Taufiq, Ridwan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Nilai-Nilai Tafsir Tarbawi Surat Yusuf Ayat 2 Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Mirza, Iskandar; Taufiq, Ridwan
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1183

Abstract

The Qur'an was revealed in Arabic for easy understanding. Arabic has grammatical and semantic peculiarities so that the revelation is conveyed with beauty and depth of meaning. The learning of Arabic in madrasas faces obstacles that cannot achieve the main goal of understanding the divine message. The main purpose of learning Arabic in the Quran is found in Surah Yusuf verse 2. In reality, the madrasas have not linked the teaching materials with the context of the verse. As a result, Arabic language learning is separated from its main purpose of understanding the Qur'an. This research uses a qualitative approach with a literature review method. This approach aims to explore and understand the values of tarbawi tafsir in Arabic language learning. The main data will be obtained from relevant literature sources such as books of tafsir, hadith, academic books, scientific journals and works that discuss Islamic education, tafsir tarbawi and Arabic language learning. Arabic language learning integrated with the Quran will find religious, moral, scientific, social, aesthetic and practical values. The values of Islamic education in the verses of the Qur'an must be integrated into the learning of Arabic so that students are aware that they are able to absorb the educational values of the Qur'an while learning Arabic. It is necessary to formulate a plan that integrates the noble values of the Qur'an in learning Arabic. Find character values that can be integrated into the Arabic learning plan so that it can be implemented and evaluated.ABSTRAKAl-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab agar mudah difahami. Bahasa Arab mempunyai keistimewaan gramatikal dan semantik agar wahyu disampaikan dengan penuh keindahan dan kedalaman makna. Pembelajaran Bahasa arab di madrasah mengalami kendala tidak bisa sampai pada tujuan utama yaitu memahami pesan Ilahi. Tujuan utama pembelajaran Bahasa arab dalam Al-Quran terdapat di surat Yusuf ayat 2. Realita di lapangan, madrasah belum mengaitkan materi ajar dengan konteks ayat. Akibatnya, pembelajaran bahasa Arab terpisah dari tujuan utamanya, yaitu memahami Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali dan memahami nilai-nilai tafsir tarbawi dalam pembelajaran bahasa Arab. Data utama diperoleh dari sumber-sumber literatur yang relevan, seperti kitab tafsir, hadis, buku-buku akademik, jurnal ilmiah, dan karya-karya yang membahas pendidikan Islam, tafsir tarbawi, serta pembelajaran bahasa Arab. Pembelajaran Bahasa arab yang terintegrasi dengan Al-Quran akan menemukan nilai-nilai religius, akhlak, ilmiah, social, estetika dan praktis. Nilai-nilai Pendidikan islam yang ada dalam ayat-ayat Al-Quran harus diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa arab, sehingga para siswa sadar Ketika belajar Bahasa arab mereka mampu menginternalisasi nilai-nilai Pendidikan dalam Al-Quran. Perlu dirumuskan perencanaan yang mengintegrasikan nilai-nilai luhur yang pada Al-Quran dalam pembelajaran Bahasa arab. Ditemukan nilai-nilai karakter yang dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembelajaran Bahasa arab hingga bisa di implementasikan dan dievaluasi.
Inovasi Kurikulum dan Integrasi Ilmu Pengetahuan Modern dalam Pendidikan Islam: Kajian Literatur Taufiq, Ridwan; Wahyudi, Adji Wahab; Asiyah, Getta Siti; Suherman, Usep; Sukandar, Ahmad
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1671

Abstract

The primary objective of this study is to identify the key aspects of curriculum transformation, challenges in implementation, and the benefits of integrating scientific and religious values. This research employs a qualitative-descriptive approach through literature review. The findings reveal that interdisciplinary approaches, the use of technologies such as artificial intelligence (AI) and e-learning, and competency-based assessment constitute the core strategies of curriculum innovation. Moreover, the integration of modern scientific knowledge with Islamic values demonstrates strong potential in creating holistic and contextual education. The challenges encountered include teacher readiness, unequal access to technology, and resistance to change. In conclusion, an integrative curriculum model not only enhances the quality of learning but also contributes to the development of Muslim learners who are adaptive, competitive, and ethically grounded.ABSTRAKTujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aspek-aspek perubahan kurikulum, tantangan implementasinya, serta manfaat integrasi nilai-nilai sains dan agama. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner, penggunaan teknologi seperti AI dan e-learning, serta penilaian berbasis kompetensi menjadi strategi utama dalam inovasi kurikulum. Selain itu, konsep integrasi ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam menunjukkan potensi dalam menciptakan pendidikan yang holistik dan kontekstual. Tantangan yang dihadapi mencakup kesiapan guru, akses teknologi yang belum merata, serta resistensi terhadap perubahan. Simpulan dari makalah ini adalah bahwa inovasi kurikulum yang integratif tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk generasi Muslim yang adaptif, kompetitif, dan berakhlak mulia.
Penerapan Model Pembelajaran Collaborative Learning Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) Aryani, Wiwik Dyah; Purwanti, Eka; Siroj, Sri Azizah; Taufiq, Ridwan; Wayudi, Adji Wahab
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1741

Abstract

This study aims to examine the implementation of the Collaborative Learning model in Islamic Religious Education (PAI) and its effectiveness in enhancing students' comprehension of religious content, active participation, and character development. Collaborative Learning emphasizes small-group cooperation among students to achieve common learning goals, with the teacher acting as a facilitator. A descriptive qualitative approach was adopted through a case study in class 4B at SDN Kamal Muara 01. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using content analysis and data triangulation. The findings indicate that this model fosters a conducive learning environment, enhances positive peer interaction, and strengthens students' understanding of Islamic teachings. Despite challenges such as unequal group participation, these can be mitigated through proper role distribution and teacher facilitation strategies. Therefore, Collaborative Learning is a relevant and applicable model for creating a transformative, interactive, and character-oriented Islamic education process.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Collaborative Learning dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) serta efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman materi keagamaan, partisipasi aktif siswa, dan pembentukan karakter Islami. Pendekatan Collaborative Learning menitikberatkan pada kerja sama antar peserta didik dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama, dengan peran guru sebagai fasilitator. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi kasus di kelas 4B SDN Kamal Muara 01. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan pendekatan analisis isi dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan interaksi sosial yang positif antar siswa, serta memperkuat penguasaan konsep ajaran Islam. Meskipun ditemukan kendala berupa ketimpangan partisipasi dalam kelompok, hal tersebut dapat diatasi melalui strategi fasilitasi dan pembagian peran yang tepat oleh guru. Dengan demikian, Collaborative Learning menjadi pendekatan yang relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI yang transformatif, interaktif, dan berorientasi karakter.