Helmi, Wahyuni Mulia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Kreativitas Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran IPA Sekolah Dasar Marfilinda, Riri; Nissa, Aprilia; Tulljanah, Rahmia; Rossa, Rona; Zuleni, Elva; Helmi, Wahyuni Mulia; Al-Mawla, Muthanna Abdel-Wahab Juma
Journal of Education Research Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i1.2247

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran yang kurang menggali pemikiran siswa, rendahnya tingkat kreativitas belajar peserta didik, proses pembelajaran yang masih dominan menggunakan metode ceramah, serta kurangnya pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap kreativitas belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS Sekolah Dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada eksplorasi mendalam mengenai bagaimana model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kreativitas belajar peserta didik secara signifikan melalui pendekatan partisipatif dan eksploratif. Metode penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen menggunakan metode Quasi Eksperimen Design. Sampel penelitian 55 peserta didik yang diambil menggunakan teknik probability sampling. Instrumen penelitian menggunakan modul pembelajaran dan angket berpikir kreatif. Analisis data dilakukan menggunakan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan model pembelajaran inkuiri terhadap kreativitas belajar peserta didik. Penerapan model pembelajaran inkuiri mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dan mengeksplorasi pengetahuan mereka, sehingga mendukung pengembangan ide-ide kreatif. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat menjadi alternatif yang efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran IPAS, khususnya dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa. Temuan ini memberikan rekomendasi kepada pembuat kebijakan pendidikan dan pihak sekolah untuk memprioritaskan penerapan model inkuiri sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Kreativitas Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran IPA Sekolah Dasar Marfilinda, Riri; Nissa, Aprilia; Tulljanah, Rahmia; Rossa, Rona; Zuleni, Elva; Helmi, Wahyuni Mulia; Al-Mawla, Muthanna Abdel-Wahab Juma
Journal of Education Research Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i1.2247

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran yang kurang menggali pemikiran siswa, rendahnya tingkat kreativitas belajar peserta didik, proses pembelajaran yang masih dominan menggunakan metode ceramah, serta kurangnya pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap kreativitas belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS Sekolah Dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada eksplorasi mendalam mengenai bagaimana model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kreativitas belajar peserta didik secara signifikan melalui pendekatan partisipatif dan eksploratif. Metode penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen menggunakan metode Quasi Eksperimen Design. Sampel penelitian 55 peserta didik yang diambil menggunakan teknik probability sampling. Instrumen penelitian menggunakan modul pembelajaran dan angket berpikir kreatif. Analisis data dilakukan menggunakan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan model pembelajaran inkuiri terhadap kreativitas belajar peserta didik. Penerapan model pembelajaran inkuiri mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dan mengeksplorasi pengetahuan mereka, sehingga mendukung pengembangan ide-ide kreatif. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat menjadi alternatif yang efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran IPAS, khususnya dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa. Temuan ini memberikan rekomendasi kepada pembuat kebijakan pendidikan dan pihak sekolah untuk memprioritaskan penerapan model inkuiri sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna.
Pengaruh Iklim Sekolah dan Supervisi Akademik Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Panti Roni, Efrita; Hendrizal, Hendrizal; Helmi, Wahyuni Mulia
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5808

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan terlihat fenomena terkait rendahnya kinerja yang dihasilkan oleh guru di Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman, selain itu iklim sekolah yang kurang kondusif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis (1) Pengaruh iklim sekolah terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Panti. (2) Pengaruh Supervisi Akademik terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Panti. (3) Pengaruh iklim sekolah dan supervisi Akademik secara bersama-sama terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Panti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah guiruiSeikolah Dasar di Keicamatan Panti berstatus sebagai ASN yang beirjuimlah 71 orang. Teknik pengambilan sampel mengunakan Total Sampling dengan jumlah sampel 71 orang. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan skala liker yang memiliki 5 alternatif jawaban. Sebelum angket tersebut digunakan sudah dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana dan berganda yang diolah dengan menggunakan SPSS versi 26. Hasil analisis data penelitian memperlihatkan bahwa: (1) Pelaksanaan iklim sekolahberpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru sebesar 14,8%. (2) Supervisi pembelajaranberpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru sebesar 11,6% dan (3) Pelaksanaan iklim sekolah dan supervisi pembelajaran secara bersama-sama pengaruh terhadap kinerja guru sebesar 31,8%. Secara umum tingkat pencapaian skor pelaksanaan iklim sekolahadalah 87,88 % kategori baik dantingkat pencapaian skor supervisi pembelajaran adalah 86,78% kategori baik. Temuan di atas mengimplikasikan bahwa pelaksanaan iklim sekolah dan supervisi pembelajaran adalah dua faktor yang dapat meningkatkan kinerja guru, disamping melalui faktor-faktor lain.