Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU DENGAN KEKAMBUHAN PENYAKIT ASMA Rustiani, Rustiani; Damayanti, Ria; Pratama, Rika Yuanita
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017): Vol 4, No 1 (Juli 2017)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan spasme bronkus gejala umum mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas. Di desa manggala dari tahun 2013 berjumlah 117 kasus tahun 2014 meningkat menjadi 336 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku dengan kekambuhan penyakit asma di desa manggala kecamatan pinoh selatan tahun 2015, dengan metode cross sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara sikap dengan kekambuhan penyakit  asma  (p-value=0,021 OR=11,077) dan praktik ada hungan dengan kekambuhan penyakit asma  (p-value=0,001 OR=0,550). Tidak ada hubungan pengetahuan (p-value=0,440) dengan kekambuhan penyakit asma. Diharapkan bagi penderita asma waspada dengan menjaga kesehatan dan lebih berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit kekambuhan asma dengan melakukan aktifitas yang menunjang kesehatan seperti tidak merokok, lingkungan yang sehat serta ventilasi rumah yang memadai
Desain Aplikasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Dan Standar Oprasional Prosedur Aplikasi Di Puskesmas Dedai... Rika Yuanita Pratama, Sari Ramadayanti,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 3, No 2 (2020): (SEPTEMBER) JUPERMIK
Publisher : STIKes Kapuas Raya Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupermik.v3i2.49

Abstract

Aplikasi pendaftaran rawat jalan adalah suatu subkelas dari suatu perangkatlunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer secara langsung.Tujuan penggunaan aplikasi ini adalah agar memudahkan dalam prosespendaftaran dan sesuai dengan sop yang telah dibuat. Dalam penelitian inimenggunakan metode system Development Life Cycle (SDLC). Metodetersebut memiliki beberapa tahapan proses yaitu tahap perencanaan, tahapanalisis, tahap desain, tahap implementasi, tahap penggunaan.Dari hasilpengembangan sistem informasi pendaftaran rawat jalan ini adalah untukmenginput data dokter, data pasien, rawat jalan, dan rekapitulasi laporanperbulan. Dengan adanya perancangan aplikasi pendaftaran pasien rawat jalandi Puskesmas Dedai dapat mempermudah petugas dalam menginput datapasien dalam pemberian pelayanan.
Pelaksanaan Penyusutan Dokumen Rekam Medis Di Puskesmas Dedai... Lutfia Annida, Rika Yuanita Pratama,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 3, No 1 (2020): (MARET) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v3i1.29

Abstract

Penyusutan adalah suatu proses pemindahan antara Dokumen Rekam Medis yangmasih dipergunakan (aktif) ke Dokumen Rekam Medis yang tidak pernahdipergunakan lagi karena pasien tidak pernah berkunjung lebih dari 2 tahun(inaktif). Dampak jika tidak dilakukan penyusutan adalah kedepannya petugas akansulit untuk mencari dan mengembalikan dokumen rekam medis dikarenakandokumen yang semakin bertambah dan rak yang akan semakin penuh. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk melaksanakan kegiatan penyusutan Dokumen RekamMedis, membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) serta Alur untuk kegiatanPenyusutan Dokumen Rekam Medis. Jenis penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus,pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara dan observasi. PuskesmasDedai Pelaksanaan penyusutan dokumen rekam medis di Puskesmas Dedai sudahdilaksanakan sesuai dengan alur dan standar operasioanal prosedur (SOP) yangsudah dibuat. Dengan melihat tahun terakhir kunjungan pasien berobat kemudiandisusun dirak penyimpanan dan dikelompokkan berdasarkan tahun terakhirkunjungan dan sesuai penomoran penyimpanan. Penyimpanan dokumen rekammedis inaktif masih disimpan pada satu ruagan dengan dokumenn rekam medisaktif namun DRM inaktif disimpan pada rak yang berbeda.
Analisis Aspek Keamanan Dokumen Rekam Medis Pada Ruang Penyimpanan Di RSUD Sekadau... Rika Yuanita Pratama, Meri Ovtasari,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 3, No 2 (2020): (SEPTEMBER) JUPERMIK
Publisher : STIKes Kapuas Raya Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupermik.v3i2.50

