Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

A Turning Trash into Treasure: How Composting and Eco-enzymes Can Revolutionize Waste Management and Add Value: ECO-ENZYMES AND ADD VALUE Vincentia Irene Meitiniarti; Liska Simamora; Damara Dinda Nirmalasari Zebua
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 3 No. 06 (2024): International Journal of Economics, Business and Innovation Research (IJEBIR)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Managing organic waste through composting and eco-enzyme production offers environmental and economic advantages. Composting reduces methane emissions, enhances soil quality, and boosts agricultural yields, while eco-enzymes provide a novel waste management solution. This study compares the added value of food and garden waste in eco-enzyme and compost production, emphasizing their potential for sustainable resource utilization and economic gain. The research involves waste collection, production, quality analysis, and added value assessment. Compost and eco-enzymes are made from various waste compositions, with quality analysis covering nutrient content and enzyme activity. Economic analysis highlights the viability of composting and eco-enzyme production. Despite challenges such as low material content and unexpected water increase with EM4, both methods show promise. Composting yields IDR2,142.86 with a 65% added value ratio, while eco-enzymes earn IDR69,964 with a 94% ratio, offering benefits like room freshening and higher profits.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA KAYUARA KECAMATAN MENYUKE Jojo, Nopatus; Zebua, Damara Dinda Nirmalasari
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i1.3678

Abstract

Petani swadaya di Desa Kayuara tidak memiliki catatan pengeluaran dan pendapatan dalam menjalankan usahatani kelapa sawit. Hal ini menyulitkan petani untuk menghitung pendapatannya. Di sisi lain, petani belum memiliki kemampuan dalam menghitung pendapatannya, sehingga petani belum dapat menentukan usahatani kelapa sawit ini memberikan keuntungan atau tidak. Penelitian bertujuan untuk 1) mengetahui biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usaha tani swadaya kelapa sawit di Desa Kayuara, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak.; dan 2) mengetahui R/C ratio usaha tani swadaya kelapa sawit di Desa Kayuara, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling), yaitu sampel dipilih secara cermat dengan mengidentifikasi seseorang atau subjek penelitian dan memiliki karakteristik tertentu. Sampel diambil memiliki karakteristik khusus yaitu petani yang memiliki umur tanaman kelapa sawit 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total rata-rata biaya yang dikeluarkan 12 responden usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp. 41.340.167/tahun. Total rata-rata penerimaan yang diterima sebesar Rp. 113.430.000/tahun. Total rata-rata pendapatan diterima petani swadaya sebesar Rp. 72.089.833/tahun. Kemudian hasil dari R/C ratio adalah sebesar 2,77. Artinya usahatani swadaya kelapa sawit di Desa Kayuara Kecamatan Menyuke layak untuk diusahakan. Keywords : Biaya, Pendapatan, R/C ratio, Petani Swadaya, Kelapa Sawit Desa Kayuara.   
Botol Ajaib: Memproduksi Sayuran Segar dari Sampah Plastik Bayu Nuswantara; Damara Dinda Nirmalasari Zebua; Yuliawati Yuliawati; Esther Sheliena; Tinjung Mary Prihtanti; Maria Maria; Lasmono Tri Sunaryanto; Klarista Ardiani; R. Aji Bayu Nugroho
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1077

Abstract

Upaya untuk menjaga lingkungan di sekitar kita adalah tanggung jawab bersama yang harus terus diusahakan. Hal ini memerlukan kesadaran dari setiap individu yang kemudian perlu diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran siswa SD Kanisius Gendongan untuk peka terhadap lingkungan sekitar dengan memanfaatkan sampah plastik melalui praktik pertanian secara hidroponik. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyuluhan untuk memberikan pemahaman pentingnya mengelola sampah plastik, dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung oleh peserta kegiatan didampingi dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh 39 siswa kelas IV dan V yang dibagi ke dalam 8 kelompok. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk praktik menanam bibit sayuran secara hidroponik menggunakan botol plastik bekas yang telah disiapkan. Nutrisi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman adalah pupuk cair (AB Mix). Manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah setiap peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dan memanfaatkan sampah plastik khususnya botol plastik bekas menjadi sesuatu yang lebih berguna.
Perhitungan Value at Risk (VaR) pada Saham Sub Sektor Pertanian dengan Metode Simulasi Historis dan Monte Carlo Zebua, Damara Dinda Nirmalasari; Pancasila, Muhammad Rizal; Santosa, Yoga
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.18265

