Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANTROPOLOGI PARIWISATA Simanjuntak, Daniel Harapan Parlindungan; Pasaribu, Payerli; Malau, Waston; Simarmata, Tumpal
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bdh.v1i2.8405

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari penelitian mengenai implementasi pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan berfikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Antropologi Pariwisata. Pemilihan model pembelajaran di masing-masing mata kuliah  diharapkan dapat mengembangan pemikiran kritis mahasiswa dalam menyikapi berbagai permasalahan di masyarakat. Pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran Antropologi Pariwisata mampu meningkatan berfikir kritis mahasiswa. Penerapan enam penugasan dalam model pembelajaran kontekstual pada mata kuliah Antropologi Pariwisata dapat membantu merangsang peningkatan berfikir kritis mahasiswa. Berfikir kritis mahasiswa yang dimaksud dalam tulisan ini dapat dilihat berupa artikel ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa. Mahasiswa berfikir kritis tentang kondisi pariwisata dan kendala yang dihadapkan pariwisata di kota Medan serta memberikan ide-ide sebagai upaya merekayasa solusi untuk pengembangan kepariwisataan di kota Medan khususnya.
STRATEGI PENERAPAN ENAM PENUGASAN PADA MATA KULIAH ANTROPOLOGI PERKOTAAN DI PRODI. PENDIDIKAN ANTROPOLOGI Pasaribu, Payerli; Malau, Waston; Simarmata, Tumpal; Simanjuntak, Daniel Harapan Parlindungan
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bdh.v1i2.8396

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan penerapan enam penugasan, pada awalnya dipandang oleh sebagian mahasiswa menjadi tugas berat yang tidak memberikan dampak. Focus Group Discussion yang dilakukan sebagai metode pengumpulan data berhasil mengungkap berbagai kesan dan pandangan mahasiswa terhadap penerapan enam penugasan. Berbagai kendala menambah kesan negatif terhadap pemberian enam penugasan. Beberapa kendala yang dihadapi mahasiswa yang terungkap diantaranya pemberian tugas dan pengumpulan tugas yang secara bersamaan, pedoman atau panduan yang tidak memadai, kurangnya pendanaan, dan  keterbatasan buku sumber. Enam penugasan sesungguhnya sangat bermanfaat baik bagi mahasiswa maupun bagi dosen bahkan bagi program studi apabila dijalankan dengan tepat dan benar. Ada beberapa strategi penerapan enam penugasan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi mahasiswa yaitu penerapan enam penugasan secara kolaboratif, revisi pedoman/panduan pelaksanaan dan rubrik penilaian, perubahan strategi belajar, dan pemetaan serta pengadaan sumber buku.
Peranan Museum Simalungun sebagai Media Pewarisan Nilai Budaya Daniel H.P. Simanjuntak; Eva - Srihartati
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 2, No 2 (2016): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v2i2.5296