Abstract

Keamanan dokumen rekam medis dari aspek fisik, biologis dan kimiawi serta dari segikeamanan harus dijaga, karena dokumen rekam medis adalah milik Rumah Sakit danisinya milik pasien. Pintu sering tidak terkunci, kebutuhan rak penyimpanan tidak sesuaidengan jumlah dokumen rekam medis dan banyak dokumen rekam medis menumpukdilantai jalan. Untuk mengetahui aspek keamanan dokumen rekam medis pada ruangpenyimpanan di RSUD Sekadau tahun 2018. Metode Penelitian yang digunakandeskriptif kualitatif melalui wawancara dan chek list observasi. Sedangkan pendekatanadalah pedekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah petugas rekam medis danobjeknya ialah dokumen rekam medis dan kondisi ruang penyimpanan. Instrumen yangdigunakan adalah dengan wawancara dan observasi, sedangkan sumber data yangdigunakan adalah lembaran check list. Berdasarkan hasil penelitian di RSUD SekadauTahun 2018 menunjukan dari segi aspek fisik tinta yang digunakan warna hitam sudah,tidak adanya AC, dan masih ada selain petugas rekam medis yang keluar masuk ke ruangpenyimpanan sehingga dokumen rekam medis hilang. Biologis adanya jamur, kutubuku, dan serangga seperti rayap, kecoa, dan tikus. Kimiawi adanya sisa-sisa makanaatau minum di ruang rekam medis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwakeamanan ruang penyimpanan dokumen rekam medis dalam ancaman aspek fisik,biologi, kimiawi di RSUD Sekadau belum terjaga keamanan.
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Lembar Resume Medis Unit Rawat Inap... Rika Yuanita Pratama, Erminia,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 1, No 2 (2018): (SEPTEMBER) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v1i2.37

Abstract

Resume medis merupakan lembaran yang sangat penting dan mendasar dalam formulir rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian lembar resume rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan rancangan fenomonologis. Dengan jumlah sampel 257 dokumen, analisis data secara deskriptif kualitatif dengan tahap Data Reduction, Data Display, Pengambilan keputusan/Verifikasi. Persentase kelengkapan resume medis di Rsud Sekadau review identitas pada item nama lengkap 74,40%, item no RM lengkap 77,40%, item umur lengkap 73,90%, item jenis kelamin 78,60%. Review kelengkapan autentifikasi pada item nama jelas 89,50%, item tanda tanggan 93,00%. Review pendokumentasian yang benar pada item pencatatan 97,70%, item pembetulan kesalahan yang benar 96,90%. Persentase kelengkapan resume medis pada berkas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau, belum sesuai dengan standar yang sudah di tentukan. Diharapkan kepada Pihak Rumah Sakit memberikan sosialisasi, monitoring, serta membuat kebijakan tentang kelengkapan resume medis.
Perhitungan Kebutuhan Rak Penyimpanan Rekam Medis Untuk 5 Tahun Kedepan Di Puskesmas Dedai... Rika Yuanita Pratama, Imam Muzakir,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 3, No 1 (2020): (MARET) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v3i1.30

Abstract

Dalam Permenkes 269 Tahun 2008 pasal 7 menyebutkan bahwa pelayanan kesehatanwajib menyediakan fasilitas yang akan menunjang dalam rangka penyelenggaran danpelayanan rekam medis agar rekam medis tersusun rapi dan tidak rusak. Di PuskesmasDedai untuk saat ini terdapat 7280 berkas rekam medis. Jenis rak yang digunakan adalahrak kayu terbuka dan berjumlah 3 rak dan mempunyai 4 tingkatan serta disetiaptingkatannya di isi juga dengan box file dengan jumlah kapasitas 7000 berkas rekammedis dan masih ada 280 berkas rekam medis yang belum disusun padatempatnya.Peningkatan jumlah kunjungan pasien di Puskesmas akan mempengaruhijumlah berkas dan ketebalan berkas rekam medis sehingga akan di butuhkannyapenambahan rak penyimpanan rekam medis. Tujuan dalam penelitian ini adalahmenghitung kebutuhan rak penyimpanan rekam medis untuk 5 tahun kedepan diPuskesmas Dedai dan mengestimasikan biaya pembuatan rak penyimpanan rekam medis.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatandeskriptif, dan pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, studidokumentasi dan studi observasi (pengamatan). Berdasarkan hasil penelitian ini prediksikebutuhan rak penyimpanan rekam medis untuk 5 tahun ke depan adalah 2 unit rakterbuka 2 mukadengan spesifikasi panjang rak 300 cm, lebar rak 60 cm, tinggi rak 170 cm,jumlah shaft 5, panjang shaft 100 cm, lebar shaft 30, dan tinggi shaft 40 cm.
Desain Traccer (OUTGUIDE) Pada Ruang Penyimpanan Rekam Medis Di Puskesmas Sungai Durian Sintang... Rika Yuanita Pratama, Siti Lailanda Sindy,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019): (SEPTEMBER) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v2i2.22

Abstract

Ketersediaan berkas rekam medis secara cepat dan tepat pada saat dibutuhkan akan sangatmembantu mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Maka dari itu, masalahpenyimpanan berkas rekam medis merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Jika sistempenyimpanan berkas rekam medis yang dipakai kurang baik, akan timbul masalah-masalahyang dapat mengganggu ketersediaan berkas rekam medis secara tepat dan cepat. Tujuan dariperancangan ini adalah mendesain tracer dan Standar Prosedur Operasional (SPO)penggunaan di Puskesmas Sungai Durian Sintang Tahun 2018. Jenis penelitian yangdigunakan adalah penelitian untuk melakukan peracangan. Metode pengambilan data denganmenggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil desain tracer yang terpilihberbahan plastik PolyEthylene Terephthalate (PET) alternatif I berwarna kuning. Denganukuran Panjang 30 cm dan lebar 10 cm, terdapat kantong slip permintaan berukuran panjang13 cm dan lebar 6 cm beserta dengan SPO penggunaan tracer. Hasil desain tracer yangterpilih kemudian diterapkan di Puskesmas. Namun, untuk SPO akan dikaji ulang sertadirapatkan sebelum diterapkan. Diharapkan pihak Puskesmas dapat memperbanyak traceryang telah diterapkan serta mempercepat pengkajian SPO penggunaan agar dapat diterapkanbersama tracer yang dipilih.
Pembuatan Sistem Informasi Pendaftaran Rawat Inap Menggunakan Microsoft Access Rika Yuanita Pratama, Endah K.Suryani, Hermanus Hengki,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 1, No 1 (2018): (MARET) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v1i1.9

