Mohamad Hudaeri
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Aqlania

Sekularisme dan Deprivatisasi Agama di Era Kontemporer Mohamad Hudaeri
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 9 No 1 (2018): June
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.57 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v9i01.2060

Abstract

Tulisan ini hendak mengeksplorasi pemikiran Jose Casanova tentang sekulerisme dan deprivatisasi Agama. Casanova menegaskan bahwa sekularisasi pada masyarakat modern tidak menyebabkan agama mengalami kemunduran (secularization as religious decline) atau mengalami privatisasi (secularization as privation). selain itu, menurut Casanova agama mesti dipisahkan dari kehidupan ruang publik sebagai negara. Sekularisasi sebagai diferensiasi menegaskan pembedaan suatu ruang sosial yang menyebabkan agama tidak lagi mendefenisikan “semua realitas” yang mencakup di dalamnya ranah sekular. kemunduran agama lebih merupakan opsi sejarah, dari pada suatu kepastian. Agama akan mengalami kemunduran apabila ia menolak proses diferensiasi modernitas. Kemudian, Apa yang membedakan Protestan di Amerika dan Eropa Barat, menurut Casanova, adalah bahwa di Amerika “tidak pernah ada negara absolut dan kekuasaan gerejawi yang bergabung (caesaropapist state church).
Baduy Rituals: Jampe and Mantra Exploring the Traditional Life Practices of the Sundanese Wiwitan Religion Al Ayubi, Sholahuddin; Hudaeri, Mohamad
Aqlania Vol. 14 No. 2 (2023): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the traditional rituals of the Baduy community related to the use of jampe and mantra as an integral part of Sundanese Wiwitan religious life. Sunda Wiwitan, as a local belief of the Baduy people, contains spiritual values, local wisdom, and traditions that have been passed down from generation to generation. Jampe rituals and mantras have an important role in various aspects of life, from traditional ceremonies to traditional medicine to the practice of self-protection. This study uses a qualitative approach with ethnographic methods to explore the symbolic meaning, social function, and relevance of jampe and mantras in maintaining harmony between humans, nature, and Sang Hyang (God Almighty). The findings of the study show that these rituals not only reflect the cultural identity of the Baduy people but also become a medium to preserve spiritual ties with ancestors and maintain the sustainability of natural ecosystems. This research contributes to the understanding of the importance of preserving local traditions as part of Indonesia's cultural heritage and the relevance of these rituals in the context of modern life.