Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Edukasi Kesehatan serta Pemeriksaan Kadar Gula Darah dan Tekanan Darah untuk Masyarakat Septiana, Rita; Ishariyanto, Riski
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1206

Abstract

The prevalence of hypertension and diabetes mellitus based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) was stilled categorized as high. Both were chronic diseases related to unhealthy lifestyle choices. This community service activity aims to assist the public in early health detection through blood pressure and blood sugar testing, as well as provide education on hypertension and diabetes mellitus. The method used involved providing health education and offering free blood pressure and blood sugar testing to participants. Blood pressure were measured using a digital sphygmomanometer, while blood sugar levels were tested using a strip test at the fingertip. The community service activity took place at Apotek Wonorejo, located in Plupuh District, Sragen Regency. The participants of this event were 24 people who came to purchase medicine in the pharmacy on Saturday, November 16, 2024, between 09:00 AM until 1:00 PM. Based on the results of the blood pressure examination, 79.2% of participants had blood pressure below 140/90 mmHg, while the blood sugar test results showed that 87.7% of participants had a random blood sugar level below 200 mg/dL. This indicates that the majority of participants had normal blood pressure and blood sugar levels. This free health check activity had successfully contributed to early health detection in the community. Interviews conducted at the end of the education session revealed that the activity had provided valuable knowledge related to hypertension and diabetes mellitus.ABSTRAKPrevalensi penyakit hipertensi dan diabetes melitus berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 masih termasuk dalam kategori tinggi. Keduanya merupakan penyakit kronis yang berkaitan dengan buruknya gaya hidup seseorang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu masyarakat melakukan deteksi dini kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah serta memberi edukasi terkait hipertensi dan diabetes melitus.  Metode yang digunakan adalah dengan memberikan edukasi kesehatan serta pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah secara gratis kepada peserta. Tekanan darah diukur menggunakan Sphygmomanometer Digital, gula darah di ukur dengan strip uji pada ujung jari. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Apotek Wonorejo yang terletak di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian adalah 24 orang yang datang membeli obat datangi Apotek pada hari sabtu, 16 November 2024 pukul 09:00-13:00. Berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah peserta pengabdian didapatkan sebanyak 79,2% peserta memiliki tekanan dibawah 140/90 mmHg, sedangkan hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan 87,7% peserta memiliki kadar gula darah sewaktu kurang dari 200 mm/dL, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta pengabdian memiliki tekanan darah dan kadar gula darah dalam batas normal. Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini telah membantu deteksi dini kesehatan masyarakat. Hasil wawancara diakhir sesi pemberian edukasi menunjukkan bahwa kegiatan ini telah memberikan sumbangan pengetahuan terkait penyakit hipertensi dan diabetes melitus.
Formulasi Dan Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Patandung, Rosliana; Ishariyanto, Riski
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.622

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L) memiliki aktivitas memiliki aktivitas farmakologis sebagai anti-inflamasi, antihistamin, antibakteri, antihipertensi, dan anti-penuaan. Ekstrak etanol kulit manggis mengandung senyawa kimia golongan alkaloida, flavanoida, glikosida, saponin, tannin, dan steroid/triterpenoid sehingga memiliki potensi sebagai senyawa aktif dalam sediaan. Krim merupakan sediaan emulsi mengandung air dan minyak digunakan untuk penggunaan luar atau kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi stabilitas fisik sediaan krim ekstrak etanol kulit manggis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan membandingkan sediaan krim pada siklus hari ke-0, hari ke-7 dan hari ke-14. Evaluasi sediaan krim ekstrak etanol kulit manggis meliputi pengamatan organoleptis (warna, bau, tekstur), uji pH, uji homogenitas, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji stabilitas krim. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, menghasilkan ekstrak kental dengan rendemen sebesar 9,51%. Krim diformulasikan menggunakan metode emulsi minyak dalam air (M/A). Hasil evaluasi menunjukkan krim memiliki karakteristik organoleptis yang stabil, pH sesuai standar kulit (4,5–6,5), homogenitas baik, dan daya sebar memenuhi kriteria optimal (5–7 cm). Namun, uji viskositas menunjukkan penurunan setelah penyimpanan, daya lekat krim tidak memenuhi standar minimal 4 detik, serta uji stabilitas dengan sentrifugasi menunjukkan pemisahan fase, menandakan ketidakstabilan formulasi.
Sosialisasi dan Workshop Pelatihan Penanaman serta Pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di Dukuh Pinggir, Kabupaten Sukoharjo [Socialization and Training Workshop on the Cultivation and Utilization of TOGA (Family Medicinal Plants) in Dukuh Pinggir, Sukoharjo Regency] Patandung, Rosliana; Ishariyanto, Riski
Indonesia Berdaya Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251163