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan dan perkembangan museum Simalungun sebagai media pewarisan nilai Budaya. Penelitian ini dilaksanakan di Yayasan Museum Simalungun, Jln. Sudirman No. 10, Pematang Siantar, Kecamatan Siantar Selatan. Teknik yang di gunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik wawancara yaitu dengan mewawancarai beberapa informan yang sedang berkunjung ke museum Simalungun Pematang Siantar. Hasil penelitian ini adalah Museum Simalungun mempunyai peranan museum Simalungun sangat penting sebagai sarana pewarisan nilai budaya, karena melaluinya, generasi muda dapat melihat, mengetahui dan mengenal kebudayaan Simalungun. Peninggalan-peninggalan sejarah dan benda-benda yang bernilai budaya tinggi dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di museum Simalungun menjadi salah satu media untuk mewariskan budaya Simalungun kepada generasi muda. Berbagai kegiatan di museum Simalungun seperti pertunjukan memainkan alat musik tradisional, pertunjukan menari (manortor), pertunjukan mandihar (Silat) dan pertunjukan lainnya. Kata kunci: Museum; Pewarisan; Nilai Budaya.
Nilai-Nilai Budaya Petani Dalam Tradisi Pasae Ulaon di Desa Sibadihon Kabupaten Toba Sri Yunita Situmorang; Daniel H P Simanjuntak
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna dari tradisi pasae ulaon, proses pelaksanaan tradisi dan  mendeskripsikan nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi pasae ulaon. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di desa Sibadihon, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan teknik analisis data yang digunakan dengan cara mengorganisasi dan menyiapkan data untuk dianalisis, membaca keseluruhan data, coding semua data dan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang terdapat dalam tradisi pasae ulaon adalah nilai musyawarah, nilai spiritual, nilai kerjasama, dan nilai kebersamaan.
HARMONISASI BERAGAMA ANTARA PARMALIM DAN UMAT BERAGAMA DI KELURAHAN BINJAI KECAMATAN MEDAN DENAI Malau, Cindi; Harapan Parlindungan Simanjuntak, Daniel
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1331-1337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi harmonisasi yang ada di Kelurahan Binjai. Toleransi antar kelompok keagamaan di Indonesia sangatlah penting. Misalnya, Ugamo Malim, kepercayaan dari etnis Batak yang memiliki tempat ibadah di lingkungan mayoritas Muslim dan Kristen. Dengan adanya Istana Parmalim sebagai rumah ibadah bagi umat malim di tengah-tengah masyarakat menunjukkan bahwa memiliki sikap toleran atau sikap saling menghargai antar sesama umat beragama mengingat Istana Parmalim sebelum pembangunan memerlukan izin dari sekitar lingkungan masyarakat Kelurahan Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara langsung, dan studi dokumentasi, dengan informan 2 pengurus Istana Parmalim dan 4 informan umum (masyarakat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Binjai merupakan lingkungan yang harmonis, memiliki keselarasan dan memiliki sikap saling menghargai antar sesama umat beragama. Adanya sikap saling menghargai perbedaan dan adanya kerja sama merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keselarasan. Masyarakat juga memandang Parmalim sebagai bagian penting dari warisan budaya turun-temurun etnis Batak, yang menegaskan bahwa tidak ada stigma buruk terhadap kepercayaan ini.
POLA BELANJA PAKAIAN BEKAS DI LINGKUNGAN AKADEMIS MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN hutapea, Lolita; Harapan Parlindungan Simanjuntak, Daniel
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1412-1417

Abstract

Penelitian ini mengkaji motif di balik popularitas thrift shopping di kalangan mahasiswa dan dampaknya terhadap kebiasaan berbelanja. Faktor ekonomi telah menjadi pendorong utama praktik thrift shopping, baik di pasar tradisional maupun di lapangan. Fokus utama studi ini adalah pada pengaruh media sosial dalam membentuk kebiasaan berbelanja mahasiswa, terutama dalam konteks fashion yang menjadi tuntutan, mendorong mahasiswa untuk memilih thrift shopping. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan memanfaatkan teori Daniel Miller untuk memahami makna di balik kegiatan thrift shopping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memakai barang berkualitas dan bermerk menjadi simbol dalam mengikuti perkembangan zaman. Motif utama mahasiswa dalam thrift shopping didominasi oleh pengaruh lingkungan pertemanan dan media sosial.
KESEIMBANGAN SOSIAL: KEBIASAAN BERJUDI MESIN TEMBAK IKAN DI MASYARAKAT KELURAHAN TITI PAPAN Adila, Vanisha; Harapan Parlindungan Simanjuntak, Daniel
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3758-3765

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai keseimbangan sosial pada kebiasaan berjudi mesin tembak ikan pada masyarakat, khususnya diwilayah Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kegiatan yang menjadi pola kebiasaan berjudi ditengah masyarakat pada pranata-pranata sosial dalam kegiatan perjudian diwilayah ini. Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Kebiasaan berjudi mesin tembak ikan bukan hal yang sejalan dengan norma, nilai, dan sistem pada masyarakat Kelurahan Titi Papan yang secara khusus memiliki latarbelakang agama, budaya, dan pendidikan. Namun pada kenyataan saat ini masyarakat telah berdampingan dengan kegiatan perjudian mesin tembak ikan karena adanya keteraturan yang dibentuk oleh pranata-pranata sosial pada masyarakat itu sendiri. Masyarakat mempunyai fungsi dengan berkontribusi dalam kegiatan perjudian mesin tembak ikan ini secara langsung maupun tidak langsung, sehingga mempengaruhi keseimbangan pada kebiasaan berjudi mesin tembak ikan pada masyarakat Kelurahan Titi Papan.
NAIL POLISH: SIMBOL KEKUASAAN PADA TUBUH STUDI KASUS: REMAJA KOTA MEDAN Maharani, Amelia; Parlindungan Simanjuntak, Daniel Harapan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3652-3662

