Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Efektivitas Antioksidan Body Lotion Ekstrak Kulit Kopi Dan Biji Pepaya Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Wardhani, Oktiva Risma; Daffa, Meysha Nur; Firdayanti, Ratri Mawas; Andrifianie, Femmy; Iqbal, Muhammad; Rahayu, Ihsanti Dwi; Pardilawati, Citra Yuliyanda
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.603

Abstract

Banyaknya hasil perkebunan kopi dan pepaya yang ada di Provinsi Lampung membuat banyaknya limbah yang dihasilkan seperti kulit kopi dan biji pepaya, namun hal ini belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dijadikan pupuk atau pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan dari body lotion yang diformulasi menggunakan ekstrak etanol kulit kopi dan biji pepaya sebagai upaya pemanfaatan limbah. Kulit kopi dan biji pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder seperti polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, dengan proses ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid dan tanin pada kedua ekstrak. Evaluasi terhadap body lotion yang dihasilkan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, serta diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa body lotion memiliki nilai IC50 sebesar 142,067 ppm, yang termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sedang. Penelitian ini menegaskan potensi pemanfaatan limbah kulit kopi dan biji pepaya dalam produk kosmetik yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan kulit tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah.
Perbandingan Ekstrak Biji Pinang Terdelipidasi dan Non-Terdelipidasi: Karakterisasi, Fitokimia, dan Aktivitas Antibakteri terhadap Cutibacterium acnes Andrifianie, Femmy; Daffa, Meysha Nur; Anggraeni, Ranesya Eka; Wardhani, Oktiva Risma; Graharti, Risti; Ali, Nur Fitriana Muhammad; Adjeng, Andi Nafisah Tendri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.899

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit umum, terutama pada remaja, dan salah satu bakteri penyebabnya adalah Cutibacterium acnes. Biji pinang (Areca catechu L.) memiliki aktivitas antibakteri karena memiliki kandungan metabolit sekunder meliputi  alkaloid, tanin, flavonoid, dan fenolik. Namun, penelitian aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pinang setelah didelipidasi masih belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakterisasi, kandungan fitokimia, dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pinang sebelum dan sesudah delipidasi terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Serbuk simplisia biji pinang diperoleh melalui proses pengeringan dan penghalusan biji pinang. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, sedangkan proses delipidasi dilakukan melalui ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksan. Standarisasi ekstrak mengikuti prosedur Farmakope Herbal Indonesia. Skrining fitokimia meliputi pengujian alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Uji aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dilakukan dengan metode difusi sumuran pada berbagai konsentrasi ekstrak (5–40%). Rendemen ekstrak etanol kental sebesar 26,8%, sedangkan ekstrak terdelipidasi memiliki rendemen 78,73% dari ekstrak awal. Kedua ekstrak memenuhi parameter spesifik dan nonspesifik farmakope. Skrining fitokimia menunjukkan peningkatan intensitas alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin setelah delipidasi. Aktivitas antibakteri meningkat seiring konsentrasi, dengan zona hambat rata-rata ekstrak terdelipidasi lebih besar daripada ekstrak etanol, khususnya pada 20% (12,19?mm) dan 40% (12,84?mm) dibandingkan EE 20% (9,18?mm) dan EE 40% (8,52?mm). Delipidasi meningkatkan kandungan senyawa aktif polar/semi-polar sehingga aktivitas antibakteri ekstrak biji pinang terhadap Cutibacterium acnes lebih tinggi. Ekstrak terdelipidasi berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami perawatan kulit berjerawat.