Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Synergi Membuat Pupuk Organik dari Limbah Air Cucian Beras untuk Pupuk Tanaman Sapariyah, Rina Ani; Saryanti, Endang; Susanti, Nani Irma
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i1.15596

Abstract

During the Covid-19 pandemic, the order of people's lives has changed dramatically. The strict application of the 5M rule makes the space limited. To be able to survive healthily and happily, activities are needed that can provide positive energy as well as be useful for sustainability in meeting life's needs. One of the trends is planting both ornamental and vegetable plants and even medicinal plants or kitchen spices in the yard. For the plants to thrive, the fertilizer used uses the rice washing water waste that is produced every day. So far, housewives will flush rice washing water waste directly on the plants. The community service team provides socialization, training, and assistance in making liquid organic fertilizer that can be made by housewives in their respective homes. The synergy between household members in making Liquid Organic Fertilizer from rice washing water waste, so that it is more efficient and effective
How Perceived Risk Shapes User Satisfaction and Continuance Intention Toward AI-Based Applications in Higher Education ? Sumaryanto, Sumaryanto; Ricadonna, Nadia Adriane; Susanti, Nani Irma
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v7i1.1333

Abstract

This research explores factors influencing university students' satisfaction and intention to continue using AI-based applications. By analyzing the roles of perceived ease of use, usefulness, and risk, the study assesses how these elements drive technology engagement and the extent to which perceived risk moderates user experience. A survey was administered to 210 university students within a quantitative research framework. Findings reveal that perceived usefulness and ease of use drive continuance intention through the mediation of satisfaction. However, perceived risk showed no significant effect, challenging previous empirical evidence that emphasizes its role as a key moderator in technology adoption. The study concludes that improving the functionality and usability of AI tools is key to driving student persistence. Given that perceived risk plays a less significant role than previously theorized, institutions should focus on promoting user-friendly and impactful AI solutions to maximize technology integration and sustained usage.
Kemasan Untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Anggota Pkk Gambirsari Banjarsari Surakarta Sumaryanto, Sumaryanto; R, Nadia Adriane; Susanti, Nani Irma
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2062

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama kelompok PKK Gambirsari, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, yang memiliki potensi besar dalam pengolahan bahan pangan lokal seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit. Namun, rendahnya daya saing produk disebabkan oleh kemasan yang belum higienis, tidak menarik, dan belum memenuhi standar pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota PKK dalam mendesain kemasan estetik dan menerapkan teknologi tepat guna guna memperkuat daya saing produk rumah tangga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan desain kemasan digital menggunakan Canva, penerapan teknologi heat sealer, serta evaluasi hasil pelatihan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan peserta: pemahaman bahan dan pelabelan kemasan meningkat dari 58% menjadi 94%, kemampuan penggunaan heat sealer dari 25% menjadi 88%, dan kemampuan desain label dari 30% menjadi 82%. Dampak kegiatan juga terlihat dari perubahan perilaku peserta yang lebih kreatif, terbentuknya kelompok kerja baru dalam PKK, serta peningkatan pendapatan keluarga rata-rata sebesar 25–30%. Penerapan teknologi sederhana terbukti mampu meningkatkan higienitas, memperpanjang umur simpan produk, dan memperkuat citra produk lokal. Kegiatan ini memberikan nilai tambah ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat, serta berpotensi dikembangkan menjadi program berkelanjutan berbasis kewirausahaan perempuan dan kemasan estetik ramah pasar.
Penguatan Literasi Pembayaran Digital UMKM Masaran melalui Pelatihan dan Pendampingan PosPay Susanti, Nani Irma; Sapariyah, Rina Ani; Khoiruman, Muhammad; Hariyanti, Hariyanti; Wariati, Ambar
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2065

Abstract

Transformasi pembayaran digital pada UMKM semakin penting seiring pergeseran perilaku konsumen menuju transaksi non-tunai, namun kesenjangan adopsi masih nyata di wilayah non-metropolitan, termasuk Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan pilihan pembayaran pelanggan, rendahnya pemanfaatan jejak transaksi untuk pencatatan, serta keraguan pelaku usaha terkait keamanan dan prosedur transaksi. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada penerapan PosPay sebagai alternatif kanal pembayaran digital bagi UMKM, dengan tujuan meningkatkan literasi, memfasilitasi onboarding, dan mendorong pemanfaatan riwayat transaksi untuk pencatatan sederhana. Metode yang digunakan adalah penerapan (implementatif) dengan pendekatan partisipatif, berbasis learning by doing, serta evaluasi pretest–posttest yang diperkuat observasi dan pendampingan. Pelaksanaan dilakukan pagi hari melalui kolaborasi Tim PKM Undha AUB Surakarta, mahasiswa, Pemerintah Kecamatan Masaran, dan Pos Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi yang sangat baik, sebagian besar peserta mampu mengaktivasi dan mengoperasikan fitur inti, serta mulai menerapkan transaksi non-tunai di titik usaha. Peningkatan pemahaman paling terasa pada alur transaksi dan aspek keamanan, disertai perubahan perilaku layanan seperti kebiasaan menawarkan opsi non-tunai dan verifikasi pembayaran. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan praktik dan pendampingan kolaboratif efektif mempercepat kesiapan adopsi pembayaran digital pada UMKM dan layak diperluas melalui pendampingan lanjutan agar penggunaan semakin konsisten dan berdampak berkelanjutan.