Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN KELUARGA UNTUK MENYUKSESKAN ASI EKSKLUSIF DI PULAU GILI IYANG Shrimarti Rukmini Devy; Mochammad Bagus Qomaruddin; Rachmah Indawati; Edi Hermanto; Galuh Mega Kurnia; Tausyiah Rohmah Noviyanti; Yuliana Purnama Sari Min; Rino Triyanto Keya; Rika Satya Dewi; Aristanto Prambudi; Ahsanu Bil Husna; Fatimah Dwi Cahyani; Anggun Wahyu Widoretno; M. Bahmid
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pemberian MP-ASI sebelum usia 6 bulan masih sering terjadi di Gili Iyang karena kurangnya pemahaman dan dukungan sosial, serta tradisi turun-temurun. Hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan pada bayi. Peningkatan pengetahuan ibu hamil dan keluarga untuk menyukseskan ASI Eksklusif perlu dilakukan guna menurunkan kasus MP-ASI dini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga dalam menyukseskan ASI Eksklusif. Metode: Program dilaksanakan pada bulan Maret - Oktober 2024. Program didesain menggunakan pendekatan teori Dignan. Hasil: Hasil analisis komunitas menunjukkan faktor utama pemberian MP-ASI dini adalah karena bayi sering menangis, kurangnya dukungan sosial, dan rendahnya pengetahuan ibu. Hasil penilaian target menunjukkan bahwa ibu hamil, keluarga tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan kader sebagai kelompok sasaran program. Kegiatan yang dilakukan adalah emo demo “ASI Saja Cukup” dan ceramah, pemberian media informasi kesehatan, pelatihan KAP pada kader, public hearing bersama tokoh masyarakat yang diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test digunakan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Selain itu juga dilakukan evaluasi pelaksanaan program secara keseluruhan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat di Gili Iyang berhasil meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya ASI eksklusif pada peserta, serta meningkatkan dukungan sosial melalui penandatanganan komitmen bersama.
Kajian Strategi Promosi Kesehatan Ottawa Charter sebagai Upaya Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sukoharjo Tausyiah Rohmah Noviyanti; Ira Nurmala; M Muthmainnah; Lutfi Agus Salim; Asma Nadia
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu wilayah dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mencapai Angka Kematian 1,6 dan Insiden Rate (IR) mencapai 48,2/100.000 penduduk melebihi target nasional. Terdapat 440 kasus dan 7 orang meninggal akibat DBD di Kabupaten Sukoharjo. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Tujuan: mengkaji strategi promosi kesehatan sebagai upaya penanggulangan kasus DBD yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo berdasarkan strategi Ottawa Charter. Metode: observasi, studi dokumen dan kajian literatur. Hasil: Health Public Policy: peraturan mengenai kesiapsiagaan kasus DBD yaitu Surat Edaran Bupati; Supportive Environment: membentuk Kader Jumantik Cilik pada setiap Sekolah, melakukan siaran keliling yang dilakukan oleh Puskesmas untuk menghimbau masyarakat dalam melakukan PSN melalui G1R1J, refreshing pengetahuan terkait pengendalian DBD pada pertemuan lintas sektor tingkat desa bersama puskesmas; Reorient Health Service: menunjuk lima orang kader pada setiap desa/kelurahan PSN, pemberdayaan masyarakat dalam hal pengendalian vektor di desa seperti penggunaan teknologi tepat guna dan abatisasi; Personal Skill: memberikan pembinaan dan pelatihan tentang Jumantik PSN anak sekolah kepada guru-guru di sekolah, refreshing pengetahuan kader terkait pengendalian DBD pada pertemuan lintas sektor tingkat desa; Community Action: melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) oleh Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan bersama Tim P2PM, siaran keliling yang dilakukan oleh setiap puskesmas se-kabupaten Sukoharjo untuk menggerakan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan PSN melalui G1R1J serta melakukan upaya 3M. Kesimpulan : Strategi upaya penanggulangan kasus DBD di Kabupaten Sukoharjo sudah mencangkup berdasarkan lima Strategi Promosi Kesehatan Ottawa Charter, akan tetapi perlu pengoptimalan pada setiap strategi untuk bekerjasama pada lintas sektor.
TB Hunter STBM: Optimalisasi Edukasi Tuberkulosis Berbasis Media Edutainment di Wilayah Endemis Kota Surabaya Nafisah Nafisah; Tausyiah Rohmah Noviyanti; Nuril Maulidatul Qorida; Hana Mufidatuz Zuhrah; Adellya Salsa Sabila Putri; Achmad Sholeh Farhat; Tuty Alawiyah; Muji Sulistyowati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): August 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/hzrp4094

Abstract

This community service activity aimed to improve knowledge of TB and Community-Based Total Sanitation (STBM) through health talks and the “TB Hunter STBM” edutainment media, a giant snakes-and-ladders game using participants as game pieces. The activity was conducted on 9-12 September 2025 at five sites, namely an elementary school, an Islamic boarding school, and three subdistricts, reaching approximately 300 participants through health talks. A focused edutainment session with pre-test and post-test evaluation was conducted for 28 participants at three of the five sites. The Wilcoxon Signed Rank test showed a statistically significant increase in knowledge (Z = -2.512; p = 0.012), with 64.3% of participants showing improved scores and a supplementary medium effect size (r ≈ 0.34). The TB Hunter STBM edutainment media proved effective in increasing participants’ knowledge of TB prevention through the STBM approach. This multi-setting approach and the integration of TB-STBM content contribute to the 2030 TB elimination target and the achievement of SDGs 3 and 6.
Implementasi Kawasan tanpa Rokok dalam Upaya Promosi Kesehatan di Universitas Airlangga Mezaluna Prabasanti; Tausyiah Rohmah Noviyanti; Rima Mita Gutari; Sri Widati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i2.6622

Abstract

Smoking is a behavior that is widely found in all levels of society, including at universities. In an effort to improve health status and create a Healthy Campus, Universitas Airlangga inaugurated a Smoking Free Area. This study aims to examine smoking behavior and analyze the implementation of No-Smoking Areas (KTR) at Airlangga University based on the Ottawa Charter health promotion strategy. This research is a case study using a descriptive qualitative approach with several data collections, namely interviews, observation and literature study. If reviewed based on the Ottawa Charter, the implementation of KTR at Universitas Airlangga has been going well. The KTR program at Airlangga University already has a health-oriented public policy, namely Peraturan Rektor Universitas Airlangga Nomor 13 Tahun 2023 Tentang Pedoman Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Universitas Airlangga. KTR has succeeded in establishing a supportive environment, marked by the prohibition of smoking signs posted at the campus gate and every building. KTR also strengthens community action through the KTR task force from each faculty. To develop personal skills, KTR is also balanced with education and outreach to the task force and the entire academic community. The rearrangement of health services has also been carried out, in which health service facilities and related units have also improved and added smoking-related services to create a Kawasan Tanpa Rokok at Airlangga University. Kawasan Tanpa Rokok is a form of health promotion in an effort to create a Healthy Campus at Airlangga University. The rector's regulation has been promulgated to support its implementation. The results of observations reviewed based on the Ottawa Charter show that there is a link between the implementation of KTR and the available infrastructure, human resources, and policies set at Airlangga University.