Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Cognitive Learning Outcomes of Elementary School Students Through Differentiated Problem-Based Learning Husna Lailatul Latifa; Sigit Saptono; Barokah Isdaryanti
Journal of Primary Education Vol. 14 No. 1 (2025): Juni (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v14i1.36825

Abstract

Learning that focuses solely on one-way knowledge transmission without integrating students into the learning process is one factor contributing to students' low cognitive learning outcomes. Conventional learning encompasses this kind of learning. Since every student learns differently, the current application of the Merdeka Curriculum's tenets is not in line with the use of conventional teaching methods. The purpose of this study is to investigate how the use of a differentiated Problem-Based Learning paradigm can improve students' cognitive learning outcomes in science. This study uses Nonequivalent Control Group Design and is quantitative in nature. The study's sample comprised 28 fourth-grade children from SDN Ngemplak Simongan 01 and 28 students from SDN Manyaran 03. The N-Gain test findings, which show that the experimental group received an average score of 0.71 while the control group received an average score of 0.55, provide evidence of this. Furthermore, the independent sample t-test used for hypothesis testing produced a significant value of 0.000<0.05, which resulted in the rejection of H0. This suggests that, in comparison to children who received conventional instruction, the cognitive learning outcomes of students taught utilizing the differentiated PBL paradigm demonstrated a high degree of progress and a significant difference.
Child-Friendly learning media for inclusive schools:  A systematic literature review Candra Abdillah; Ani Rusilowati; Barokah Isdaryanti; Dameis Surya Anggara
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 14 No. 6 (2025): December
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v14i6.852-870

Abstract

This research aims to review child-friendly learning media that support inclusive school learning. The research method used is a systematic literature review (SLR) with a bibliometric approach. The data are in the form of search results for articles from various relevant Scopus sources. To find articles, researchers used five keywords in accordance with the PRISMA protocol. The article's source is the last 5 years (2019 - 2024). The number of articles analyzed was 84 Scopus-indexed articles. The results of the literature review explain (1) child-friendly learning media in inclusive schools include various types such as Gamification media for ADHD, PECS and SELFI for autistic students, multiliteracies-based online and social media platforms, and Machine Learning-based Media Augmentation (ML-MA) for accessible digital environments; (2) learning methods that support the application of teaching media such as differentiated instruction, collaborative learning, and the Universal Design for Learning (UDL); (3) The principles of implementing child-friendly teaching media prioritize child-centered, interactive, safe, developmentally appropriate, enhanced access, and accessibility. (4) The main obstacles in the implementation of this media are teachers' lack of understanding of the needs of children with disabilities, limited facilities, and a lack of professional training.
Supervisi Akademik di SMK: Sebuah Refleksi Kritis terhadap Praktik Seremonial Fauziyah Proktama Resi; Barokah Isdaryanti; Hadromi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14761

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan pembahaman mendalam mengenai praktik supervisi akademik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang kerap berlangsung secara seremonial dan berorientasi administratif. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana praktik seremonial tersebut memengaruhi perkembangan pforesional guru serta kualitas pembelajaran dikelas. Studi ini menggunakan pendekatan critical literature review dengan menelaah artikel nasional dan internasional terbitan 2020-2025 yang membahasa supervisi akedemik, supervisi klins, instructional coaching, dan budaya organisasi pendidikan. Analisis dilalakukan melalui proses thematic coding untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan dalam praktik supervisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik di banyak SMK masih didominasi pemeriksaan dokumen, observasi formalitas, dan pengisisan instrumen yang tidak diikuti umpan balik mendalam. Guru sering memaknae supervisi sebagai kegiatan adminstratif sehingga manfaat pedagogisnya tidak optimal. Studi ini juga mengungkap tiga faktor utama penyebab munculnya praktik seremonia: yaitu, 1) beban administratif yang tinggi, 2) keterbatasan kompetensi supervisor dalam memberikan umpan balik berbasis bukti, dan 3) budaya sekolah yang menghindari kritik langsung. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi konsep supervisi klinis, coaching berkelanjutan, dan bukti kelas sebagai dasar rekonstruksi model supervisi akademik di SMK. Studi ini menegaskan bahwa supervisis yang transformatif hanya dapat dicapai dengan mengadopsi pendekatan kolaboratif, reflektif, dan berorientasi pengembangan profesional guru, bukan sekadar kepatuhan prosedural.
Supervisi Akademik di SMK: Sebuah Refleksi Kritis terhadap Praktik Seremonial Fauziyah Proktama Resi; Barokah Isdaryanti; Hadromi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14761

