Ardana, Rafli
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Pendekatan Saintifik (K13) pada Pembelajaran Fikih di Yayasan Perguruan Islam Azizi Apriza, Dipa; Sitorus, Khairun Nisa; Ardana, Rafli; Arlina, Arlina
TSAQOFAH Vol 5 No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i1.4740

Abstract

This study aims to describe the implementation of the scientific approach (K13) in fiqh learning at Yayasan Perguruan Islam Azizi. The research used a qualitative method with field research and data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and verification or conclusion drawing. The data validity technique adopted the interactive model (Miles and Huberman). The results indicate that Yayasan Perguruan Islam Azizi still uses the 2013 curriculum (K13). Based on observations and interviews, the fiqh teachers at Yayasan Perguruan Islam Azizi have implemented the scientific approach in the learning process. This approach involves applying scientific steps such as observing, questioning, gathering information, reasoning, and communicating. It is expected to enhance students' understanding and skills in fiqh material and build critical and analytical thinking abilities. Thus, the implementation of the scientific approach in fiqh learning holds significant potential for continuous application to improve the quality of Islamic education.
Pendidikan dan Perubahan Sosial Asshafa, Asri Salwa; Nurhaini, Nurhaini; Ardana, Rafli; Nisa, Khairun
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan sosial merupakan proses yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan masyarakat seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang memengaruhi nilai, norma, perilaku, serta struktur sosial, termasuk di bidang pendidikan. Artikel ini membahas pengertian dan bentuk-bentuk perubahan sosial, peran pendidikan sebagai agen perubahan, serta dampak perubahan sosial terhadap pendidikan dengan menggunakan metode studi kepustakaan dari berbagai literatur sosiologi dan sosiologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan sosial dapat membawa dampak positif berupa peningkatan kualitas pendidikan dan kesiapan masyarakat menghadapi perkembangan zaman, namun juga menimbulkan dampak negatif seperti pengaruh budaya asing dan penyalahgunaan teknologi oleh generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peran strategis dalam mengarahkan perubahan sosial melalui penguatan nilai moral, pembentukan karakter, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis agar masyarakat mampu beradaptasi secara bijaksana terhadap perubahan yang terjadi.
Pertumbuhan dan Perkembangan Agama Pada Masa Kanak–Kanak Rifandi Lubis, Ahmad; Nasution, Khairy Fitra; Ardana, Rafli; Siregar, Ratih Naila; Siregar, Rohima Donna; Lubis, Ramadan
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2383

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan keagamaan anak merupakan fondasi penting yang seharusnya berasal dari lingkungan keluarga. Namun, dinamika sosial modern menunjukkan pergeseran peran ke lembaga lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam pertumbuhan keagamaan pada anak bernama Muhammad Imam Baihaky (6 tahun, kelas 1 SD) yang bertempat tinggal di Komplek Veteran Purnawirawan ABRI Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan subjek, serta dokumentasi kegiatan wawancaraa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan keagamaan Muhammad Imam Baihaky secara signifikan lebih banyak dipengaruhi oleh kegiatan mengaji dan pembelajaran rutin di MDTA. Temuan ini mengindikasikan bahwa peran orang tua, dalam hal ini, kurang dominan dalam menanamkan nilai-nilai agama secara langsung dan intensif di lingkungan rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lembaga pendidikan agama informal seperti MDTA telah menjadi ruang utama bagi anak untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan, secara tidak langsung menggantikan peran tradisional keluarga. Hal ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara orang tua dan lembaga pendidikan, serta menjadi refleksi bagi orang tua di lingkungan serupa untuk lebih meningkatkan keterlibatan aktif dalam pendidikan agama anak.