Abstract

Making investment decisions requires the right approach in measuring potential losses, one of which is investing in agricultural sub-sector shares. Potential losses can be seen from the Value at Risk (VaR) value. The aims of this research are 1) to calculate the VaR value of single assets and portfolios in the agricultural sub-sector using two methods; 2) to determine which method is more accurate and reliable in estimating losses in agricultural sub-sector shares; and 3) to provide the best investment alternative for investors to invest in one or both shares. The research uses time series data from two agricultural sub-sector shares, namely PT. Sampoerna Agro Tbk (SGRO) and PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) for the period November 30, 2020-November 30, 2024 totaling 970 data. Data were analyzed using Historical Simulation and Monte Carlo methods with the help of Microsoft Excel (Ms. Excel) software. The research results show 1) with a confidence level of 95%, the estimated loss value of SGRO, LSIP and portfolio shares (50:50) using the Historical Simulation method is Rp9,742,547.43, Rp14,810,924.37 and Rp10,336,139.64 respectively, while using the Monte Carlo method is Rp12,493,847.11, Rp15,996,384.77 and Rp11,257,991.86; 2) based on the results of the VaR analysis, a more accurate and reliable method for estimating losses in agricultural sub-sector shares is the Monte Carlo method because it provides a greater estimate of the value of losses through repeated iterations; and 3) based on VaR calculations, it is recommended for investors to invest in both shares in a 50:50 proportion because it can reduce the estimated value of losses received compared to investing in just one share.
Impact Of Agricultural Production on Stunting Prevalence in Central Java Province Maria; Prihtanti, Tinjung Mary; Sheliena, Esther; Yuliawati; Zebua, Damara Dinda Nirmalasari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12288

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that impairs children's growth and development. This study aims to examine the influence of agricultural production and food access indicators on stunting prevalence across 35 districts and cities in Central Java Province from 2021 to 2023. The independent variables include rice production, horticultural production, broiler chicken production, cow milk production, egg price index, and paddy field area. Panel data regression using a fixed effects model (FEM) was selected as the most appropriate analytical approach, based on the results of the Chow and Hausman tests. The results show that rice production, egg price index, and paddy field area have a statistically significant influence on stunting prevalence. In contrast, horticultural production, broiler chicken production, and cow milk production do not show significant effects. These results suggest that improving food availability alone is not sufficient; it must be accompanied by enhanced access and affordability. The study highlights the importance of localized agricultural and nutritional strategies in reducing stunting. Analysis indicates the decline in stunting prevalence in Central Java, although several areas still record high rates. Rice production, paddy field area, and egg prices index as significant factors influence stunting, highlighting the need for integrated policies that combine agricultural development with improved access, affordability, and nutrition education.
Kanvas Model Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah Keripik Sawi Putih “Krauk” Zebua, Damara Dinda Nirmalasari; Kartikowati, Maresti; Sacca, Krisna Candra Arya; Mule, Friskilia Sampe; Prayogo, Wahyu Adi; Leonaldo, Leonaldo; Ristiana, Dani
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i1.13309

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) "Krauk" white mustard chips are one of the businesses in Sumberejo Village which was only established in 2020. The aim of this research is to describe the business model run by the MSME "Krauk" white mustard chips. The method used is descriptive qualitative. The results of the research show that the MSME "Krauk" White Mustard Chips already has an operational pattern that can be mapped into nine elements of the business model canvas including: 1) customer segments, namely all groups, especially vegetarians as consumers; 2) value proposition, namely mustard chips which taste delicious and have a crunchy texture; 3) channels, namely product marketing media, including agents/resellers and digital platforms (Shopee and Instagram); 4) customer relationship, namely efforts to maintain long-term relationships with partners by providing product samples to potential agents/resellers and providing cash and non-cash payment methods; 5) revenue stream, namely the sale of white mustard chips as the main income and the sale of peanut chips and anchovy chips as additional income; 6) key resources, namely collaboration between the MSME White Mustard Chips "Krauk" and suppliers of additional/complementary ingredients; 7) key activities, namely producing white mustard chips, peanut chips and anchovy chips; 8) key partners, namely the government (Indonesia Financial Group), tourist destinations and souvenir shops that support the "Krauk" White Mustard Chips MSME business; and 9) cost structures, namely the mandatory expenditure of "Krauk" White Mustard Chips MSMEs to purchase raw materials and additional materials as well as several other items.
Kanvas Model Bisnis Produsen Beras Premium (Studi pada Koperasi Serba Usaha Citra Kinaraya Mlatiharjo) Maria, Maria; Zebua, Damara Dinda Nirmalasari; Simamora, Liska; Nadapdap, Hendrik Johannes
Agrin Vol 25, No 2 (2021): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2021.25.2.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan model bisnis yang dijalankan oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Citra Kinaraya khususnya terkait produk beras premium. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview) kepada partisipan dan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSU Citra Kinaraya sudah memiliki pola operasional yang dapat dipetakan ke dalam kanvas model bisnis meliputi a) value proposition yaitu beras sehat yang berprotein tinggi dan memiliki kadar gula rendah; b) customer segment yaitu konsumen kalangan menengah ke atas yang peduli terhadap kesehatan sehingga bersedia membayar produk dengan harga yang lebih mahal; c) customer relationship yaitu memberikan harga khusus kepada agen/reseller yang memasarkan produk jika melakukan sejumlah pembelian tertentu kepada produsen (KSU Citra Kinaraya) sesuai kesepakatan; d) channels yaitu menggunakan jasa agen/reseller serta kurir untuk mendistribusikan produk ke konsumen akhir; e) key partners yaitu keterlibatan stakeholders seperti universitas, dinas koperasi, Agriterra dan perbankan untuk mendukung kegiatan bisnis KSU Citra Kinaraya; f) key activities yaitu memproduksi beras sehat (beras merah, beras hitam, beras genki dan beras melati pecah kulit); g) key resources yaitu keterlibatan mitra (petani padi anggota) dalam menyediakan bahan baku padi untuk diolah menjadi beras premium oleh KSU Citra Kinaraya; h) cost structures yaitu pengeluaran wajib yang dikeluarkan oleh KSU Citra Kinaraya untuk memperlancar kegiatan operasional; dan i) revenue stream yaitu sumber penerimaan KSU Citra Kinaraya yang berasal dari penjualan beras sehat dengan proporsi terbesar berturut-turut diperoleh dari penjualan beras merah, beras hitam, beras genki dan beras melati pecah kulit.Kata kunci: kanvas model bisnis, Citra Kinaraya, beras premium
Introduksi Biopori untuk Mendorong Kepedulian Lingkungan Siswa Pendidikan Dasar di Kota Salatiga Tinjung Mary Prihtanti; Bayu Nuswantara; Maria, Maria; Lasmono Tri Sunaryanto; Yuliawati, Yuliawati; Damara Dinda Nirmalasari Zebua; Esther Sheliena; Klarista Ardiani; R Aji Bayu Nugroho
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2569