Abstract

Teknologi informasi saat ini telah berkembang pesat seiring bertambahnya kebutuhan informasi. Pelayanan kesehatan dalam hal penanganan, merupakan hal yang sangat penting demi tercapainya tujuan yang maksimal. Maka di perlukan sebuah sistem yang bisa digunakan untuk menghasilkan data yang efektif, sehingga meningkatkan kinarja dari puskesmas itu sendiri. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilaksanakan di puskesmas sungai durian dimana sistem informasi yang digunakan khusunya bagian pendaftaran pasien dawat inap masih menggunakan cara manual yaitu menggunakan buku besar dalam proses pencatatan serta penyimpanan data yang menggabungkan antara pasien rawat jalan dengan pasien rawat inap kedalam satu aplikasi berbasis Microsoft Excel. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi bagian unit rawat inap menggunakan microsoft access serta menghasilkan rancangan sistem informasi rekam medis berbasis elektronik pada puskesmas dan petugas rekam medis di puskesmas Sungai Durian. Dalam penelitian ini  menggunakan  metode  System  Development  Life  Cycle (SDLC). Metode tersebut memiliki  beberapa  tahapan  proses  yaitu  tahap perencanaan, tahap analisis, tahap desain, tahap implementasi, dan tahap penggunaan. Berdasarkan  pengembangan  sistem  informasi pendaftaran  pasien  rawat  inap  ini  adalah menginputkan data dokter, pasien, rawat inap dan rekapitulasi laporan pasien perbulan.
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION REGARDING PREVENTION OF PULMONARY TUBERCULOSIS TRANSMISSION TO KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF COMMUNITY Khoirun Nisa, Nurul; Siagian, Basirum; Pratama, Rika Yuanita; Sunarti, Sunarti
Journal of Vocational Nursing Vol. 5 No. 1 (2024): MAY 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v5i1.51776

Abstract

Introduction: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is a major cause of poor health and one of the leading causes of death worldwide. Pulmonary tuberculosis or often referred to as pulmonary TB is an infectious disease that is still endemic in society. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitudes of the community regarding preventing the transmission of pulmonary tuberculosis. Methods: This used a quantitative design with a pre-experimental approach, using a convenience sampling technique with a sample size of 40 respondents. The research was conducted at the Community of Nanga Pemubuh Village, Sekadau Regency. This research data collection used a questionnaire measuring instrument. The analysis used was a Paired Sample T-test and Wilcoxon test with a significance level of É‘<0.05. The variables involved in this research were health education, knowledge, and attitudes. Results: The statistical test results were obtained at knowledge p value = 0.004 and attitude p value = 0.013, meaning that statistically health education had a significant effect on increasing community knowledge and attitudes before and after education about preventing the transmission of tuberculosis in Nanga Pemuhuh Village, Sekadau. Conclusions: Health education regarding preventing the transmission of pulmonary tuberculosis has a significant effect on increasing public knowledge and attitudes. Increasing knowledge and attitudes about preventing the transmission of tuberculosis after outreach is expected to be able to reduce the prevalence rate of tuberculosis.
The Efforts Of Prevent Covid-19 In The People of Kalimantan, Indonesia Rudi, Abil; Yetiani, Novin; Sunarti; Damayanti, Ria; Masan, Lea; Montessori, Yolanda; Kurniati, Paskalia Tri; Pratama, Rika Yuanita
Papua Medicine and Health Science Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 (Desember 2024): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v1i2.58

Abstract

Since the coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic in December 2019, it has brought some significant lifestyle changes to people around the world. This research is about the prevention efforts made by the community in West Kalimantan, Indonesia against the spread of COVID-19. Data collection through questionnaires distributed online for 3 months in 2021. Respondents in this study were the people of West Kalimantan, Indonesia. Most respondents have high prevention efforts regarding hand washing, wearing masks, maintaining distance, avoiding crowds, and reducing physical mobility to avoid COVID-19 infection. Most of the respondents also showed good knowledge in identifying the basic symptoms of COVID-19. Respondents mostly have a good attitude towards the spread of COVID-19. These findings provide insight into efforts to prevent COVID-19 among the people of West Kalimantan and can help the government make policies to control the spread of COVID-19, as well as other new infections in West Kalimantan, Indonesia.