Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERCEPTION OF ADOLESCENT TO DYSMENORRHEA IN STUDENT WOMEN OF DISTRICT BANYUMANIK SEMARANG CITY Mubarokah, Esti; Yuliawati, Sri; Udiyono, Ari; Wagiran, Wagiran
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017): Vol 4, No 1 (Juli 2017)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is the most common of gynecologic complaints. Adolescence is transisional period, requiring information about why and how dysmenorrhea occurs. Lack information leads to misconception, which will aggravate pain and improvement of dysmenorrhea. The results of preliminary survey, November-October 2013 Tembalang, Semarang 81.8% women experience dysmenorrhea. The aim of this study is correlation between the perception with degree of dysmenorrhea. This study uses quantitative method and extract information qualitative, observational analytic cross sectional, conducted on 150 senior high school from class XI (15-17 years) in District Banyumanik Semarang. Instruments consist of four sections, they are characteristics of respondents, knowledge, perception, are using questionnaire and the degree of dysmenorrhea using visual analogue scale (VAS). Sampling carried out consecutively. Chi-square test were conducted to determine the association among variables. The mean age menarche and age in adolescent 13 and 16 years. Adolescent knowledge about dysmenorrhea less (73.3%), the average education of adolescent mothers finish senior high school (37,3%). Approximately 66% used reliever, and 6,7% school absenteeism. The prevalence of dysmenorrhea 94,7%, approximately 16,7% have severe dysmenorrhea. While 50% respondents have negative perception. Statistical test (α = 5%) shows the relationship between perceptions with degree of dysmenorrhea (pOR=3,068: CI=1,20-7,86; p-value=0,016). Dysmenorrhea pain is often lost after taking drugs. This needs to be done to reduce the impact of dysmenorrhea with psychotherapy
Perancangan Traccer Untuk Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Di Puskesmas... Wagiran, Difa Saputra,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 3, No 2 (2020): (SEPTEMBER) JUPERMIK
Publisher : STIKes Kapuas Raya Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupermik.v3i2.44

Abstract

Tracer rekam medis adalah sarana yang digunakan untuk mengontrolpenggunaan dokumen rekam medis yang biasanya digunakan untukmenggantikan dokumen rekam medis yang keluar dari rak penyimpanan.Dalam penggunaan tracer diperlukan adanya suatu aturan atau panduan dalampenggunaanya. Permasalah yang terjadi pada sistem penyimpanan yaitu misfiledan keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis. Tujuan dariperancangan ini adalah merancang tracer rekam medis. Metode penelitian yangdigunakan dalam perancangan ini adalah metode perancangan. Hasil dariperancangan tracer rekam medis yang terpilih adalah dengan bahan dasarpolyEthyle Terephthalate, dengan ukuran 35 cm x 10 cm, berwarna merah, danmemiliki kantong dengan ukuran 8 cm x 11cm. dari penelitian ini dapatdsimimpulkan bahwa perancangan ini menghasilkan tracer rekam medis harussesuai dengan apa yang dibutuhkan di Puskesmas Tempunak. Sebaiknya hasildari rancangan tracer dan SPO penggunaannya ini dapat digunakan sertadiaplikasikan di Puskesmas Tempunak.
Tinjauan Pelaksanaan Assembling Dokumen Rekam Medis Di Puskesmas Kebong... Pebiana, Wagiran,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 3, No 1 (2020): (MARET) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v3i1.28

Abstract

Assembling adalah kegiatan pengolahan rekam medis dengan merakit danmenganalisis kelengkapan dari dokumen rekam medis. Dampak tidak adanyakegiatan assembling adalah pengembalian dokumen rekam medis mengalamiketerlambatan, urutan formulir-formulir rekam medis menjadi tidak beraturan,serta isi dari dokumen rekam medis belum memenuhi standar yang sudah ada.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan assembling diPuskesmas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif denganpendekatan deskriptif dengan rancangan penelitian menggunakan studi kasus(case studi). Penelitian ini menggunakan instrument penelitian observasi danwawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyerahan sensus hariantidak dilakukan setiap hari, penerimaan dokumen rekam medis seringmengalami keterlambatan, tidak ada kegiatan pengendalian danpendistribusian penggunaan formulir rekam medis dan sistem penjajaranmenggunakan sistem penomoran langsung. Dari penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa kegiatan pelaksanaan assembling di Puskesmas masihbelum berjalan secara efektif.
Analisis Kuantitatif Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Di RSUD Sekadau.. Wagiran, Indah Pranata,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 2, No 1 (2019): (MARET) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v2i1.19