Abstract

Pendidikan di sekolah dasar berperan penting menanamkan kepedulian lingkungan anak usia dini. Disisi lain, di wilayah perkotaan menghadapi permasalahan genangan air saat hujan lebat, dan hal tersebut terjadi pula di lingkungan sekolah di musim penghujan. Peningkatan pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui introduksi pembuatan lubang resapan biopori yang diberikan kepada siswa/siswi kelas 6 Sekolah Dasar Kanisius Gendongan Kota Salatiga. Sekolah Dasar Kanisius merupakan salah satu sekolah yang memiliki misi mendidik generasi muda agar memiliki kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Teknik yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yakni tutorial, demonstrasi, dan praktik secara langsung. Sebanyak 46 siswa mengikuti kegiatan tersebut, dan hasil kegiatan menunjukkan kepuasan siswa terhadap pelaksanaan pengabdian masyarakat termasuk pada kategori tinggi dengan menerapkan analisis skala Likert. Siswa sebagian besar memberikan skor yang menyatakan puas dan sangat puas, baik terhadap materi yang telah disampaikan, cara penyampaian narasumber, fasilitas yang telah disediakan, serta kegiatan keseluruhan.
Edukasi dan Praktik: Menanam Sayur bersama Siswa Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Satya Wacana Zebua, Damara Dinda Nirmalasari; Yuliawati, Yuliawati; Sheliena, Esther; Ningrum, Priskilah Febi Widya; Jayaprawira, Jefanya Diva Adriana; Restu, Luna Yureka
Madaniya Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1304

Abstract

Kesadaran akan pentingnya lingkungan merupakan sikap yang perlu dimiliki setiap individu termasuk anak-anak. Sikap ini perlu dipupuk sejak dini sehingga dapat menjadi kebiasaan yang baik di kemudian hari. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan, kecintaan terhadap alam, serta memberikan pengetahuan tentang cara menanam dan merawat tanaman kepada anak-anak Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengenai bagian-bagian tanaman dan mempraktikkan langsung penanaman bibit sayuran. Hasilnya, anak-anak menunjukkan antusiasme dan mampu mengikuti tahapan kegiatan “Planting Time” dengan baik, mulai dari mengenal bagian tanaman hingga praktik menanam bibit sayuran.
Pemberdayaan Kelompok Tani untuk Penguatan Manajemen Lahan dan Agribisnis Hortikultura di Desa Jeruk Kabupaten Boyolali Bistok Hasiholan Simanjuntak; Yoga Aji Handoko; Donna Setiawati; Ningrum, Priskilah Febi Widya; Esther Sheliena; Alfred Jansen Sutrisno; Damara Dinda Nirmalasari Zebua; Dina Rotua Valentina Banjarnahor; Suprihati
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2866

Abstract

Jeruk Village, Selo Subdistrict, Boyolali Regency, is a highland agricultural area facing challenges such as sloping land erosion, low conservation knowledge, limited climate adaptation, and weak bargaining power of farmers. The Community Empowerment Program by Students (PMM) through Community Service Program (KKN) was implemented to empower the Bangun Tani 2 and Tani Mulyo 2 Farmer Groups by involving 32 Agrotechnology and Agribusiness students from Satya Wacana Christian University in September–October 2025. Activities included socialization, environmentally friendly technology training, mentoring, soil block making, biopesticide and biofertilizer production, education on sloping land conservation using terraced models, as well as post-harvest training and digital marketing. The evaluation showed an increase in farmers' understanding and skills based on pre-test and post-test scores. This program enhances farmers' independence, reduces dependence on external inputs, promotes product value addition, and expands market access through digital platforms, thereby potentially becoming a sustainable empowerment model for highland regions.