Abstract

This community service aims to improve knowledge and utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) in Dukuh Pinggir RW 7, Telukan Village, Grogol District, Sukoharjo Regency. The activity was carried out through socialization and workshops attended by 70 participants with an age range of 20-60 years and diverse educational backgrounds. Education includes theoretical material and practice of planting TOGA in the yard. Before the training, a pretest was conducted to measure the initial knowledge of the participants, which showed that only 14.3% scored above 60. After the training, there was a significant increase, with 85.7% of participants scoring above 60. These results indicate that educational activities about TOGA are effective in increasing public knowledge and awareness regarding the use of medicinal plants as an alternative to improving family health. In addition to health benefits, this activity also has the potential to support the economic welfare of the community through productive use of yard land. This service recommends the implementation of similar programs on an ongoing basis to expand positive impacts and support the development of health programs based on local wisdom. Abstrak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Dukuh Pinggir RW 7, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan workshop yang diikuti oleh 70 peserta dengan rentang usia 20–60 tahun dan latar belakang pendidikan yang beragam. Edukasi mencakup materi teoritis dan praktik penanaman TOGA di pekarangan rumah. Sebelum pelatihan, dilakukan pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta, yang menunjukkan bahwa hanya 14,3% memperoleh nilai di atas 60. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 85,7% peserta memperoleh nilai di atas 60. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukatif tentang TOGA efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif peningkatan kesehatan keluarga. Selain manfaat kesehatan, kegiatan ini juga berpotensi mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif. Pengabdian ini merekomendasikan pelaksanaan program serupa secara berkelanjutan untuk memperluas dampak positif dan mendukung pengembangan program kesehatan berbasis kearifan lokal.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI FRAKSI DAUN KATUK HUTAN (Breynia cernua) ASAL PAPUA: ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF FRACTION KATUK HUTAN LEAF (Breynia cernua) FROM PAPUA Ishariyanto, Riski; Dirgantara, Septriyanto; Susanto, Sharon; Septiana, Rita
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 1 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jfl.v14i1.2489

Abstract

Abstract Katuk hutan leaf (Breynia cernua) are endemic plants of Papua traditionally used to treat cancer, smallpox and wounds. It contains various bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, terpenoids and tannins. Fractionation using n-hexane, ethyl acetate and ethanol-water solvents was performed to isolate specific bioactive components. This study aims to evaluate the antibacterial activity of n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and ethanol-water fraction of Breynia cernua leaf against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Antibacterial testing was conducted using the disc diffusion method at concentrations of 250, 500 and 750 ppm. All fractions exhibited inhibition zones in the moderate to strong category against both bacteria. The highest antibacterial activity was observed in the n-hexane fraction at 750 ppm with inhibition zone of 10.2 ± 0.8 mm for S. aureus and 10.3 ± 0.8 mm for E. coli. ANOVA analysis showed a significant difference (p < 0.05) between the n-hexane fraction and the other fractions. These results indicate that the n-hexane fraction of Breynia cernua leaves has the most potent antibacterial effect. Keywords:  Breynia cernua, disc diffusion, inhibition zone, Staphylococcus aureus, Escherichia coli.
Edukasi mengenai Penggunaan Antibiotik yang Rasional Kepada Pengunjung Apotek Java Farma di Kelurahan Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo Patandung, Rosliana; Ishariyanto, Riski; Mei Enjelina, Sinta
Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 10 (2024): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v1i10.105