Abstract

Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien,pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien di sarana pelayanankesehatan. Perlu adanya analisis kuantitatif untuk melihat kelengkapan pengisian dokumenrekam medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ketidaklengkapanberdasarkan review identifikasi, review laporan yang penting, review autentikasi, dan reviewpendokumentasian yang benar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahpenelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, rancangan penelitian fenomenologis,pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Untukmenentukan besarnya jumlah sampel pada penelitian ini peneliti menggunakan rumus Slovin,serta pengambilan sampel dengan cara acak atau random sampling. Hasil penelitian padareview identifikasi kelengkapan tertinggi terdapat pada bagian alamat yaitu dengan persentase93%, pada review laporan yang penting kelengkapan tertinggi terdapat pada bagian pemberianobat yaitu dengan persentase 99%, pada review autentikasi kelengkapan tertinggi terdapatpada bagian tanda tangan dokter yaitu dengan persentase 97%, dan pada reviewpendokumentasian yang benar kelengkapan tertinggi terdapat pada bagian kosong yaitudengan persentase 97%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan masih terdapatdokumen rekam medis rawat inap yang belum lengkap sehingga perlu adanya petugas rekammedis khusus untuk melakukan analisis kuantitatif agar dapat mengontrol kelengkapanpengisian dokumen rekam medis.
Tinjauan Ketetapan Diagnosis Utama Penyebab Dasar Kematian Berdasarkan ICD-10... Wagiran, Ade Supriyadi,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 1, No 1 (2018): (MARET) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v1i1.5

Abstract

Penentuan kode penyebab dasar kematian merupakan salah satu fungsi yang penting dari unit kerja rekam medis yang membutuhkan ketelitian. Untuk menentukan kode, petugas harus memperhatikan prosedur atau aturan yang ditetapkan oleh WHO di dalam ICD-10. Penelitian ini bertujuan mengetahui Presentasi ketepatan kode diagnosis penyebab dasar kematian berdasarkan ICD-10 di RSUD M. Th. Djaman Sanggau Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Populasi penelitian sebanyak 3 orang petugas rekam medis dan sampel dalam penelitian ini adalah petugas rekam medis dengan total populasi yaitu seluruh petugas rekam medis dengan jumlah 3 orang. Hasil penelitian ini berdasarkan perhitungan Jumlah Ketepatan sebesar 83% (83 data kematian), sedangkan ketidaktepatan sebanyak 17% (17 data kematian) dari 100 sampel yang diambil dalam penelitian. Masih ada ketidaktepatan akibatnya salah satu faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktepatan adalah tidak ada Standar Operasional Prosedur dan sosialisasi tentang cara penentuan kode penyebab dasar kematian dan penyediaan tabel Medical Mortality Data System (MMDS) untuk membantu dalam penetapan kode penyebab dasar kematian.
Tinjauan Pelaksanaan Penyusutan Dalam Pengelolaan Arsip Rekam Medis... Wagiran, Septika Etroila Juan, Nuryati,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 1, No 2 (2018): (SEPTEMBER) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v1i2.39

Abstract

Penyusutan adalah proses kegiatan memilih dokumen rekam medis untuk memisahkan dokumen aktif dan dokumen inaktif. Di RSUD MT.h Djaman Sanggau penyusutan belum sepenuhnya dilaksanakan, sehingga terdapat dokumen aktif yang menumpuk di ruang penyimpanan dokumen rekam medis inaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Penyusutan dalam Pengelolaan Arsip Rekam Medis di RSUD M.Th Djaman Sanggau. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 1 petugas filing dan kepala unit rekam medis sebagai triagulasi. Objek penelitian berkas rekam medis, rak penyimpanan, ruang penyimpanan, kebijakan rekam medis., metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis sudah dilakukan, tetapi tidak terjadwal dengan baik. Penyusutan dilakukan dengan melihat 5 tahun terakhir kunjungan, setelah dokumen rekam medis dikeluarkan dari rak aktif kemudian dipindahkan keruangan khusus inaktif. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa masalah yang muncul adalah tenaga mengalami kesulitan saat pengembalian dan pengambilan, sarana dan prasarana kurang memadai dan tidak ada anggaran pendukung serta kegiatan penyusutan tidak terjadwal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses penyusutan di RSUD MT.h Djaman belum dilaksanakan dengan sepenuhnya, beberapa faktor penghambat telah teridenfikasi. Proses penyusutan ini harusnya lebih terjadwal dengan menambahkan kebijakan tentang frekuensi kegiatan penyusutan.
Perancangan Sistem Aplikasi Pendaftaran Rawat Jalan Di Puskesmas Tempunak Menggunakan Microsoft Access... Wisnawati, Wagiran,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 3, No 1 (2020): (MARET) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v3i1.27

