Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP POLITIK KLAN PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2018 Abd Rahman
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i3.51129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji (1) Ketentuan Politik Klan yang di atur dalam peraturan perundang – undangan di Indonesia. (2) Konsepsi Politik Klan yang mempengaruhi perilaku politik masyarakat pada pemilihan kepala daerah di polewali mandar pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan Sumbernya, jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh melalui metode wawancara terhadap Masyarakat pemilih Polewali Mandar, Tokoh masyarakat, KPU Polewali Mandar, Bawaslu Polewali Mandar, Akademisi Polewali Mandar, dan Pengamat Politik Polewali Mandar serta Dokumentasi. Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari berbagai literature seperti buku, jurnal, undang – undang maupun sumber lain yang berkaitan. Pengolahan dan Penyajian data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Ketentuan politik klan dalam peraturan perundang – undang sebelumnya diatur dalam pasal 7 huruf r undang – undang no 8 tahun 2015 tentang pilkada. Kemudian Undang – undang tersebut di ajukan judicial review dan melahirkan putusan Mahkamah Konstitusi No.33/PUU-XIII/2015 menghapus pasal 7 huru r kemudaian melahirkan undang – undang no 10 tahun 2016 yang menjadi acuan dalam melaksanakan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Indonesia dan memperbolehkan politik klan dalam pilkada di seluruh Indonesia. (2) Konsep politik klan yang dibangun untuk mempengaruhi perilaku politik masyarakat Polewali Mandar pada pemilihan kepala daerah tahun 2018, Ada 3 Klan yang mendominasi Polewali Mandar yang dikenal dengan 3M (Manggabarani, Mengga, Masdar) Basis – Basis massa yang dibangun saat ini tidak terlepas dari nama besar pendahulunya yang pernah berjuang dalam pembentukan Polewali Mandar tentu dengan memiliki Modal Sosial, Modal Ekonomi, dan Modal Politik hingga Klan yang menjadi penguasa juga menjadikan Birokrasi sebagai mesin politik untuk memperkuat basis – basis massa yang dimiliki.This study aims to find out and examine (1) Clan Political Provisions regulated in Indonesian laws and regulations. (2) The Political Conception of the Clan which influences people's political behavior in the regional head elections in Polewali Mandar in 2018. This research uses a qualitative research type with a descriptive approach. Based on the source, the types of data used are primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews with the Polewali Mandar voting community, community leaders, Polewali Mandar Election Commission, Polewali Mandar Election Supervisory Body, Polewali Mandar Academics, and Polewali Mandar Political Observers and Documentation. While secondary data is data obtained from various literature such as books, journals, laws and other related sources. Processing and presentation of data is done descriptively. The research results show that; (1) Provisions for clan politics in previous laws and regulations are regulated in Article 7 letter r of Law No. 8 of 2015 concerning regional elections. Then the law was submitted for a judicial review and gave birth to the Constitutional Court decision No.33/PUU-XIII/2015 abolishing Article 7 letters then gave birth to Law No. 10 of 2016 which became a reference in carrying out regional head elections in Indonesia and allowing clan politics in regional elections throughout Indonesia. (2) The concept of clan politics was built to influence the political behavior of the people of Polewali Mandar in the 2018 regional head election. There are 3 clans that dominate Polewali Mandar, known as 3M (Manggabarani, Mengga, Masdar). from the big names of his predecessors who had fought in the formation of Polewali Mandar, of course by having Social Capital, Economic Capital, and Political Capital to the Clans who became rulers who also made the Bureaucracy a political machine to strengthen their mass bases.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Sri Prilmayanti Awaluddin; Mustamin; Haeranah; Agustina; Muhammad Assaibin; Abd. Rahman; Mufti Heriyanti Munawar
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i01.4168

Abstract

Kurikulum Merdeka yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek bertujuan untuk memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan potensi yang dimiliki (Student Learning Center). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Kuantitatif. Jenis instrument yang digunakan adalah kuesioner tertutup untuk beberapa item pernyataan, dan pertanyaan terbuka untuk menggali tingkat pemahaman responden terhadap variabel yang diukur. Berdasarkan hasil uji reliabilitas, variabel Proses Perencanaan IKM, Proses Implementasi IKM, dan Kepemimpinan Kepsek dalam IKM serta Kurikulum Merdeka menghasilkan koefisien alpha (Cronbach’s Alpha) > 0,60, menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan dapat dianggap reliable. Selain itu, nilai F hitung yang diperoleh (139.743) lebih besar dari F tabel (2,53), dengan probabilitas 0,000 < 0,05, sehingga ada pengaruh yang signifikan dari Proses Perencanaan IKM, Proses Implementasi IKM, dan Kepemimpinan Kepsek dalam IKM terhadap Kurikulum Merdeka secara simultan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Proses Perencanaan IKM, Proses Implementasi IKM, dan Kepemimpinan Kepsek dalam IKM secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap implementasi Kurikulum Merdeka yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek.
A Typology of Syekh Yusuf Al-Makassari's Ethical Thought (Perspective of Majid Fakhry's Islamic Ethics Theory) Afif, Muh. Bahrul; Malik, Abdul; Rahman, Abd.
Journal Analytica Islamica Vol 13, No 2 (2024): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v13i2.20537

Abstract

Deep reflection on the teachings and moral views in the Quran and Hadith has been done by many Islamic scholars and thinkers. From this reflective activity, they produce concepts of Islamic ethics with various typologies depending on the style of thinking. Fakhry through his research classified the typology of Islamic ethics in four categories: scriptural morality; theological ethics; philosophical ethics; and religious ethics, and established each of their exponents. However, the scope of his study is still limited to the Arab-Persian region and its figures who lived up to XIII century. This research seeks to go beyond that by focusing on Syekh Yusuf al-Makassari-a major Nusantara figure who lived in the XVII century-and determining the typology of his ethical thought. By utilising Fakhry's view on the typology of Islamic ethics as the theoretical basis, the results of this study demonstrate that Syekh Yusuf's ethical thinking belongs to the typology of religious ethics. This is because it contains various aspects that are the main components of religious ethics, namely aspects of the Quran and Hadith, theology, philosophy, and Sufism.
Partisipasi Politik Masyarakat Pada Pemilihan Umum Tahun 2024 Di Kabupaten Polewali Mandar Latief, Abdul; Rahman, Abd.
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi politik masyarakat serta upaya yang dilakukan penyelenggara pemilu dalam meningkatkan partisipasi tersebut di Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan pendekatan kajian hukum dan studi kepustakaan sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik masyarakat dalam Pemilu 2024 di Kabupaten Polewali Mandar mencakup berbagai bentuk keterlibatan, seperti pemberian hak suara, partisipasi dalam kepanitiaan pemilu, serta keterlibatan dalam kampanye politik. Selain itu, terdapat berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat, diantaranya melalui sosialisasi dan pendidikan politik yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), partai politik, media massa, serta organisasi masyarakat sipil (civil society). Faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi meliputi kejelasan visi dan misi pasangan calon, daya tarik sosok calon, aksesibilitas Tempat Pemungutan Suara (TPS), serta kesadaran politik masyarakat sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Partisipasi politik yang tinggi juga mencerminkan nilai-nilai demokrasi, etika politik, dan karakter masyarakat dalam menjalankan hak serta kewajiban politiknya. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pelaksanaan pemilu yang lebih inklusif dan demokratis.