Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Kesadaran Remaja Tentang Pencegahan Kekerasan Seksual Melalui Pendidikan Kesehatan Di Kota Kendari Al Rajab, Muhammad; Rania, Rania Fatrizza Pritami; Kurniawan, Fajar; Lisnawati, Lisnawati; Tawakal, Tawakal; Andilah, Sultan; Harun, Marheni Fadilah; Kurniawati, Fitri; Munsir, Noviani; Nurmala, Ira; Nasrun, Efa Kelya Nasrun; Hasiu, Teti Susliyanti Hasiu; hasmita, hasmita; Widyastika, Della
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1343

Abstract

Kekerasan seksual pada remaja merupakan masalah sosial yang berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental korban. Remaja sebagai kelompok rentan sering kali tidak siap menghadapi kekerasan seksual, yang dapat memicu gangguan psikologis jangka panjang, seperti depresi dan trauma. Salah satu faktor utama yang meningkatkan kerentanannya adalah kurangnya pengetahuan tentang hak tubuh dan batasan pribadi, serta pengaruh sosial dan budaya yang tabu membahas seksualitas. Oleh karena itu, pencegahan kekerasan seksual membutuhkan pendidikan yang terstruktur di sekolah dan keluarga. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran remaja mengenai pencegahan kekerasan seksual melalui pendidikan kesehatan di SMP 11. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan media edukasi seperti powerpoint, brosur, dan video. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 18,50 menjadi 24,80 (p=0,000), dan sikap meningkat dari 19,00 menjadi 25,90 (p=0,000). Sebanyak 80% siswa memahami hak tubuh mereka, 90% mengenali batasan pribadi, dan 76% dapat mengidentifikasi situasi berisiko kekerasan seksual. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa serta mengembangkan sikap asertif. Disarankan untuk memasang spanduk di sekolah dengan informasi terkait hak tubuh dan cara melaporkan kejadian berisiko. Program ini dapat diterapkan di sekolah lain untuk memperluas dampak positif dalam pencegahan kekerasan seksual pada remaja.
Edukasi Pemahaman Mengenai Alur Pelayanan BPJS Pada Masyarakat Desa Diolo Munsir, Noviani; Fatmawati, Fatmawati; Lisnawati, Lisnawati; Kurniawan, Fajar; Tawakal, Tawakal; Al Rajab, Muhammad; Andilah, Sultan; Pritami, Rania Fatrizza; Kurniawati, Fitri; Harun, Marheni Fadillah; Widyastika, Della
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 4 (2026): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/s752dr09

Abstract

Hambatan utama dalam implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah pedesaan adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang proses administratif dan prosedur layanan BPJS Kesehatan. Kebingungan, waktu tunggu yang lama untuk perawatan medis, dan ketakutan ditolak adalah gejala umum dari masalah ini. Proyek layanan masyarakat ini bertujuan untuk mendidik warga Desa Diolo, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, tentang alur layanan BPJS Kesehatan, hak dan kewajiban mereka sebagai peserta, sistem rujukan berjenjang, serta cara menggunakan layanan digital secara lebih efektif. Pengajaran langsung di lingkungan kelas menjadi alat utama dalam komponen observasi, wawancara, dan pendokumentasian aktivitas pada studi deskriptif ini. Pejabat dan anggota masyarakat dari desa tersebut termasuk di antara 43 peserta dalam kegiatan ini. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat umum memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang protokol BPJS Kesehatan, terutama dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, dan kemampuan untuk mendapatkan perawatan medis segera di ruang gawat darurat rumah sakit tanpa rujukan. Selain itu, acara ini menyoroti pentingnya status keanggotaan aktif dalam menghindari hambatan finansial dan administratif. Peningkatan literasi administratif dan kesehatan, serta kemungkinan pengurangan hambatan birokrasi dalam akses layanan kesehatan, merupakan dua dampak positif dari inisiatif layanan masyarakat ini terhadap daerah pedesaan.