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan nail polish sebagai simbol kekuasaan pada tubuh . Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui apa tujuan serta bagaimana faktor sosial ekonomi dan budaya pengguna nail polish. penelitian lebih mendalam tentang tujuan di balik penggunaan nail polish agar dapat mengetahui kondisi latar belakang dari penggunaannya, terutama dikalangan wanita dan pria untuk membantu pengembangan penelitian lebih lanjut dalam bidang ini. Studi ini bertujuan untuk memahami tujuan sebenarnya dari penggunaan nail polish. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelititan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di 20 nails bar atau salon kuku atau nail bar di beberapa kecamatan yang ada dikota Medan. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa  para pengguna merasa bahwa nail polish membantu mereka merawat kebersihan dan keindahan kuku serta mengikuti tren mode dan gaya hidup di lingkungan mereka. nail polish tidak hanya menjadi produk kosmetik biasa, tetapi juga sebuah medium yang memfasilitasi interaksi kompleks antara individu ekonomi. Meskipun nail polish umumnya diterima dalam lingkungan urban dan modern seperti kota Medan, ada juga aspek budaya tradisional yang masih mempengaruhi pandangan terhadap penggunaan nail polish.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN TEROH-TEROH Apriza Nasution, Putri; Harapan Simanjuntak, Daniel
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.927-932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan objek wisata alam Air Terjun Teroh-Teroh guna untuk meningkatkan daya tarik wisata dan kontribusi terhadap perekonomian lokal. Penelitian dilakukan di kawasan wisata Air Terjun Teroh-Teroh dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dan peneliti berperan sebagai instrumen utama. Teknik pengumpulan data merujuk pada metode yang digunakan oleh peneliti untuk menghimpun informasi. Sejalan dengan pendapat Creswell (2021:253) teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sebuah observasi dan wawancara yang secara struktur maupun tidak terstruktur, dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan objek wisata ini memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Faktor-faktor utama yang memengaruhi pengembangan mencakup infrastruktur yang kurang memadai, promosi yang terbatas, serta kesadaran masyarakat lokal terhadap potensi wisata. Strategi yang diusulkan meliputi peningkatan aksesibilitas melalui perbaikan jalan, pengadaan fasilitas penunjang seperti area parkir dan tempat istirahat, serta optimalisasi promosi digital. Kerja sama yang berkelanjutan antara pihak-pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan kualitas objek wisata, menarik lebih banyak pengunjung, dan memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat sekitar.
HUBUNGAN ORIENTASI NILAI BUDAYA, MOTIVASI DAN KETERBATASAN DALAM MENCAPAI TUJUAN AKADEMIS Daniel Harapan Parlindungan Simanjuntak, Raykonen Shumacher,
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA Vol. 10 No. 1 (2025): JP2SH
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2sh.v10i1.3800

Abstract

Artikel ini membahas tentang keterbaruan dan metode kuantitatif dalam meneliti terkait hubungan orientasi nilai budaya, motivasi, dan keterbatasan dalam mencapai tujuan akademis. Pembahsan tersebut dimaksudkan untuk menjawab keraguan terhadap penggunaan metode kuantitatif dalam ilmu Antropologi. Permasalahan sosial budaya tidak dapat dipandang sepele karena masah yang muncul di tengah masyarakat dapat menjadi bencana sosial bagi masyarakat baik secara mikro maupun makro. Orientasi nilai budaya menjadi salah satu topik yang terkait dengan permasalahan sosial budaya. Dengan memahami orientasi nilai budaya peneliti permasalahan sosial budaya dapat kenali dan dikaji. Antropologi sebagai salah satu ilmu memiliki metode yang digunakan untuk mengkaji berbagai permasalahan. Adanya keraguan peneliti di luar ilmu antropologi dan bahkan di dalam antropologi itu sendiri terkait metode yang dapat digunakan dalam berbagai kajian meskipun sudah ada berbagai publikasi yang memberikan contoh penggunakan metode dalam penelitian antropologi. Peneliti melakukan Analisa terhadap bibliografi dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, artikel dan sumber-sumber yang relevan dan valid. Peneliti menggunakan Publish or Perish. Artikel dan sumber yang ditemukan kemudian dinilai dengan menggunakan bantuan vos viewer versi 1.6.19 dan pada akhirnya diinterpretasi dan disimpulkan. Hasil menunjukkan bahwa hubungan orientasi nilai budaya, motivasi, dan keterbatasan dalam mencapai tujuan akademis dapat dikaji dengan menggunakan kuantitatif.