Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF Diki Oematan, Antonius; Tugas Sudjianto, Agus; Riman
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 1 No 2 (2021): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v1i2.221

Abstract

Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat tinggi. Volume pori tanah lempung ekspansif akan mengalami pembesaran ketika terjadi musim kemarau sehingga akan terjadi proses penyusutan, sedangkan volume tanah akan mengalami pengembangan ketika terjadi musim hujan. Bila suatu konstruksi dibangun di atas tanah lempung ekspansif maka akan terjadi kerusakan-kerusakan yang berakibat buruk bagi konstruksi tersebut. Untuk memperbaiki tanah lempung ekspansif bisa dilakukan dengan metode stabilisasi tanah secara kimiawi dengan memanfaatkan limbah dari bengkel las karbit yang tidak digunakan. Pada penelitian ini akan menggunakan limbah karbit sebagai bahan stabilisasi swelling volumetrik (3D) tanah lempung ekspansif di daerah Kecamatan Tirtoyudo. Komposisi campuran limbah karbit dan tanah lempung ekspansif yang akan digunakan adalah Tanah 100% + limbah karbit 0%, tanah 95% + limbah karbit 5%, tanah 90% + limbah karbit 10%, tanah 85% + limbah karbit 15% dan tanah 80% + limbah karbit 20%. Pengujian yang dilakukan pada tanah lempung ekspansif Tirtoyudo meliputi uji sifat fisis, sifat mekanis dan uji swelling volumetrik (3D). Dari penelitian yang telah dilaksanakan didapat nilai swelling volumetrik tanah lempung ekspansif dengan penambahan limbah karbit 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%, nilai swelling volumetrik yang dihasilkan adalah 20,93%, 16,68%, 10,37%, 13,68%, dan 6,18%.
KAJIAN EVALUASI KAPASITAS TAMPUNG SALURAN TERHADAP DEBIT BANJIR RANCANGAN PADA PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DRAINASE KOTA KANDANGAN Siswanto, Arif; Riman; Halim, Abdul
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2021): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v1i1.223

Abstract

Meningkatnya debit air pada daerah aliran sungai (DAS) disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi. Salah satu cara untuk menanggulangi masalah tersebut adalah membuat saluran drainase atau saluran pembuang yang dapat mengalirkannya ke sungai. Menurunnya fungsi kapasitas tampungan air dan kurang optimalnya sistem jaringan drainase di Kota Kandangan menyebabkan terjadinya permasalahan genangan dan banjir. Langkah awal untuk pemulihan dan penanganan, peneliti melakukan kajian evaluasi kapasitas tampung saluran terhadap debit banjir rancangan untuk perencanaan sistem jaringan drainase Kota Kandangan. Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis kapasitas tampung saluran eksisting untuk melakukan evaluasi atau penataan sistem jaringan drainase pada saluran primer yang tidak mampu menampung debit banjir rancangan. Perhitungan debit banjir rancangan dengan menggunakan metode rasional pada kala ulang Q5th dan Q10th. Berdasarkan hasil analisis kapasitas tampung pada sepuluh ruas saluran drainase, terdapat 3 saluran drainase yang mampu menampung debit banjir rancangan dengan kala ulang Q5th. Sedangkan, dengan menggunakan kala ulang Q10th, hanya terdapat 2 saluran yang mampu menampung debit banjir rancangan. Untuk hasil evaluasi sistem jaringan drainase di Kota Kandangan, terdapat penambahan outlet saluran pembuang dan penambahan luas dimensi rata-rata 1,49% pada kala ulang Q5th dan 1,66% pada kala ulang Q10th.
STUDI NORMALISASI SUNGAI LUSI KABUPATEN GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH Nurul Huda Firizqi; Riman; Tugas Sudjianto, Agus
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2023): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v3i2.438