Abstract

Teknologi infomasi saat ini telah berkembang pesat seiring bertambahnyakebutuhan informasi. merupakan hal yang sangat penting demi tercapainyatujuan yang maksimal.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancangaplikasi bagian unit rawat jalan menggunakan microsoft access sertamengindefikasi kebutuhan aplikasi rawat jalan berbasis elektronik padaPuskesmas dan petugas rekam medis di Puskemas Tempunak, Metode yangdigunakan pada penelitian ini adalah metode System Development Life Cycle,kemudian dalam metode tersebut memiliki beberapa tahapan proses yaitu tahapperancanaan, tahap analisis, tahap desain, tahap Implementasi dan tahappenggunaan. Hasil dari pengembangan sistem aplikasi pendaftaran rawat jalan iniadalah menginput data dokter, data pasien dan rekapitulasi laporan pasienperbulan. saran Sebaiknya Sisetm aplikasi Pendaftaran Rawat Jalan di PuskemasTempunak menggunakan microsoft access ini dapat dijadikan pertimbanganuntuk diterapkan di Puskesmas Tempunak mengingat masih ada kekuranganpada bagian unit rekam medis bagian pendaftaran yang masih menggunakansistem komputerisasi.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN (TPPRJ) Di Rumah Sakit Sintang... Wagiran, Aprilliyanti,
JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019): (SEPTEMBER) JUPERMIK
Publisher : JOURNAL PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9999/jupermik.v2i2.23

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerjalayanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yangdirasakan. Tujuan dari penelitian Mengetahui tingkat kepuasan terhadap tempat pendaftaranpasien rawat jalan berdasarkan 5 dimensi kualitas pelayanan. Penelitian ini menggunakanjenis penelitian kuantitattif dengan pendekatan deskriptif Populasi dalam penelitian iniadalah semua pasien rawat jalan yang berobat ke rumah sakit TK IV 12 07 02 Sintangkemudian sampel diambil sebanyak 89 pasien menggunakan teknik isindental sampling.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (56%) puas pada dimensi fisik (Tangible) , (62%)puas pada dimensi kehandalan (Reliability) (64%) puas pada dimensi Tanggap(Responssive), (60%) puas pada dimensi jaminan ( Assurance ) (55%) puas pada dimensiEmphati. Hasil keseluruhan tingkat kepuasan pasien skor rata-rata keseluruhan adalah 42,1.Diharapkan rumah sakit dapat meningkatkan pelayanan di bagian TPPRJ terutama padabagian fisik untuk menambahkan fasilitas tambahan.
Optimalisasi Peran Peer Group dalam Pencegahan Kekerasan pada Anak di Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Sintang Rika Yuanita Pratama; Wagiran Wagiran
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.465 KB) | DOI: 10.32504/sm.v17i1.485

Abstract

ABSTRACT Background of Study : As an illustration, based on SNPHAR 2018, 7% of children have experienced sexual violence, 57,14% of children have experienced emotional violence, and 25% of children have experienced physical violence. During this pandemic, children are one of the vulnerable groups and household conditions are also vulnerable. This is because many family members have to stay at home for a long time. Not to mention the economic problems due to loss of income and other problems. Methods : This study uses a Quasi Experimental research design with a pre experiment approach, the planning used is One Group Pre test and Post Test. The samples taken were 200 children aged 12 – 18 years. The sampling method in this study used proportional random sampling. The data collection method used a questionnaire before and after being given peer group facilitation. The statistical test used a paired T-test with α = 0,05. Results : The results showed that there were changes in the knowledge and attitude of preventing violence in children before and after being given peer group facilitation with the mean before being given peer group facilitation was 60,20 and 51,25, while the mean after being given peer group facilitation was 72,80 and 60,40. The results of the paired T-test analysis obtained a significant value of p value = 0,0001 = 0,05, meaning that there was an influence of peer group facilitation on the prevention of violence against children during the Covid-19 pandemic in Sintang Regency. Conclusion : Optimizing the role of peer groups can prevent acts of violence against children.Keywords : Peer groups, Child Violence
Upaya Pencegahan Penularan pada Penderita Covid-19 di Kabupaten Sintang Tahun 2021 Wagiran; Rika Yuanita Pratama
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.759 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1043

Abstract

SARS-CoV-2 dapat ditularkan dari orang ke orang, terutama di antara anggota keluarga dan teman yang memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19 yang bergejala dan tidak bergejala. Tindakan preventif adalah cara paling efektif untuk memerangi meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Pasalnya, belum ada obat atau vaksin yang masih diuji dalam uji klinis. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif, yaitu penelitian observasional analitik dengan teknik case control. Partisipan dalam penelitian ini dipisahkan menjadi dua kelompok: kelompok kasus 68 orang dan kelompok kontrol 126 orang. Purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan data. Uji statistik yang digunakan untuk melihat pengaruh murni dan uji statistik yang digunakan untuk melihat pengaruh murni dan dominan terhadap variabel yang dianalisis adalah chi square dengan = 0,05 dan Regresi Logistik Berganda. Pengetahuan (p value = 0,001), sikap (p value = 0,022), cuci tangan (p value = 0,006), paparan media (p value = 0,006), comorbidities (p value = 0,001), perjalanan (p value = 0,001), dan kontak dekat dengan terkonfirmasi (p value = 0,011) merupakan variabel yang paling dominan dalam upaya pencegahan penularan pasien Covid-19 di Kabupaten Sintang. Pengetahuan, sikap, cuci tangan, paparan media, penyakit penyerta, perjalanan, dan kontak dekat dengan COVID-19 terkonfirmasi adalah variabel paling berpengaruh dalam upaya pencegahan penularan.