Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA (STUDI KASUS : MAHASISWA PENDIDIKAN ANTROPOLOGI) Zendrato, Indah Natalia; Daniel Harapan Parlindungan Simanjuntak
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 6 No. 1 (2025): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v6i1.4223

Abstract

The purpose of this study is to find out the Influence of TikTok Social Media on the Consumptive Behavior of Anthropology Education Students, Faculty of Social Sciences, State University of Medan. This type of research is quantitative. The population in this study is Anthropology Education Students class of 2021 with a sample of 100 students based on the calculation of the Slovin formula. The data collection method uses a questionnaire and the data analysis method uses simple linear regression and hypothesis testing. The results of the study showed that TikTok social media had a significant effect on consumptive behavior. In the hypothesis test, a significance value of 0.000 < 0.05 or a t-value of 3.805 > t table 1.984 was obtained, which means that Ho was rejected and Ha was accepted. So it can be concluded that there is an influence of TikTok social media on students' consumptive behavior
Etnografi Pemukiman Tradisional Batak Toba: Hubungan Antara Ruang, Identitas, dan Budaya Dalam Pembangunan Berkelanjutan Naibaho, Zanrison; Simanjuntak, Daniel Harapan Parlindungan; Rulyani, Ayu; Marlina, Murni Eva; Manalu, Donfordtigo; Br Ginting, Berda Nellyaratri
Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v22i1.38180

Abstract

This research aims to analyze the relationship between spatial structure, cultural identity, and local values in traditional Batak Toba settlements as the basis for sustainable development based on local wisdom. Using an ethnographic approach through field observations and in-depth interviews, it was found that the spatial layout of the settlement with its configuration of huta, bolon house, sopo, and alaman communal space represents a clan-based social system and Batak Toba traditional cosmology. Space not only functions utilitarianly, but also has symbolic meaning that reflects social relations, spirituality, and collective identity. The use of local materials, the orientation of buildings towards the environment, and the practice of mutual cooperation in house construction indicate that the Batak Toba people have traditionally applied the principles of ecological and social sustainability. The process of modernization and changes in values have the potential to threaten the sustainability of this traditional space, both physically and symbolically. Therefore, the preservation of traditional settlements needs to not only focus on architectural aspects, but also include the revitalization of cultural values as an integral part of an inclusive and contextual sustainable development strategy Keywords:  Toba Batak, ethnography, cultural identity, sustainability, traditional settlements 
MAKNA UNGKAPAN ANAK DO HAMATEAN BORU DO HANGOLUAN PADA ETNIK BATAK TOBA DI DUSUN TANJUNG BERINGIN Meilani Aritonang, Gracia; Harapan Parlindungan Simanjuntak, Daniel
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2710-2721

Abstract

Ungkapan adalah cara pandang seseorang dalam memahami makna hidup dan prinsip yang digunakan sebagai pedoman untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana masyarakat  di Dusun Tanjung Beringin memaknai ungkapan Anak Do Hamatean Boru Do Hangoluan, serta cara mengimplementasikan dan dampak dari ungkapan tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa ungkapan Anak Do Hamatean Boru Do Hangoluan adalah ungkapan yang dimaknai dalam pengelompokan anak (anak laki-laki) sebagai kematian yaitu harus bisa menggantikan peran orangtua yang sudah meninggal bagi saudaranya, sedangkan boru (anak perempuan) yang bertanggungjawab mengurus orangtua dalam keadaan sehat maupun sakit. Hal itu terlihat dalam keseharian masyarakat etnik Batak Toba di dusun Tanjung Beringin, anak perempuan cenderung lebih dekat dengan orangtua dibandingkan dengan anak laki-laki, tetapi yang mempunyai hak dalam pembagian harta warisan adalah laki-laki.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN TEROH-TEROH Apriza Nasution, Putri; Harapan Simanjuntak, Daniel
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.927-932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan objek wisata alam Air Terjun Teroh-Teroh guna untuk meningkatkan daya tarik wisata dan kontribusi terhadap perekonomian lokal. Penelitian dilakukan di kawasan wisata Air Terjun Teroh-Teroh dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dan peneliti berperan sebagai instrumen utama. Teknik pengumpulan data merujuk pada metode yang digunakan oleh peneliti untuk menghimpun informasi. Sejalan dengan pendapat Creswell (2021:253) teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sebuah observasi dan wawancara yang secara struktur maupun tidak terstruktur, dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan objek wisata ini memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Faktor-faktor utama yang memengaruhi pengembangan mencakup infrastruktur yang kurang memadai, promosi yang terbatas, serta kesadaran masyarakat lokal terhadap potensi wisata. Strategi yang diusulkan meliputi peningkatan aksesibilitas melalui perbaikan jalan, pengadaan fasilitas penunjang seperti area parkir dan tempat istirahat, serta optimalisasi promosi digital. Kerja sama yang berkelanjutan antara pihak-pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan kualitas objek wisata, menarik lebih banyak pengunjung, dan memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat sekitar.
PENGUNGKAPAN DIRI SEBAGAI FUJOSHI PADA PENGGEMAR CERITA BOYS LOVE DI MEDIA SOSIAL TIKTOK Agustina Sinaga, Sri; Harapan Parlindungan Simanjuntak, Daniel
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2640-2645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeskplorasi fenomena pengungkapan diri yang dilakukan para fujoshi di media sosial TikTok dengan cara membuat dan membagikan konten. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah netnografi. Penelitian dilakukan dengan memantau dan mengeskpolrasi media sosial TikTok sebagai ruang bagi para fujoshi untuk mengungkapkan identitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal yang melatar belakangi pengungkapan diri para fujoshi di media sosial TikTok di dasari pada keinginan untuk mencari identitas yang sama dan juga sebagai sarana untuk menyalurkan minat akan cerita-cerita yang berbau homoseksual. Pada aktivitas pengungkapan diri ditemukan penggunaan simbol-simbol berupa istilah khusus yang menjadi gambaran identitas mereka, seperti fujoshi, bl, thaiseries,thaienthu yang digunakan pada bio, hashtag, dan konten yang dibagikan. Kesimpulan penelitian yaitu bahwa proses pengungkapan diri yang dilakukan para fujoshi di media sosial TikTok dapat terbentuk di dalam interaksi sosial dan terdapat simbol-simbol yang memiliki makna dalam kelompok penggemar cerita boys love yang diketahui oleh sesama mereka.
REPRESENTASI BUDAYA BETAWI PADA SIMBOL-SIMBOL DALAM TARI LENGGANG NYAI DI SANGGAR TARI PURI RANGGAPATI Tara Junita, Yolla; Parlindungan Simanjuntak, Daniel Harapan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2434-2454

