Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan antara Pengetahuan, Status Gizi dan Pola Menstruasi pada Mahasiswi Kebidanan yang Mengalami Anemia Azrida M; Suchi Avnalurini Sharief
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i0.1103

Abstract

Anemia is a common nutritional problem in the world, especially in developing countries. One of the indicators to determine the nutritional status of adolescents is by calculating the Upper Arm Circumference (UAC) and Body Mass Index (BMI). Menstruation experienced by young women normally lasts 2-7 days each month which can increase the incidence of anemia. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between knowledge, nutritional status and menstrual patterns on the incidence of anemia in midwifery students. This type of research was analytic observational study with cross-sectional approach. The population in this study were 81 female students. The sample in this study were 47 students, selected using total sampling technique. The results of this study indicate that there was no relationship between knowledge and the incidence of anemia, there was no relationship between nutritional status and the incidence of anemia and there was relationship between menstrual patterns and anemia.Keywords: adolesence; anemia; knowledge; nutritional status; menstrual patternsABSTRAKAnemia merupakan salah satu masalah gizi yang umum terjadi di dunia, terutama di negara berkembang. Salah satu indikator untuk menentukan status gizi remaja adalah dengan menghitung Lingkar Lengan Atas (LILA) dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Menstruasi yang dialami remaja putri secara normal berlangsung 2-7 hari setiap bulannya yang dapat meningkatkan kejadian anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, status gizi dan pola menstruasi terhadap kejadian anemia pada mahasiswi kebidanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 81 mahasiswi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 47 mahasiswi yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia, tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia dan ada hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian anemia.Kata kunci: remaja; anemia; pengetahuan; status gizi; pola menstruasi
Perbandingan Pemberiaan Tablet Fe + Asam Folat dan Tablet Fe + Vitamin C Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Azrida Machmud; Halida Thamrin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10414

Abstract

For children and adolesence, there are many health problems, especially anemia. Anemia is one of the common nutritional problems in the world, especially in developing countries. The purpose of this study was to determine the comparison of administration of Fe tablets + folic acid and Fe tablets + vitamin C to increasing Hb levels in midwifery students at the Muslim University of Indonesia. This type of research was a quasi experimental study with the pre test post test design. The sample was taken by purposive sampling technique with sample size of 32 female students.The results of this study there was a difference in the increase in hemoglobin levels in the group supplementing Fe + Folic Acid and Fe + Vitamin C. The statistical test results using the T-test obtained a mean difference of 0.47, p = 0.036. Giving Fe + folic acid tablets is more effective to increase hemoglobin levels Keywords: adolesence; Hb; Fe; folic acid; vitamin C
Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny. S dengan Inisiasi Menyusu Dini Fida Harsia; Azrida M; Sitti Hadriyanti Hamang
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.197

Abstract

Data WHO (World Health Organization) menunjukkan angka kematian ibu di dunia dari tahun 2000 hingga 2017 mengalami penurunan sebesar 38%. Penyebab angka kematian utama ibu di Indonesia adalah perdarahan. Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi perdarahan adalah dengan memberikan ASI sedini mungkin, yang dikenal dengan istilah IMD. Berdasarkan data yang di peroleh dari hasil penelitian, pelaporan dan pencatatan di PMB Dewi Suriyani jumlah angka kelahiran hidup pada tahun 2020 yaitu sebanyak 111 bayi dan terdapat bayi IMD dengan jumlah 111 BBL, pada tahun 2021 angka kelahiran hidup yaitu 66 BBL dan terdapat bayi dengan IMD 66 BBL. Tujuan disusunnya studi kasus ini adalah untuk mengetahui Asuhan Kebidanan BBL pada Bayi Ny. S dengan IMD di PMB Dewi Suriyani dengan penerapan manajeman asuhan kebidanan sesuai dengan kewenangan bidan. IMD adalah suatu kesempatan yang diberikan kepada bayi untuk dapat menyusu secara alami segera setelah bayi dilahirkan dengan cara meletakkan bayi di atas perut ibu. Pasien yang dikaji dalam studi kasus ini adalah bayi Ny. S umur bayi 0 hari, lahir pada tanggal 26 April 2021 pukul 10.15 WITA, jenis kelamin perempuan, anak ke dua. Berdasarkan studi kasus pada bayi Ny. S dengan IMD ditemukan tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus. Setelah penulis mempelajari teori dan pengalaman praktek langsung di lahan tentang asuhan kebidanan bayi baru lahir pada bayi Ny. S di PMB Dewi Suriyani Makassar maka penulis mengambil kesimpulan keadaan umum bayi baik, TTV dalam batas normal, IMD terlaksana dengan baik.
Kejadian Dismenorhoe Pada Mahasiswi Dengan Anemia Azrida Machmud; Suchi Avnalurini Sharief; Halida Thamrin
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 1 No 3 (Juli 2018 )
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi anak-anak dan remaja putri banyak ditemukan masalah kesehatan khususnya anemia. Pada wanita dengan anemia defisiensi zat besi jumlah darah haidnya juga lebih banyak. Kebanyakan wanita tidak merasakan gejala –gejala pada waktu haid, tetapi sebagian merasa berat di panggul atau merasa nyeri (dismenorea). Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa angka kejadian dismenorea masih cukup tinggi, mereka yang mengalami dismenorea yang sangat berat setelah minum obat harus beristirahat serta dianjurkan untuk membatasi bahkan meninggalkan sekolah atau pekerjaan selama 1-3 hari dalam satu bulan yang tentunya akan dapat merugikan wanita dalam beraktifitas, khususnya pada remaja putri yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kejadian dismenorea pada mahasiswi dengan anemia. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan desain survai analitik dengan pendekatan yang digunakan cross sectional. Dalam penelitian ini cara pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara anemia dengan kejadian dismenorea pada mahasiswa Kebidanan UMI dimana hasil uji chi square sebesar 9,737 artinya responden yang mengalami anemia mempunyai risiko 9,7 kali mengalami dismenorea dibandingkan responden yang tidak anemia dengan p-value 0,0001 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa anemia dapat menyebabkan terjadinya dismenorea pada remaja putri, sehingga perlunya peningkatan pengetahuan tentang gizi bagi remaja putri untuk mencegah terjadinya anemia.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) LOKAL DARI BAHAN DASAR SUKUN DI DESA MARAYOKA KEC. BANGKALA KAB. JENEPONTO Halida Thamrin; Azrida M
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2402-2405

