Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Stres Terhadap Kesuburan dan Siklus Menstruasi Wanita Ainun Ganisia; Tasya Rara Ajeng Pramista
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v3i1.1048

Abstract

Introduction: stress is a condition of a person due to stimulation or pressure. Women are susceptible to emotional disorders or stress. Many factors affect irregular menstrual patterns, including stress. Irregular menstrual cycles can have serious impacts on women's health which will affect the metabolic, fertility, sexual, and reproductive systems. The inability to reproduce naturally can cause shame, guilt, and low self-esteem. These negative feelings can cause various levels of depression, anxiety, stress, and poor quality of life. This article aims to determine the effect of stress on women's menstrual cycles and fertility. Research method: a literature review with narratives from various research results related to stress and the menstrual cycle, as well as women's fertility. Data sources: from national and international journals indexed from 2017 to 2023. Results: increased production of CRH and cortisol causes decreased ovulation. This decreased ovulation will affect the length of the proliferation and secretion period, thereby affecting the menstrual cycle. Stress affects menstrual cycle disorders and women's fertility. Conclusion: stress influences changes in women's menstrual cycles and fertility so women need counseling and support during therapy.
Kegiatan Sosialisasi dan Penyeluhan Kesehatan : Pendemonstrasian dan Sosialisasi Kebencanaan SDN 1 Punggul Sidoarjo Arkha Rosyaria Badrus; Nurul Fathiyyah; Rakhmalia Imeldawati; Ainun Ganisia; Miftahul Khairoh; Shinta Nur Rochmayati; Kholifatul Ummah; Alief Ayu Purwitasari
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i1.102

Abstract

Indonesia, sebagai negara dengan tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi, menjadikan upaya kesiapsiagaan sebagai prioritas nasional. Kabupaten Sidoarjo, dengan karakteristik geografis dan demografisnya, juga rentan terhadap berbagai ancaman bencana lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan terkait tanggap bencana yang dilaksanakan di SDN Punggul 1 Sidoarjo. Metode pelaksanaan meliputi pengembangan materi adaptif, pembelajaran interaktif, simulasi rutin, pembentukan tim siaga bencana sekolah, sosialisasi kepada orang tua, penyediaan sarana prasarana darurat, dan integrasi dalam kegiatan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman siswa, guru, dan staf mengenai jenis-jenis bencana, tanda peringatan dini, dan tindakan yang diperlukan. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran akan risiko bencana, keterampilan praktis evakuasi dan pertolongan pertama, kesiapsiagaan individu dan kolektif, serta penguatan kapasitas tim siaga bencana sekolah. Pengetahuan dengan sarana prasarana darurat juga meningkat. Kegiatan ini berkontribusi positif dalam membentuk komunitas sekolah yang lebih siap, aman, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana. Evaluasi pasca-kegiatan melalui kuis, observasi simulasi, dan umpan balik peserta mengkonfirmasi efektivitas intervensi ini sebagai landasan pengembangan program kesiapsiagaan bencana di tingkat sekolah.
Pemasaran Produk Lokal Berbasis Kesehatan sebagai Strategi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Plenen sebagai Desa Penyangga Kawasan Industri Terpadu Batang Ainun Ganisia; Karmanis Karmanis; Sugiyanto Sugiyanto
Public Service and Governance Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Januari : Public Service And Governance Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/psgj.v7i1.3407

Abstract

This study aims to analyze the marketing of health-based local products in Plenen Village as a buffer village of the Batang Integrated Industrial Estate and its implications for community welfare. The identified problems include limited human resource capacity, restricted market access, and limited understanding of modern marketing strategies among micro and small business actors. This study employs a descriptive qualitative approach with a case study design. Primary data were obtained through in-depth interviews and field observations, while secondary data were collected from official documents, development reports, and related publications. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and drawing conclusions using source and method triangulation to ensure validity. The results indicate that the people of Plenen Village have diverse potential in health-based local products, including healthy processed foods and herbal products. The marketing strategies applied include direct marketing, digital marketing, and partnerships with local communities, which significantly improve community income and welfare. Major challenges still include limited product innovation and human resource capacity. This study concludes that marketing health-based local products can be an effective strategy to enhance the welfare of buffer village communities around industrial estates, provided it is supported by empowerment, innovation, and adequate policies.
Hubungan Antara Asupan Zat Besi, Protein, dan Paparan Asap Rokok dengan Stunting Anak Usia Prasekolah Rakhmalia Imeldawati; Cityta Putri Kwarta; Nurul Fathiyyah; Ainun Ganisia
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 8 No. 1 (2025): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v8i1.10431

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama dunia, khususnya di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2024 adalah sebanyak 19.8% dimana masih jauh dari target sustainable Development Goals (SDGs) dimana targetnya adalah menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi pada tahun 2030. Banyak faktor yang menyebabkan stunting diantaranya faktor langsung, seperti asupan zat gizi seperti protein dan zat besi, dan faktor tidak langsung seperti paparan asap rokok. Anak berusia >3 tahun lebih berisiko mengalami stunting dibandingkan anak yang berusia < 3 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat hubungan asupan zat besi, protein, dan paparan asap rokok terhadap kejadian stunting pada anak usia prasekolah (3-5 tahun). Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan melibatkan 75 anak usia 3-5 tahun di Kecamatan Kedungkandang yang orang tuanya setuju untuk menjadi responden penelitian. Sampel dipilih melalui teknik cluster sampling. Data yang diambil antara lain antropometri untuk mengetahui tinggi badan menurut usia, asupan zat besi dan protein didapatkan melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), dan paparan asap rokok didapat melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat besi (p=0.044), asupan protein (p=0.023), dan paparan asap rokok (p=0.016) dengan stunting pada anak usia prasekolah. Anak dengan asupan zat besi dan protein yang kurang serta terpapar asap rokok lebih berisiko mengalami stunting. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat hubungan antara asupan zat besi, protein, dan paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada anak usia prasekolah. Keyword : Stunting, zat besi, protein, paparan asap rokok Stunting remains a major nutritional problem globally, especially in Indonesia. The prevalence of stunting in Indonesia is 19.8%, which is still far from the Sustainable Development Goals (SDGs) target for eliminating all forms of malnutrition by 2030. Many factors contribute to stunting, including direct factors such as nutrient intake like protein and iron, and indirect factors such as exposure to cigarette smoke. Children older than 3 years are at higher risk of experiencing stunting compared to children younger than 3 years. The purpose of this study was to examine the relationship between iron intake, protein intake, and cigarette smoke exposure with the incidence of stunting in preschool children (3-5 years old). A cross-sectional design was employed in this study, involving 75 children aged 3-5 years in Kedungkandang District whose parents consented to participate. Samples were selected using cluster sampling technique. Data collected included anthropometry to determine height-for-age, iron and protein intake obtained through a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), and cigarette smoke exposure gathered via interviews using a questionnaire. Data analysis was conducted using a chi-square test. The results of the study demonstrated a significant relationship between iron intake (p=0.044), protein intake (p=0.023), and cigarette smoke exposure (p=0.016) with stunting in preschool children. Children with inadequate iron and protein intake, as well as those exposed to cigarette smoke, have a higher risk of stunting. In conclusion, there is a relationship between iron intake, protein intake, and cigarette smoke exposure with the incidence of stunting in preschool children. Keywords: stunting, iron, protein, cigarette smoke exposure