media audiovisual dalam promosi kesehatan lebih disarankan untuk dilakukan, mengingat media audiovisual lebih menunjukkan perubahan yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang IMD dan ASI Eksklusif daripada menggunakan media lainnya. Namun bukan berarti media selain audiovisual tidak dapat dilakukan. Bila ingin memberikan media selain audiovisual.
Pemberian ASI Eksklusif pada Perkembangan Kemampuan Motorik Bayi: Studi Literatur
Fieby Viorentina;
Sumy Dwi Antono;
Arika Indah Setyarini
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (277.138 KB)
Permasalahan gangguan perkembangan bayi khususnya di Indonesia masih belum teratasi. Secara global, gangguan perkembangan khususnya perkembangan motorik di Indonesia mencapai prevalensi 35,7%. Perkembangan motorik yang terganggu ini salah satunya disebabkan oleh status gizi. Pemerintah Indonesia dan UNICEF merekomendasikan untuk memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Karena didalam ASI terkandung gizi yang aman dan sesuai bagi bayi serta mempunyai banyak manfaat bagi bayi demi keberlangsungan hidup dan perkembangan, khususnya perkembangan motorik bagi bayi. Studi ini dilakukan untuk mengetahui pemberian ASI eksklusif pada perkembangan motorik bayi. Jenis penelitian ini adalah literature review dengan metode studi yang digunakan adalah tradisonal review. Database yang digunakan Google Scholar, dan Elsevier dengan kata kunci ASI Ekslusif dan kemampuan motorik. Strategi pengumpulan literature menggunakan PICOS framework kemudian dianalisis hingga terdapat 10 literature yang dapat digunakan. Berdasarkan 10 jurnal yang telah dianalisis menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan motorik bayi dengan rata-rata nilai p-value < 0,05. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik bayi. Semakin lama ASI eksklusif diberikan maka semakin akan dapat mengoptimalkan kemampuan motorik pada bayi.
Kompres Dingin pada Penurunan Intensitas Nyeri Luka Perineum pada Ibu Nifas: Studi Literatur
Irmania Azzah;
Arika Indah Setyarini;
Mika Mediawati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.18 KB)
Kejadian luka perineum di Indonesia dikatakan masih tinggi, mayoritas ibu bersalin memperoleh jahitan pada bagian perineum disebabkan karena episiotomi dan robekan spontan. Luka perineum ini mengakibatkan kesulitan mobilisasi ibu, kemampuan untuk BAK dan BAB menjadi berkurang, hal ini dapat menghambat aktivitas sehari-hari ibu dalam merawat bayinya. Solusi untuk masalah ini adalah dengan memberikan terapi non farmakologi berupa kompres dingin yang diaplikasikan pada luka perineum paska persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan artikel yang telah ditemukan tentang Kompres Dingin Pada Penurunan Intensitas Nyeri Luka Perineum Pada Ibu Nifas. Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian studi literature dengan design studi traditional review, dimulai dengan mengurutkan tahun publikasi dari jurnal terlama sampai terbaru selanjutnya ditelaah berbagai persamaan dan perbedaan dalam penelitian yang dilakukan dari berbagai sumber dengan nyeri luka perineum sebelum dan sesudah dilakukan kompres dingin. Penelusuran artikel dan jurnal menggunakan databases PubMed dan Google Scholar. Ditemukan 10 artikel yang membahas intensitas nyeri perineum dengan sebagian besar ibu nifas mengalami nyeri sedang sampai berat, selain itu 10 artikel menjelaskan penggunaan metode non farmakologi yakni kompres dingin dalam penurunan nyeri luka perineum ibu nifas. Seluruh artikel juga menyebutkan bahwa adanya perbedaan skor nyeri perineum ibu postpartum antara sebelum dan sesudah pemberian kompres dingin. Terdapat Kompres Dingin Pada Penurunan Intensitas Nyeri Luka Perineum Pada Ibu Nifas. Kata kunci: ibu nifas; kompres dingin; nyeri luka perineum COLD COMPRESSES ON REDUCING THE INTENSITY OF PERINEAL WOUND PAIN IN NIFAS MOTHERS: LITERATURE STUDIES ABSTRACT The incidence of perineal injuries in Indonesia is said to be still high, the majority of women giving birth receive stitches on the perineum caused by episiotomy and spontaneous tears. This perineal wound causes difficulties in mobilizing the mother, the ability to urinate and defecate is reduced, this can hinder the mother's daily activities in caring for her baby. The solution to this problem is to provide non-pharmacological therapy in the form of cold compresses that are applied to the perineal wound after childbirth. This study aims to determine the similarities and differences in articles that have been found about cold compresses on reducing the intensity of perineal wound pain in postpartum women. The type of research carried out is a literature study research with a traditional review study design, starting with sorting the publication year from the longest to the latest journals, then reviewing various similarities and differences in research conducted from various sources with perineal wound pain before and after a cold compress. Search articles and journals using the PubMed and Google Scholar databases. We found 10 articles discussing the intensity of perineal pain with most mothers experiencing moderate to severe pain, in addition 10 articles explaining the use of non-pharmacological methods such as cold compresses in reducing perineal pain in postpartum women. All articles also mention that there is a difference in postpartum maternal perineal pain scores between before and before giving cold compresses. There is an effect of cold compresses on decreasing the intensity of perineal wound pain in postpartum women.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW)
Reki Lintang Nastiti;
Eny Sendra;
Arika Indah Setyarini;
Ira Titisari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 2 (2022): Mei 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v4i2.941
Metode Operasi Wanita (MOW) merupakan metode kontrasepsi yang sangat efisien dan lebih efektif namun penggunaanya tergolong masih sangat rendah hanya sebesar 2,76% dari semua pengguna akseptor KB. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor pengetahuan, pendidikan dan dukungan suami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi MOW. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan desain traditional review. Pencarian artikel jurnal dilakukan dengan memerhatikan format PEOS. Pencarian dilakukan pada beberapa database Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan oleh peneliti. Seluruh jurnal artikel yang ditemukan diseleksi menggunakan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Dilakukan seleksi dan penilaian kualitas jurnal kemudian artikel dianalisis satu persatu untuk ditarik kesimpulan. Dari 11 artikel ilmiah yang telah dianalisis, pengetahuan, pendidikan, dan dukungan suami merupakan faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor pengetahuan. Terdapat hubungan pengetahuan dengan pemilihan MOW. Tidak terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan pemilihan MOW. Terdapat hubungan dukungan suami dengan pemilihan MOW. Faktor pengetahuan merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan pemilihan MOW.