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045. Namun persiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan pada masalah gizi. Data kesehatan menunjukkan Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu lokasi khusus untuk menurunkan masalah kesehatan gizi khususnya anak balita. Tingginya masalah gizi pada balita bukan hanya karena faktor kemiskinan tetapi minimnya pengetahun dan praktik pengasuhan anak serta pemberian makan anak yang tidak mencukupi juga ikut memberikan sumbangsih terhadap masalah gizi yang dihadapi saat ini. Tujuan umum dari kegiatan ini yaitu sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pendidikan kesehatan. Tujuan khusus dari kegiatan ini yaitu (1) Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak (2) dan pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) lokal dengan bahan dasar sukun yang dapat menambah variasi pemberian MP-ASI sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan tentang kebutuhan anak balita. Kegiatan ini dilaksanakan dengan (1) pemberian pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak (2) pelatihan MP-ASI lokal dari bahan dasar pembuatan sukun dengan melakukan unjuk rasa.
PELATIHAN PERAWATAN PAYUDARA BAGI KADER DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI DESA KAPITA KEC. BANGKALA KAB.JENEPONTO Azrida M; Andi Masnilawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2881-2885

Abstract

Masa pasca partum perlunya perhatian khusus sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Salah satu cara menanggulangi kematian ibu dan bayi yaitu pakar kesehatan dalam menolong berfokus pada periode intrapartum. Masalah yang terjadi pada saat menyusui seperti puting susu lecet, pembekakan pada payudara, mastitis, dan abses payudara, kelainan bentuk pada puting, atau bayi tidak mau menyusu (bingung puting). Perawatan pada payudara yang dilakukan dengan teratur dan tepat dapat memudahkan bayi   mendapatkan ASI. Perawatan ini juga dapat mengstimulasi produksi ASI dan dapat mencegah terjadinya luka lecet saat menyusui. Perawatan payudara yang dilakukan memberikan manfaat seperti menjaga kebersihan payudara terutama pada daerah puting, punting susu menjadi lentur sehingga memudahkan bayi untuk mengisap ASI, dan mengstimulus  kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI bertambah banyak dan lancar serta sebagai deteksi dini kelainan pada payudara, sehingga dapat melakukan upaya pencegahan untuk mengatasi masalah-maslah yang muncul serta mempersiapkan mental (psikis) ibu untuk menyusui. Promosi kesehatan yang dapat dilaksanakan dengan memenuhi kriteria mudah yang mudah dilakukan dan menarik yaitu dengan memberikan pelatihan. Kader kesehatan membutuhkan dukungan dan bekal ilmu untuk dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai kader agar ibu dapat menyusui dan dapat memberikan ASI pada bayinya secara Ekslusif.
Asuhan Kebidanan Post Partum pada Ny. F dengan Nyeri Luka Perineum Andi Putri Andini; M, Azrida; Thamrin, Halida
Window of Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (Juni, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.1633