Abstract

Antibiotik merupakan obat golongan antimikroba yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Prevalensi penyakit infeksi yang tinggi, meningkatkan penggunaan antibiotik di masyarakat. Tingginya angka penggunaan antibiotik tanpa resep dokter membuat penggunaannya menjadi irasional dan berdampak pada timbulnya resistensi obat. Salah satu faktor penyebab timbulnya resistensi obat ialah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat, khususnya antibiotik. Pengetahuan berperan penting dalam membentuk kepercayaan, sikap dan perilaku tertentu. Semakin tinggi tingkat pendidikan, diharapkan semakin baik tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat. Untuk itu telah dilakukan kegiatan PKM berupa Edukasi mengenai Penggunaan Antibiotik yang Rasional Kepada Pengunjung Apotek Java Farma yang dihadiri 25 orang warga di lingkungan Apotek Java Farma, Kel. Telukan, Kec. Grogol, terdiri dari masyarakat, siswa, dan buruh pabrik. Sebelum dan sesudah edukasi dilakukan pretest dan post-test untuk menilai pengetahuan tentang pengetahuan dalam penggunaan antibiotik. Rerata nilai pretest sebesar 8,08 poin dan rerata nilai post-test sebesar 9,42 poin. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan rerata antara nilai pretest dan post-test sebesar 1,34 poin dengan p-value sebesar 0,008 (p<0,05). Dengan hasil yang diperoleh ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan warga SMK 1 Negeri Tambelang Bekasi dalam penggunaan antibiotik yang rasional, sehingga secara tidak langsung akan mengurangi kejadian resitensi terhadap antibiotik.
Edukasi DAGUSIBU untuk Meningkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Pengelolaan Obat yang Bijak di RT 02 RW 07, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo Patandung, Rosliana; Khusna, Khotimatul; Ishariyanto, Riski
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.581

Abstract

Penggunaan obat yang tidak bijak menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan. Konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Bijak) diterapkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat yang benar. Kegiatan ini melibatkan 200 peserta dan dilakukan melalui edukasi, workshop, serta evaluasi dengan metode pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan: membaca label obat dari 40% menjadi 85%, penyimpanan obat dari 50% menjadi 95%, dan pembuangan obat dari 30% menjadi 80%. Edukasi berbasis partisipasi dan alat peraga terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan ini menyarankan perlunya evaluasi lanjutan, program edukasi khusus, dan kolaborasi lintas sektor untuk keberlanjutan. Dengan pendekatan yang komprehensif, program ini dapat menjadi model edukasi kesehatan berbasis masyarakat lainnya.
Risk Factors and Drug Therapy Monitoring in CKD Patients (Chronic Kidney Disease) Patandung, Rosliana; Ishariyanto, Riski; Sune, Debi Mariska
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v3i7.5333

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a global health problem that affects millions of people, characterized by a progressive decline in kidney function. This study aims to determine Drug Related Problems (DRPs) in the treatment management of CKD (Chronic Kidney Disease) patients. This study used the literature review method. The research results from the collected literature will be summarized and presented in the form of descriptive analysis. Researchers will conduct literature searches through online sites such as Google Scholar, PubMed, ResearchGate, Elsevier, and NCBI. The keywords used are “CKD risk factors” and “drug therapy for CKD patients”. The results of the search for relevant literature will be collected and selected according to the inclusion criteria. The research results from the collected literature will be presented in the form of a descriptive table. The table will include information such as author, year of publication, article title, and summary of the study results. The prevalence of drug-related problems (DRP) in CKD patients ranges from 12% to 87%. Commonly found problems include ineffective treatment, inappropriate drug selection, and drug dosing issues. Regular drug monitoring and dose adjustment are essential to reduce adverse drug reactions and improve patient outcomes. Effective drug therapy management and patient education are essential to improve the quality of care and life of CKD patients. In conclusion, this study emphasizes the importance of identifying and addressing drug-related problems (DRPs) to improve treatment effectiveness in CKD patients. Close drug monitoring and comprehensive patient education are key components in the optimal management of CKD.
Edukasi Pengelolaan Obat Secara Mandiri Pada Masyarakat Lansia Di Ampel, Boyolali Pambudi, Risma Sakti; Utami, Winanti Puji; Putri, Alinda; Ishariyanto, Riski
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i4.2064

Abstract

Di Indonesia masih terdapat masyarakat yang melakukan swamedikasi namun belum mengetahui cara pengelolaan obat yang benar. Hal ini dapat meningkatkan risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Adapun faktor yang mempengaruhi adalah kurangnya akses informasi yang terbatas serta rendahnya literasi kesehatan masyarakat khususnya di daerah terpencil dan masyarakat lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat lansia sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta terkait pengelolaan obat mandiri yang benar. Mitra pengabdian ini adalah masyarakat lansia di desa jlerem, ampel, boyolali. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan edukasi serta kuesioner pre dan post edukasi supaya dapat melihat peningkatan pemahaman peserta. Kegiatan ini dihadiri oleh 27 peserta dan hasil kegiatan menunjukkan sebelum diberikan edukasi terdapat masyarakat yang masih kurang pengetahuan terkait pengelolaan obat mandiri yaitu 27%, cukup 10% dan baik 63%. Namun setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman peserta tentang pengelolaan obat mandiri yang baik yaitu sebesar 100%. Oleh karena itu kegiatan edukasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat.