Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi dan Simulasi untuk Mencegah Carpal Tunnel Syndrome pada Komunitas Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Polehan Kota Malang Riswina, Tania Ica; Lubis, Zidni Imanurrohmah; Fransiska, Tri Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.1.8-15

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome atau biasa disebut dengan CTS merupakan salah satu kasus yang sering terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. CTS terjadi karena kompresi saraf median yang berada di pergelangan tangan. Gejala yang sering terjadi adalah nyeri, kesemutan, dan mati rasa pada jari-jari. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan upaya pencegahan pada Carpal Tunnel Syndrome bersama ibu-ibu PKK RT 9 RW 1 Polehan, Kota Malang. Metode yang dilakukan berupa edukasi dan simulasi yang dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2024 secara luring dengan menggunakan media promosi kesehatan berupa poster, kemudian dilakukan sesi tanya jawab bersama peserta. Sebelum memulai pelaksanaan edukasi dan simulasi latihan, dilakukan pre-test untuk mengetahui apakah ibu-ibu PKK memahami materi yang disampaikan. Setelah penyampaian materi dilakukan evaluasi melalui post-test. Hasilnya, Kegiatan ini dihadiri 25 orang dengan hasil pre-test 0 poin (0%) dan post-test rata-rata sudah memahami materi yang disampaikan dengan hasil 100 poin (100%). Kesimpulannya, edukasi dan simulasi latihan mengenai Carpal Tunnel Syndrome terlaksana dengan baik dan telah memenuhi target. Diharapkan peserta yang hadir dapat menerapkan terapi latihan yang telah disampaikan apabila terdapat gejala CTS.Carpal Tunnel Syndrome commonly called CTS, is one of the cases that often occurs in women compared to men. CTS occurs due to compression of the median nerve in the wrist. Common symptoms are pain, tingling, and numbness in the fingers. The program aims to improve understanding, knowledge, and prevention about Carpal Tunnel Syndrome in Ibu-Ibu PKK RT 9 RW 1 Polehan, Malang City. Education and simulation of exercise were carried out offline on October 17, 2024 using health promotion media in the form of posters, and then a question-answer session was held with the participants. Before starting the implementation of education and simulation exercise, a pre-test was conducted to determine whether the ibu-ibu PKK understood the material presented. After the delivery of the material, an evaluation was carried out through a post-test. The result shows that this activity was attended by 25 people, with a pre-test result of 0 points (0%) and an average post-test result of 100 points (100%) showing that they understood the material presented. In conclusion, education and simulation exercise regarding Carpal Tunnel Syndrome were carried out well and have met the target. It is expected that participants who attend can apply the exercise therapy that has been delivered if there are symptoms of CTS.
Perbandingan Tingkat Resiko Terjadinya Dementia Pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga Dengan Lansia yang Tinggal di Panti Kota Malang Riswina, Tania Ica; Marufa, Siti Ainun; Yulianti, Atika
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.14675

Abstract

ABSTRACT Dementia is a disorder that often occurs in the elderly characterized by the deterioration of cognitive function in the elderly that can interfere with daily activities over time. Dementia generally begins with memory loss, mood swings, behavioral changes, and can interfere with the social activities of the elderly. Dementia is a heterogeneous syndrome caused by neurological disorders or other medical disorders. Different living environments can affect social activities between the elderly who live in nursing homes and the elderly who live at home with their families. This study aims to determine the differences between the elderly who live at home with their families and the elderly who live in nursing homes in Malang, East Java. This study used an analytic descriptive method, with a cross-sectional approach. The population in this study were the elderly in Pondok Lansia Al-Islah and the elderly in Posyandu RW. 8 Merjosari. The sample in this study was 40 people divided into two groups, 20 elderly people living in nursing homes and 20 elderly people living at home. Data collection used the Hopkins Verbal Learning Test (HVLT) questionnaire to assess the risk of dementia. Independent t-test statistical test was used to determine the difference in the risk of dementia, obtained p value: 0,001. The results of this study can be concluded that there is a difference in the risk of dementia in the elderly who live in nursing homes with elderly who live at home with family  Keywords: Lansia, Tingkat Resiko, Dementia  ABSTRAK Demensia adalah gangguan yang sering terjadi pada lansia ditandai dengan kemunduran fungsi kognitif pada lasia yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seiring dengan berjalannya waktu. Lingkungan tempat tinggal yang berbeda dapat mempengaruhi aktivitas sosial antara lansia yang tinggal di panti jompo dengan lansia yang tinggal di rumah bersama keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara lansia yang tinggal di rumah bersama keluarga dan lansia yang tinggal di panti jompo kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang ada di Pondok Lansia Al-Islah, Kota Malang dan lansia yang ada di Posyandu RW. 8 Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 40 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, 20 orang lansia yang tinggal di panti jompo dan 20 orang lansia yang tinggal di rumah. Pengambilan data menggunakan kuesioner Hopkins Verbal Learning Test (HVLT) untuk menilai resiko terjadinya demensia. Digunakan uji statistik independent t-test untuk mengetahui perbedaan resiko terjadinya demensia, didapatkan nilai p value: 0,001. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan resiko terjadinya demensia pada lansia yang tinggal di panti jompo dengan lansia yang tinggal di rumah bersama keluarga Kata Kunci: Lansia, Tingkat Rasio, Dementia
EDUKASI POSISI ERGONOMIS UNTUK MENGATASI LOW BACK PAIN AKIBAT POSISI KERJA YANG BURUK PADA KARYAWAN SWALAYAN SETIA GROSIR KOTA SAMARINDA Riswina, Tania Ica; Rahim, Anita Faradilla
Jurnal Abdimas Universitas Insan Pembangunan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Insan Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/jabdimasunipem.v3i2.134

Abstract

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri pada punggung bagian bawah yang sering terjadi di masyarakat terutama pada pekerja. Salah satu penyebab utama terjadinya low back pain karena posisi ketika bekerja tidak ergonomis. Masih banyak yang belum mengetahui pentingnya posisi ergonomis yang tepat ketika bekerja. Di Indonesia sendiri sudah banyak industri pekerjaan yang menerapkan sistem K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Tetapi masih kurangnya pemahaman untuk menerapkan hal itu menyebabkan masih banyak masyarakat yang mengeluhkan gangguan kesehatan seperti nyeri pinggang bagian bawah. Tujuan penelitian ini untuk membantu memberikan edukasi mengenai posisi tubuh yang ergonomis ketika bekerja dan melakukan latihan untuk mengatasi low back pain pada karyawan Swalayan setia Grosir Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan dengan edukasi dan simulasi terapi latihan, kemudian dilakukan pre dan post-tes untuk evaluasi pemahaman peserta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa banyak yang belum menerapkan posisi ergonomis ketika bekerja dan menyebabkan muncul keluhan nyeri pada punggung bagian bawah. Kesimpulan dari penelitian ini karyawan Swalayan Setia Grosir Kota Samarinda sering mengalami nyeri punggung bagian bawah karena posisi kerja yang tidak tepat. Maka, perlu dilakukan upaya pencegahan agar tidak semakin memperburuk kondisi karyawan ketika bekerja.