Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Kasus Pendidikan Islam Dalam Mempromosikan Inklusi dan Keadilan Zuraida, Siti; Pangestu, Endy Dharma; Chanifudin, Chanifudin
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v1i2.2863

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter individu dan masyarakat. Sistem pendidikan ini berakar pada nilai-nilai agama yang tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembentukan moral dan spiritual peserta didik. Nilai-nilai inklusi dan keadilan dalam Islam mengajarkan kesetaraan, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman, yang semuanya merupakan elemen kunci dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan adil. Di era globalisasi, tantangan ketidaksetaraan sosial, diskriminasi, dan eksklusi sosial semakin kompleks. Pendidikan Islam berpotensi besar mengatasi masalah-masalah ini dengan mengintegrasikan ajaran-ajaran agama yang menekankan kesetaraan, penghormatan, dan keadilan sosial ke dalam kurikulum dan praktik pendidikan. Nilai-nilai ini tercermin dalam kebijakan dan kurikulum yang dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang adil dan inklusif. Metode pengajaran inklusif, seperti pembelajaran kooperatif dan diskusi kelompok, membantu menciptakan lingkungan belajar yang menghargai kontribusi setiap siswa dan mendorong penghormatan terhadap perbedaan. Guru dan lembaga pendidikan Islam memainkan peran krusial dalam mempromosikan inklusi dan keadilan dengan menyelenggarakan program-program yang mendorong kesetaraan dan penghargaan terhadap keragaman. Pendidikan Islam meningkatkan kesadaran sosial dan partisipasi dalam aktivitas yang mempromosikan keadilan sosial. Studi ini memberikan wawasan tentang kontribusi pendidikan Islam dalam mempromosikan inklusi dan keadilan serta menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan perannya. Penelitian ini juga memberikan bukti empiris untuk pembuat kebijakan, pendidik, dan peneliti dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan adil.
Tafsir, ta’wil, dan terjemahan al-qur’an: Analisis metodologis, keterkaitan, dan implikasi kontemporer Erika, Febby; Anwar, Abu; Azmira, Nur; Pangestu, Endy Dharma
Al-Aulia: Jurnal Pendidikan dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 11 No. 2 (2025): Al-Aulia: Jurnal Pendidikan dan Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Unit Pelaksana Teknis Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (UPT-P4M) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/aulia.v11i2.3376

Abstract

This study examines the methodological relationships and distinctions among Qur’anic exegesis (tafsir), interpretation (ta’wil), and translation. Tafsir emphasizes explaining the apparent meanings of verses through textual, historical, and linguistic approaches. Ta’wil explores deeper or symbolic meanings, while translation conveys the message into another language to ensure wider accessibility. Using a qualitative and literature-based approach, this research analyzes classical and contemporary works to formulate operational boundaries and criteria of validity. The findings highlight the importance of conceptual clarity, methodological accuracy, and linguistic precision in producing a more comprehensive understanding of the Qur’an.
The Integration of Religion and Science in Islamic Education: Meanings, Objectives, and Implications for the Development of Scientific Paradigms Erika, Febby; Riadi, Haris; Azmira, Nur; Pangestu, Endy Dharma
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1568

Abstract

This study aims to analyze the meaning, objectives, and implications of integrating religion and science in the development of contemporary Islamic education and scientific paradigms. It employs a qualitative approach using a conceptual-philosophical literature review of twenty academic publications from 2016–2025. Data were analyzed through iterative thematic synthesis involving reflective coding and classification into ontological, epistemological, and axiological dimensions. The findings indicate that integration is understood as a proportional harmonization between revelation and reason rather than a methodological fusion. Three strategic objectives are identified: constructing a holistic unity-based scientific paradigm, strengthening scientific ethics in response to the moral crisis of modern science, and developing civilization-oriented Islamic education. This study contributes an integrative analytical framework positioning integration as a normative-operational paradigm in educational and scientific development. Its novelty lies in affirming integration not only as a philosophical principle but also as applicable to the construction of a non-dichotomous, ethical, and contextual Islamic education paradigm responsive to contemporary global challenges.
Masyarakat dan Lingkungan Pendidikan Perspektif Ibnu Khaldun Erika, Febby; Sukhairani, Raihana Aulia; Ritonga, Supardi; Pangestu, Endy Dharma; Ansori, M. Zakariya Al
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.5114

Abstract

This study aims to examine Ibn Khaldun's views on society and the educational environment and their relevance to education in contemporary Indonesia. A qualitative approach was used through literature review, analyzing books, journals, and articles related to Ibn Khaldun's thoughts on education and civilization. The results indicate that Ibn Khaldun viewed education as a means of developing the whole person, encompassing moral, intellectual, social, and practical skills. He emphasized the importance of integrating religious and rational knowledge, gradual learning methods (tadrīj) and repetition (takrīr), and education adapted to the social and cultural conditions of society. These ideas are relevant to modern Indonesian education, particularly in the development of a holistic curriculum, character formation, and the enhancement of students' practical skills.  
Epistemologi Bayani, Irfani, dan Burhani Serta Implementasinya Dalam Rekonstruksi Kurikulum PAI Pangestu, Endy Dharma; Riadi, Haris; Erika, Febby; Azmira, Nur
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.5385

Abstract

This study aims to analyze the integration of Bayani, Burhani, and Irfani epistemologies in the reconstruction of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum to make it more relevant to the needs of the 21st century. The Bayani approach, which has been dominant in the curriculum, is considered unable to meet the demands of critical thinking and spiritual strengthening in a balanced manner. The research method uses a literature study by examining classical and contemporary works that discuss Islamic epistemology and its implementation in education. The results show that the three epistemologies have complementary characteristics: Bayani as a normative foundation, Burhani as a strengthener of rationality, and Irfani as a shaper of spiritual depth. The discussion emphasizes the need for integration of the three so that the PAI curriculum produces a holistic, contextual, and character-oriented learning process. In conclusion, curriculum reconstruction based on epistemological integration can improve the quality of PAI learning and shape students who are critical, religious, and adaptive to current developments.