Abstract

Masa nifas merupakan masa yang paling rentan bagi ibu dikarenakan sebagai penyumbang kematian pada ibu yang cukup besar oleh karena itu, pada masa ini dibutuhkan pengawasan dan perawatan yang tepat agar perawatan masa nifas yang menjadi salah satu upaya untuk dapat membantu dan mempercepat proses kembali pulihnya alat-alat reproduksi, kebutuhan nutrisi, pencegahan infeksi serta dapat memulihkan kesehatan ibu. Pada masa nifas, ibu dapat mengalami berbagai masalah kesehatan, bahkan dapat berlanjut pada komplikasi masa nifas, sehingga masa ini menjadi cukup penting bagi tenaga kesehatan khususnya bidan melakukan pemantauan terhadap ibu nifas. Tujuan disusunnya studi kasus ini adalah untuk dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. F dengan nyeri luka perineum. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode studi kasus manajemen asuhan kebidanan 7 langkah varney dan catatan perkembangan dalam bentuk SOAP. Hasil pada studi kasus Ny. F dengan nyeri luka perineum tidak ditemukan adanya kendala dalam mengenai hal tersebut. Kesimpulan hasil study Ny. F post partum hari pertama dengan nyeri luka perineum di Klinik Pratama BKIA Rakyat, yaitu asuhan yang telah diberikan berhasil dengan ditandai keadaan umum ibu baik, air susu ibu sudah mulai lancar, ibu sudah tidak merasakan nyeri pada perineumnya dan tidak ada tanda-tanda infeksi ditemukan.
Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny. S dengan Preeklampsia Ringan Tuhulele, Julmiati Arasty; M, Azrida; Nurtjaja
Window of Midwifery Journal Vol. 4 No. 2 (Desember, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.1639

Abstract

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya dan janin turun ke dalam jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan, lahir spontan dengan presentasi belakang kepala tanpa komplikasi baik ibu maupun janin. Pre eklamsia adalah peningkatan tekanan darah yang baru timbul setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu, disertai dengan penambahan berat badan ibu yang cepat akibat tubuh membengkak dan pada pemeriksaan laboratorium dijumpai protein di dalam urine. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan penerapan Manajemen Asuhan Kebidanan Tujuh langkah Varney. Pasien yang dikaji dalam studi kasus ini adalah Ny. S dengan masalah aktual G2P1A0, gestasi 34-36 minggu, situs memanjang, kepala, punggung kiri, tunggal, hidup, keadaan janin baik dan keadaan ibu dengan preeklamsia ringan dan masalah potensial yaitu preeklamsia berat. Setelah melakukan pengkajian langsung di lahan praktek penulis menarik kesimpulan bahwa pada kasus Ny. S dengan Preeklamsia ringan belum teratasi ditandai dengan tekanan darah 150/100 mmHg, oedema pada kedua kaki, albumin +1. Adapun saran bagi petugas kesehatan khususnya bidan diharapkan senantiasa berupaya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan yang lebih profesional.
Counseling on Adolescent Reproductive Health (KRR) & Sadari Screening for Adolescents at SMAN 6 Gowa M, Azrida; Thamrin, Halida; Karuniawati, Nia
Window of Community Dedication Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v1i1.1734

Abstract

Adolescent Reproductive Health (RH) is something that must be known and understood by families and communities, especially adolescents. The problem is that adolescents are always faced with risks related to their reproduction. These risks include early and unwanted pregnancy, and abortion. Adolescents need to know about KRR (Adolescent Reproductive Health), among others for adolescent girls such as reproductive organs, menstruation, anemia and reproductive health, circumcision or circumcision in women and virginity. Health education that adolescents need to know includes reproductive health, breast self-examination, anemia and menstruation. From the results of interviews with several female students at the pesantren, female students have never received material or counseling on reproductive health. Based on these problems, it is very important for schoolgirls/adolescents to know, so that in the future there will be no more problems related to ignorance about Adolescent Reproductive Health.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kampung KB Dusun Padang Assitang Avnalurini Sharief, Suchi; M, Azrida; Thamrin, Halida
Window of Community Dedication Journal Vol. 2 No. 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v2i1.1761

Abstract

Tujuan dari kegitan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaatdan efek samping khususnya metode kontrasepsi jangka panjang dan pemberdayaan ekonomimasyarakat Kampung KB melalui kegitan produktif yaitu pembuatan nugget bandeng. Metodepelaksanaan, melaksanakan penyuluhan terkait metode kontrasespsi jangka panjang, sosialisasimanfaat serta cara pembuatan nugget bandeng, serta pengemasan dan pemasaran nuggetbandeng. Hasil kegiatan ini Terjadinya peningkatan pemahaman dimana pada hasil pretest yangdilakukan pada 12 ibu yang diberikan kuesioner dengan 10 pertanyaan yang terdiri dengan hasilpretest ibu yaitu 50% memiliki pengetahuan baik, 33% pengetahuan cukup, dan 17%pengetahuan kurang. Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningktan pengetahuan yaitu 83%baik, 17% cukup dan tidak ada lagi yang pengetahuan tentang metode kontrasepsi jangkapanjang yang kurang. Kelompok UPPKS mentari sudah mampu membuat nugget bandeng secaramandiri dengan kemasan yang sederhana dan telah dilengkapi oleh label sehingga sudah bisamenjadi produk yang layak jual.