Abstract

Sungai sebagai sumber air vital, mengalir dari hulu ke hilir, membawa air dan sedimentasi. Tingginya laju sedimentasi di Sungai Lusi disebabkan oleh kerusakan daerah tangkapan air dan kurangnya konservasi tanah dalam pengelolaan lahan. Akibatnya, kapasitas dan umur waduk menurun, sehingga mengurangi fungsi dan manfaat sungai. Oleh karena itu, melihat urgensi masalah ini, studi ini dirancang untuk merencanakan pembangunan check dam di Sungai Lusi. Tujuan utama check dam adalah untuk mengendalikan sedimentasi, mencegah banjir, dan mengurangi degradasi sungai. Metode yang digunakan dalam studi ini melibatkan pengumpulan data primer melalui survei lapangan, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisa dilakukan dalam tiga tahapan utama: hidraulika, stabilitas, dan normalisasi, dengan bantuan software HEC-RAS. Hasil perhitungan menunjukkan desain check dam yang optimal dengan tinggi main dam sekitar 1,2 m, lebar dasar pelimpah 15 m, tinggi pelimpah 5,5 m, kedalaman pondasi utama 1,5 m, tinggi limpasan di atas pelimpah 4,3 m, dan tinggi jagaan 1,2 m. Desain ini menjamin stabilitas bangunan, baik dalam kondisi normal maupun saat banjir.
PERANCANGAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOAD RESISTANCE FACTOR DESIGN (LRFD): Studi Kasus: Mall Bali Galeria Arya Syahputra, Okky; Irawan, Dafid; Halim, Abdul; Riman
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan struktur bangunan adalah aspek penting dalam bidang teknik sipil dengan fokus pada keamanan, efisiensi dan durabilitas. Penelitian ini membahas penerapan metode Load Resistance Factor Design (LRFD) dalam merancang struktur Mall Bali Galeria, sebuah pusat perbelanjaan dengan kompleksitas arsitektural tinggi di Bali. LRFD menggabungkan faktor beban dan tahanan untuk mengatasi ketidakpastian dalam desain, seperti variasi material dan beban yang diterima bangunan selama masa pakainya, sehingga menghasilkan desain yang lebih aman dan ekonomis dibandingkan metode lain seperti Allowable Stress Design (ASD). Data teknis termasuk denah bangunan, jenis material dan kondisi lingkungan dimodelkan menggunakan software ETABS dengan simulasi untuk menguji respons bangunan terhadap beban mati, hidup dan angin. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan LRFD didukung oleh ETABS memenuhi standar keamanan dan stabilitas serta lebih efisien dalam penggunaan material dibandingkan ASD. Perencanaan struktur tersebut mencakup plat dak dengan ketebalan 10-12 cm, kolom dengan diameter 900-1000 mm, balok dengan dimensi 400x600 hingga 600x750, serta pondasi bored pile dengan diameter 30 cm. Kesimpulannya, metode LRFD sangat efektif untuk bangunan dengan kompleksitas tinggi seperti Mall Bali Galeria sehingga memastikan keamanan dan efisiensi material dalam desain struktur.
PENGARUH PENAMBAHAN GGBFS PADA CAMPURAN MORTAR TERHADAP REMBESAN DAN WAKTU IKAT Loe, Febriana D. M.; Halim, Abdul; Riman; Purwaningsih, Anis
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortar adalah salah satu bahan bangunan yang berfungsi sebagai pengikat atau perekat pada campuran beton. GGBFS (Ground Granulated Blast Furnace Slag) merupakan material semen tambahan ramah lingkungan hasil limbah sampingan dari proses peleburan besi di tanur tinggi yang dihaluskan. GGBFS ini digunakan sebagai pengganti Sebagian semen (substitusi) pada campuran mortar atau beton untuk meningkatkan kuat tekan, daya tahan (durabilitas) dan mengurangi emisi CO2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi persentase GGBFS terhadap kedalaman rembesan dan waktu ikat pada mortar. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengujian rembesan campuran mortar GGBFS 0% atau tanpa bahan tambah rembesan didapat nilai 22,3 mm. Pada persentase GGBFS 10%, 20% dan 30% terjadi penurunan kedalaman rembesan senilai 9,7 mm, 9,3 mm, dan 9,0 mm. Adanya penambahan GGBFS ternyata membuat bahan semakin kedap terhadap air. Untuk waktu ikat awal GGBFS 10% terjadi pengikatan paling cepat yaitu 100 menit lebih cepat dibandingkan dengan waktu ikat awal mortar tanpa GGBFS, sedangkan waktu ikat akhir lebih cepat 70 menit dari mortar tanpa GGBFS. Penambahan GGBFS sangat berpengaruh terhadap rembesan untuk meningkatkan kekedapan air dan waktu pengerasan pada mortar.