Abstract

Artikel ini membahas representasi dan nilai-nilai budaya Betawi dalam simbol-simbol pada Tari Lenggang Nyai. Pembahasan penulis fokuskan pada asal-usul, simbol-simbol budaya, atribut yang digunakan, dan nilai-nilai budaya dalam tarian Lenggang Nyai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini mempelajari Tari Lenggang Nyai secara langsung di Sanggar Tari Puri Ranggapati. Informan dengan berlatar belakang yang berhubungan tari dan sanggar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam Tari Lenggang Nyai mencerminkan nilai-nilai budaya Betawi, seperti keberanian, ramah-tamah, dan kesopanan terhadap ke sesama. Simbol-simbol tersebut dapat ditemukan dalam gerakan tari, kostum, serta aksesoris yang digunakan. Gerakan dinamis dan ekspresif menggambarkan semangat kebebasan, sementara warna cerah pada kostum mencerminkan keceriaan dan keberagaman budaya Betawi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang simbol-simbol dalam Tari Lenggang Nyai yang terdapat unsur budaya Betawi di dalamnya, yang mana dapat membantu masyarakat lebih memahami dan mengenal budaya Betawi sebagai salah satu etnis terbesar di Indonesia.
Studi Antropologi Hubungan Manusia Dengan Sungai dalam Mitigasi Bencana Banjir di Kota Medan Murni Eva Marlina Rumapea; Daniel Harapan Parlindungan Simanjuntak; Tri Nur Putri; Pramudita Pramudita; Manuel Paian Desmon Siallagan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18192

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran paradigma hubungan masyarakat Kota Medan dengan Sungai Deli dan Sungai Babura, dari pusat peradaban dan perdagangan menjadi sumber ancaman bencana banjir. Selama ini, mitigasi banjir cenderung bersifat teknokratis-struktural (betonisasi) yang sering kali mengabaikan dimensi kebudayaan dan kearifan lokal, sehingga mengalami jalan buntu saat berbenturan dengan praktik hidup masyarakat bantaran sungai. Tujuan utama penelitian ini adalah menggali kembali kearifan lokal, strategi adaptasi berbasis budaya (local genius), dan konstruksi sosial masyarakat terhadap sungai guna merumuskan rekomendasi kebijakan mitigasi bencana yang lebih humanis, inklusif, dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif etnografi untuk memahami pandangan dunia (world view) masyarakat melalui deskripsi mendalam (thick description). Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data primer melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan tokoh masyarakat serta agen pemerintah, menggunakan perspektif emik untuk menginterpretasikan jaringan makna budaya di balik perilaku masyarakat di zona banjir. Luaran yang ditargetkan mencakup laporan penelitian dan publikasi ilmiah (jurnal/artikel) yang memberikan rekomendasi kebijakan mitigasi berbasis budaya. Uraian TKT (Tingkat Kesiapan Teknologi) yang diusulkan berada pada level Penelitian Dasar, yang berfokus pada pembuktian konsep dan prinsip dasar dari hubungan sosio- antropologis manusia dengan sungai sebagai ekosistem budaya.