Chitra Dewi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMANGAPA KOTA MAKASSAR Chitra Dewi; Muti Sahida; Erni Corlina Tiotor
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.272

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas, Menurut World Health Organization (WHO) jumlah kasus ISPA pada balita lebih dari 50% kematian bayi dan anak terkait gizi buruk 13 juta anak dan balita di dunia meninggal setiap tahun dengan angka kematian diatas 40 per 1000 kelahiran hidup. Data yang di temukan di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa bahwa Data tahun 2016 penderita ispa sebanyak 79 balita, tahun 2017 sebanyak 100 dan tahun 2018 260 penderita ispa. Tujuan khusus untuk mengetahui hubungan status imunisasi dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran penapasan akut pada balita,untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian dengan kejadian penyakit Infeksi saluran pernapasan pada baita, untuk mengetahui hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok didalam rumah dengan kejadian penyakit Infeksi saluran pernapasan pada balita. Jenis penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah semua balita yang ada di Wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah Sampel sebesar 92 balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mendapatkan imunisasi lengkap dan menderita ispa 0 orang (0,0%), tidak menderita 26 orang (28,3%), status imunisasi lengkap 60 orang (65,2%) semua menderita dan yang tidak mendapatkan imunisasi tidak lengkap sebanyak 66 orang (71,7%), Kepadatan hunian yang padat dan menderita sebanyak 60 dan yang menderita 6 orang tidak padat 26 orang tidak menderita,anggota keluarga yang merokok dan menderita ispa 60 orang yang merokok dan tidak menderita 6 orang dan tidak merokok semuanya menderita ispa 26 orang. Simpulan yang diperoleh dari penelitian adalah adanya status Imunisasi, kepadatan hunian dan keberadaan anggota keluarga yang merokok dalam rumah saran untuk pemerintah setempat agar leb ih memperhatikan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kota Makassar khususnya faktor kesehatan lingkungan.
Hubungan Paparan Pornografi melalui Media Elektronik dengan Perilaku Seksual Remaja di Kota Makassar : The Relationship of the Pornography Exposure Through Electronic Media with Adolescent Sexual Behavior in Makassar Chitra Dewi; Muhammad Zahlan Zamaa; Muh. At-Toha; Sulaiman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3330

Abstract

Latar belakang: Remaja adalah suatu fase dimana mereka mulai memandang dan menilai dengan standar pribadi. Satu masalah sosial pada remaja adalah perilaku seksual, diperoleh dari pornografi yang menyebabkan perilaku menyimpang, Kerusakan sel otak serta berkurangnya konsentrasi belajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan pornografi melalui elektronik dengan perilaku seksual di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah Remaja Pra-Nikah yang berada dibangku SMA di RW 04 Kelurahan Batua Kecamatan Manggala sebanyak 58 responden. Teknik total sampling untuk pengambilan sampel. Analisa data menggunakan uji univariat untuk mengetahui karakteristik responden dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 58 responden dari variabel paparan pornografi melalui media elektronik yang menjawab Ya terdapat 31 orang (53,4%) dan jawaban sebanyak 27 orang (46,6%). Variabel perilaku seksual tidak berisiko sebanyak 24 orang (41,4%), risiko rendah sebanyak 34 orang (58,6%). Hasil statistik pengujian chi-square diperoleh nilai ρ=0,004, maka ada hubungan antara paparan pornografi melalui media elektronik dengan perilaku seksual remaja di Kota Makassar. Kesimpulan: Ada Hubungan paparan pornografi melalui media elektronik dengan perilaku seksual remaja di Kota Makassar. Dan bagi para orang tua dan remaja agar lebih memahami tentang pengaruh pornografi serta mengontrol penggunaan media elektronik pada remaja.
PRAKTEK PEMBUATAN NUGGET IKAN DALAM MENDUKUNG UPAYA PENANGANAN STUNTING DI POSKESDES BUKIT PANJANG DESA LABBO Hardianti; Chitra Dewi; Bella Merry Jannah; Esse Puji Pawenrusi; Andi Ayumar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.462

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia dibawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang terlihat dari panjang badan atau tinggi badan di bawah anak seumurannya. Salah satu cara untuk atasi stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah konsumsi ikan. Ikan merupakan bahan pangan hewani yang memiliki kandungan gizi yang sangat baik seperti protein tinggi, asam lemak esensial tak jenuh, mineral, dan vitamin. Berdasarkan kandungan yang dimiliki ikan, ikan dapat dijadikan makanan yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan anak-anak sebagai upaya pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang gizi yang baik, terutama pentingnya mengkonsumsi ikan pada anak dengan olahan yang unik sebagai upaya meningkatkan meningkatkan minat anak dalam mengkonsumsi ikan dan upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah audio visual dan praktek pembuatan nugget ikan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdiaan yaitu adanya peningkatan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan pelatihan Nugget Ikan Sebagai mengatasi Stunting, dari rata-rata 57% menjadi 100%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terkait pembuatan nugget ikan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Kata kunci: Stunting, ikan, ibu anak usia sekolah