PENANGANAN BALITA STUNTING PADA KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI
Indah Indah Rahmaningtyas;
Eny Sendra;
Rahajeng Siti Nur Rahmawati;
Arika Indah Setyarini
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31290/jiki.v6i1.1430
Stunting is a chronic condition that describes stunted growth due to long-term malnutrition. The results of Basic Health Research in Indonesia in 2010 showed that the discovery of short toddlers by 35.6%, although the prevalence of undernutrition and malnutrition had decreased from 18.4% in 2007 to 17.9% in 2010. This percentage meant more than one-third of toddlers have lower height than the standard height of toddlers of their age. This study aims to determine the description of the family in handling stunting in their toddlers in the Sukorame Public Health Center Work Area in City of Kediri. This research is a descriptive study with a qualitative approach. Participants in this study were a number of families with stunting toddlers as many as 6 participants. Data collection uses a process of in-depth interviews (in depth interviews), Focus Group Discussion (FGD) and observation of handling stunting by the family. The results showed that families with short toddlers (stunting), most of them have low education, middle-low socio economic status, and in specific nutrition interventions and families sensitive to stunting are still below health standards. Need attention from cooperation both the government with cross-sectoral activities and cross-programs and the community by increasing social sensitivity.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KANKER PAYUDARA
Arika Indah Setyarini;
Rahajeng Siti Nur Rahmawati;
Ira Titisari;
Eny Sendra;
Indah Rahmaningtyas
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31290/jiki.v4i1.245
Kanker payudara menempati urutan pertama pada negara berpenghasilan menengah. Jatim merupakan propinsi dengan penderita kanker terbanyak di Indonesia. 85% pasien datang dalam keadaan lanjut (Stadium III, IV). Jumlah kasus penderita kanker di Tulungagung makin meningkat tiap tahun : 2010 :130 kasus, 2011 : 140 kasus, 2012 : 207 kasus, 2013 : 270 kasus. Tahun 2013 YKI melakukan kunjungan ke desa sekitar Puskesmas Dono untuk memberikan bantuan kepada para penderita kanker payudara. Pentingnya deteksi dini dengan pemeriksaan payudara sendiri (SARARI) pada wanita mulai usia 20 tahun sebagai usaha untuk screening. Metode ini tergolong murah dan mudah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kanker payudara. Desain penelitian menggunakan deskriptif fenomenologi. Hasil menunjukkan ditemukan riwayat usia lebih dari 40 tahun, riwayat tidak menyusui, pengetahuan tentang gejala awal kurang, sikap yang menunda periksa, asuransi kesehatan telah disiapkan dan tidak ada upaya dalam deteksi dini kanker payudara.
STUDI KUALITATIF POLA BERPASANGAN (Sexual Partnership) PADA PUS DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV DI KOTA KEDIRI
Eny Sendra;
Arika Indah Setyarini;
Indah Rahmaningtyas
Jurnal Pendidikan Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Pendidikan kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31290/jpk.v9i1.1500
HIV is an infectious disease which is attacks the immune system. HIV is related with sexual healht and reproductive health who not achieved, that is how sexual elements work in certain socio cultural settings giving rise to health implications on the person. This study aims to determine of sexual partnership in reproductive age couples to preventing HIV Transmission At City of Kediri. This research is a descriptive study with a qualitative approach. Participants in this study were 12 Reproductive Age Couples which taken using purposive sampling technique. Data collection uses a process of in depth interviews, Focus Group Discussion or FGD and Observation of Couple Patterns or Sexual Partnership. The results showed that the characteristics of sexual partnership are oriented toward marital status and consensual relationships with one another accepting and needing as an increase in quality of life, commitment to mutual trust, reducing stress, and reducing the risk of sexual behavior at risk of a partner. The success of HIV transmission prevention efforts is highly dependent on various parts, not only the active role of health workers in providing education and information about HIV, but also the support of partners and families as the main motivators to behave properly according to safe sexual relations.