Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pandangan Masyarakat Muna Tentang Tradisi Kampanaha Dalam Pernikahan Desa Katobu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat Asra Asra; Hasan Bin Juhanis; Rapung Rapung
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran tradisi kampanaha dalam pernikahan serta bagaimana pandangan masyarakat muna desa katobu tentang tradisi kampanaha dalam pernikahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan metode field research, penelitian dengan terjun langsung dilapangan. Data utama diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat. Sementara itu data sekunder yang diperoleh dari skripsi, jurnal, dan buku-buku. Metode pengumpulan data yang digunakan mencakup observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan, yaitu Gambaran pelaksanaan tradisi kampanaha dalam pernikahan masyarakat muna dimulai beberapa tahap dari Kafeeana atau Kabhentano pongke, Katamburi, Paniwi, Lolino ghawi, Kaokanuha dan Kafoatoha, Adhati balano/Sara-sara, Penyerahan adat Matano Kenta, dan yang terakhir kampanaha piringan berbentuk persegi empat yang terbuat dari rotan, berisi daun sirih, buah pinang, gambir, rokok, kapur sirih, dan gula-gula, sebagai simbol peghormatan terakhir dari kedua keluarga bawasanya kedua belah pihak  sudah menyatu, yang selanjutnya akan melangkah pada prosesi ijab qabul. Masyarakat Desa Katobu berpandangan bahwasanya tradisi kampanaha dalam pernikahan  dikerjakan dengan tujuan sebagai bagian penting dari budaya dan adat yang dihormati. Meskipun tidak menjadi syarat utama dalam pernikahan menurut ajaran Islam, tradisi ini berfungsi untuk memperkuat ikatan keluarga dan melestarikan warisan budaya. Adat ini menekankan pentingnya kesepakatan dan pemahaman antara kedua belah pihak dalam pernikahan.
Perlindungan Hukum Wanita Pasca Perceraian Dalam Mendapat Hak Harta Gono-Gini (Studi di Pengadilan Agama Belopa 2024) Musliadi Musliadi; M. Ilham Muhctar; Rapung Rapung
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas perlindungan hukum bagi wanita pasca perceraian dalam memperoleh hak atas harta gono-gini di Pengadilan Agama Belopa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena pembagian hak tersebut serta mengidentifikasi bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada wanita pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum yang diterima wanita pasca perceraian masih belum optimal, disebabkan oleh kurangnya pemahaman hukum, kesulitan dalam pembuktian harta bersama, penolakan dari mantan suami, serta tekanan sosial dan psikologis. Upaya yang disarankan untuk meningkatkan perlindungan hukum meliputi pemberian edukasi hukum, promosi mediasi, musyawarah keluarga, serta keterlibatan mediator atau konsultan hukum.
Analisis Tentang Putusan Pengadilan Agama Terhadap Pembatalan Pernikahan Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Dalam Fiqih Islam Salma Salma; Rapung Rapung; M Ilham Munchtar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang Putusan Pengadilan Agama Terhadap Pembatalan Pernikahan Akibat KDRT dan di latarbelakangi oleh permasalahan pembatalan pernikahan akibat kekerasan dalam rumah tangga dalam fiqih islam, Penelitian ini berfokus pada 2 hal yaitu: 1) Deskripsi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam fiqih Islam. 2) Analisis tentang putusan pengadilan agama terhadap pembatalan pernikahan akibat KDRT dalam fiqih Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui sumber-sumber yang berbasis akdemik, perpustakaan, artikel, jurnal, dan buku. Teknik analisis data editing, organizing, penemuan hasil. Data yang diperoleh kemudian disalin dan disusun dalam penyusunan skripsi setelah melalui penelitian secara saksama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Dalam hukum Islam disyari’atkan bukan dengan hampa muatan, melainkan penuh dengan hikmah-hikmah disyari’atkannya suatu hukum. Di antara hikmah diperbolehkannya seorang suami memberi pelajaran kepada istrinya adalah agar supaya semata-mata si istri tersebut selalu berada dalam kendali suami dalam rangka taat kepada Allah swt. dan rasul-Nya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari nusyûz dan gejala-gejala yang mengarah kepadanya. 2) Pengadilan Agama dalam beberapa kasus juga memberikan pertimbangan bahwa kekerasan yang dialami salah satu pihak dalam perkawinan, baik itu kekerasan fisik maupun mental, dapat merusak hubungan dan berpotensi merusak kedamaian dalam keluarga, sehingga perceraian dianggap sebagai solusi yang tepat.