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan pembahaman mendalam mengenai praktik supervisi akademik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang kerap berlangsung secara seremonial dan berorientasi administratif. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana praktik seremonial tersebut memengaruhi perkembangan pforesional guru serta kualitas pembelajaran dikelas. Studi ini menggunakan pendekatan critical literature review dengan menelaah artikel nasional dan internasional terbitan 2020-2025 yang membahasa supervisi akedemik, supervisi klins, instructional coaching, dan budaya organisasi pendidikan. Analisis dilalakukan melalui proses thematic coding untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan dalam praktik supervisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik di banyak SMK masih didominasi pemeriksaan dokumen, observasi formalitas, dan pengisisan instrumen yang tidak diikuti umpan balik mendalam. Guru sering memaknae supervisi sebagai kegiatan adminstratif sehingga manfaat pedagogisnya tidak optimal. Studi ini juga mengungkap tiga faktor utama penyebab munculnya praktik seremonia: yaitu, 1) beban administratif yang tinggi, 2) keterbatasan kompetensi supervisor dalam memberikan umpan balik berbasis bukti, dan 3) budaya sekolah yang menghindari kritik langsung. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi konsep supervisi klinis, coaching berkelanjutan, dan bukti kelas sebagai dasar rekonstruksi model supervisi akademik di SMK. Studi ini menegaskan bahwa supervisis yang transformatif hanya dapat dicapai dengan mengadopsi pendekatan kolaboratif, reflektif, dan berorientasi pengembangan profesional guru, bukan sekadar kepatuhan prosedural.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN DIAGRAM UNTUK MENINGKATKAN 4C PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD NEGERI 171 TANJUNG JABUNG BARAT Safinatun Najah; Barokah Isdaryanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.38661

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of diagram board learning media in improving 21st-century skills (4C), namely Critical Thinking, Communication, Collaboration, and Creativity, as well as students’ learning outcomes in Mathematics. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using the Nonequivalent Control Group Design. The research subjects were all fourth-grade students of SDN 171 Tanjung Jabung Barat in the 2025/2026 academic year, totaling 36 students, divided into an experimental class and a control class. Data were collected through tests (pretest and posttest), observations, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive statistics and inferential statistics, including normality tests, homogeneity tests, and independent sample t-tests. The results showed that the average posttest scores of learning outcomes and 4C skills in the experimental class were higher than those in the control class. Statistical analysis indicated a significance value of 0.000 < 0.05, which means there was a significant difference between the two classes. Therefore, it can be concluded that the use of diagram board learning media is effective in improving students’ 4C skills and learning outcomes. This media creates a more interactive, visual, and meaningful learning environment, encouraging students to actively think critically, communicate, collaborate, and create during Mathematics learning activities.
Implementasi Unplugged Coding Berbasis Permainan Peta Safari dalam Pembelajaran Anak Usia Dini: Studi Kasus Pengembangan Computational Thinking dan Problem-Solving Frischa Raafi’ Wardhani; Barokah Isdaryanti; Ali Formen
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3647

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya implementasi pembelajaran coding pada pendidikan anak usia dini akibat keterbatasan fasilitas teknologi serta belum optimalnya pengembangan kemampuan computational thinking dan problem-solving anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran unplugged coding berbasis permainan Peta Safaridalam meningkatkan kemampuan computational thinking dan problem-solving anak usia dini pada konteks sekolah multikultural dan homogen. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan studi kasus terhadap 30 anak kelompok B yang berasal dari TK Negeri Pembina Arut Utara dan TK ABA Pangkalan Banteng. Penelitian dilaksanakan selama empat minggu melalui aktivitas unplugged coding tanpa perangkat digital. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi terstruktur dan lembar penilaian perkembangan anak, sedangkan analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (Sig. > 0,05) dan uji homogenitas menunjukkan varians data homogen (Sig. > 0,05). Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan computational thinking dan problem-solving anak setelah perlakuan (Sig. < 0,05). Selanjutnya, hasil independent sample t-test menunjukkan perbedaan capaian perkembangan antara sekolah multikultural dan homogen secara signifikan (Sig. < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran unplugged coding efektif meningkatkan kemampuan berpikir komputasional, kemampuan menyusun algoritma sederhana, serta strategi pemecahan masalah anak melalui pengalaman belajar konkret berbasis permainan tanpa ketergantungan pada teknologi digital. Penelitian ini memperkuat bahwa coding pada pendidikan anak usia dini dapat diimplementasikan secara inklusif, kontekstual, dan sesuai prinsip belajar melalui bermain.